<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fanfic K-Pop</title>
	<atom:link href="http://kpopff.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kpopff.wordpress.com</link>
	<description>Fanfiction kpop world</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Feb 2012 23:57:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kpopff.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ef66ce7f0391a85ecc2b22e5f099d7d5?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Fanfic K-Pop</title>
		<link>http://kpopff.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kpopff.wordpress.com/osd.xml" title="Fanfic K-Pop" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kpopff.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Because Your Love [Part 10]</title>
		<link>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-10/</link>
		<comments>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-10/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 13:26:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lovels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jongwoon]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Hyukjae]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jungsoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpopff.wordpress.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Cast : Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ] Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs] “Kau sudah bangun?” tanyaku basa basi. “Jangan melihatnya terus.. nanti kau bisa terhipnotis dengan kecantikannya…” ucapnya. Heh? Tanpa melihatnya selama itupun aku sudah terhipnotis dengannya… “Tumben sekali kau sudah bangun?” tanyanya, aku mengangguk. “Hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=417&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://www.freeimagehosting.net/001c7"><img class="aligncenter" src="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" alt="" width="518" height="403" /></a></p>
<p>Cast :</p>
<p>Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ]</p>
<p>Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs]</p>
<p>“Kau sudah bangun?” tanyaku basa basi. “Jangan melihatnya terus.. nanti kau bisa terhipnotis dengan kecantikannya…” ucapnya. Heh? Tanpa melihatnya selama itupun aku sudah terhipnotis dengannya…</p>
<p>“Tumben sekali kau sudah bangun?” tanyanya, aku mengangguk.</p>
<p>“Hari ini kau pulang kan? Ayo.. kemasi barang-barangmu…” ajakku. “Bagaimana jika kau bangunkan Hyun dan kau ajak dia membereskan barang-barangku…” suruhnya.</p>
<p>“Annyeong…” seseorang masuk kedalam ruangan Yesung. Aku melihatnya.</p>
<p><strong>Yesung POV</strong></p>
<p>Apa aku sedang bermimpi? Hyerim datang?<span id="more-417"></span></p>
<p>“Annyeong…” balasku. Hyerim berjalan mendekat ketempatku dan Eunhyuk.</p>
<p>“Kudengar hari ini kau sudah pulang…Hyun menyuruhku datang…” ucapnya. Astaga~ jadi Hyun yang mengusulkan dia datang? Tak apalah, dia disini saja, sudah membuatku senang.</p>
<p>“Oh…Hyun, dia masih tidur…kau bisa membangunkannya kalau kau mau…” ucapku. Hyerim mengangguk dan berjalan menuju kesofa tempat Hyunjin tidur.</p>
<p>Aku melihatnya membangunkan Hyunji.</p>
<p>Apa mungkin aku menyukai gadis seperti Hyerim? Gadis periang yang tak pernah kulihat air mata di wajahnya… gadis yang selalu memperlihatkan senyum cerianya.</p>
<p>“Oppa!” Hyunji memanggilku. Aku melihatnya. “Ne”</p>
<p>“Aku ingin membeli sarapan dulu…Hyerim akan membantumu…” ucapnya. Aku mengangguk.</p>
<p>Itu berarti aku hanya berdua bersama Hyerim? Yeah!!</p>
<p>Kenapa aku merasa sangat senang? Jadi benar perasaanku ini?</p>
<p>Lagipula selama ini tak ada yeoja yang dekat denganku kan… tak ada salahnya.</p>
<p><strong>Hyunji POV</strong></p>
<p>Usai membasuh wajahku, aku menarik tangan Eunhyuk. “Ayo temani aku…” ajakku, dia tampak sedikit kaget tapi mengikuti keinginanku.</p>
<p>Aku melihat wajah Yesung Oppa dan Hyerim sebelum pergi. Mereka tampak tersipu… ah~ senangnya!!!</p>
<p>“Ingin beli sarapan dimana?” tanya Eunhyuk saat aku dan dia masuk kedalam mobilnya.</p>
<p>“Kerumahku saja… aku akan membuat sarapan…” ujarku pelan, Eunhyuk mengangguk.</p>
<p>*****</p>
<p>Kenapa tak bisa dihubungi? Ada apa dengan Kyu? Apa dia mengganti nomor teleponnya?</p>
<p>Kucari Yesung Oppa dikamarnya. Tak ada.</p>
<p>Kemana Yesung Oppa? Tunggu!! Apa aku dirumah sendiri? Astaga!!</p>
<p>Aku berlari cepat menuju ke arah pintu utama. Kututup cepat dan langsung kukunci. Huft!! Untunglah Ryeonggi ahjushi belum datang.</p>
<p>“Tok..tok…tok…” suara pintu? Siapa? Ryeonggi Ahjushi? Astaga, aku takut!! Aku menjauh dari pintu utama dan berjalan menuju kamarku.</p>
<p>Suara pintu diketuk, lagi-lagi terdengar. Bagaimana jika dia mendobrak pintunya? Aku masuk kedalam kamarku dan kembali mengunci pintu kamarku.</p>
<p>Dadaku masih tak tenang… aku benar-benar takut!! Oppa!! Kau dimana? Aku takut!! Sangat takut Oppa!!</p>
<p>Kutekan angka satu di ponselku, nomor Yesung Oppa…</p>
<p>Kudengar nada tunggu, tapi tak kunjung diangkat… Oppa!! Aku mohon angkatlah… aku takut!!</p>
<p>Kucoba menelpon berkali-kali tapi tetap sama…</p>
<p>Aku menghela nafasku, mencoba menenangkan diriku sendiri.</p>
<p>Dia diluar sekarang… tak masalah, aku didalam…</p>
<p>Aku masuk kedalam kamar mandi dan membasuh wajahku. Huft!! Aku harus tenang!!</p>
<p>tapi tidak!! “AAA!!!”</p>
<p><strong>Eunhyuk POV</strong></p>
<p>Apa dia sedang tidur? Kenapa diketok tak bereaksi?</p>
<p>Aku kembali mengetok pintunya lagi. tapi tetap tak ada jawaban apapun.</p>
<p>Aish!! Hyun!! Kau kemana? Kata Yesung dia sedang didalam kan? Kenapa tak ada?</p>
<p>Kembali kuketok, kali ini agak keras, tapi benar-benar tak ada jawaban.</p>
<p>Kutelpon Yesung, dia juga tak mengangkatnya. Aish!! Kutelpon Hyunji, dia juga sama.</p>
<p>“AAA!!!” apa itu? Aku mendengar suara teriakan. Hyunji kah?</p>
<p>Apa yang terjadi padanya? Atau? Ryeonggi Ahjushi?</p>
<p>Aku berusaha mendobrak pintu Hyunji, sekuat tenaga… dan akhirnya terbuka.</p>
<p>“Hyun!!” aku memanggilnya, Tuhan~ selamatkan dia!! Aku mohon!!</p>
<p>“Tolong!!” suaranya.. berasal dari kamarnya… dia didalam?</p>
<p>“Hyun…” aku kembali mendobrak pintu kamar Hyunji. Terbuka.</p>
<p>Aku melihat mereka berdua dilantai… Hyun?</p>
<p>Aku mendorong tubuh Ryeonggi Ahjushi sampai tersungkur, dan langsung kupukul agar tak bangun.</p>
<p>Setelah kulihat wajah Ryeonggi Ahjushi lebam, aku meninggalkannya, dan kulihat Hyun tergeletak lemas, ketakutan. Hyun…</p>
<p>“Hyun…” aku memanggilnya, ujung bibirnya mengeluarkan darah. Apa yang dilakukannya?</p>
<p>“Hyun, tenanglah.. polisi sebentar lagi datang, dan dia akan ditangkap…” ujarku. Hyunji terlihat sangat ketakutan.</p>
<p>Aku melihat Ryeonggi Ahjushi, sedikit ketakutan, dan langsung pergi dari hadapan kami.</p>
<p>“Aku disini… tak apa…” ucapku pelan, aku mengangkat tubuhnya keatas tempat tidur dan menutupi tubuhnya. Dia mendekapku erat. Dia terus menangis dan menggeleng, memohonku agar tak meninggalkannya. Ya Tuhan~ tenangkan dia… aku mohon~ tersiksa sekali melihatnya seperti ini.</p>
<p>“Arrggh!! Lepaskan aku!!” aku mendengar teriakan Ryeonggi Ahjushi. Ada apa? Aku ingin melihatnya keluar, tapi aku juga tak ingin meninggalkan Hyunji sendiri.</p>
<p>Aku melihat wajahnya, melihat wajahnya yang membuatku menangis… dia benar-benar sangat tersiksa…aku mengusap darah di ujung bibirnya, dia tak lagi merasakan sakit saat kuusap ujung bibirnya…aku tahu perasaannya jauh lebih sakit.</p>
<p>“Hyun…” aku mendengar suara Yesung, dia duduk didepanku, Hyunji langsung memeluknya erat.</p>
<p>“Oppa!! Dia datang…dia…dia…” “Sstt!! Hyun, tenanglah… dia tak akan menganggumu lagi… semuanya sudah berakhir Hyun, tenang sayang…” Yesung memeluk erat Hyunji. Tapi apa yang dia bilang tadi? Semuanya berakhir?</p>
<p>Tak lama, aku melihat Leeteuk masuk kedalam kamar Hyunji, dia menuju kearah rak buku Hyunji di ujung ruangan ini. Apa yang akan dia lakukan?</p>
<p>Aku berjalan mendekat kearahnya.</p>
<p>“Apa yang kau lakukan?” tanyaku, Leeteuk mengambil salah satu hiasan kubus cantik berwarna hitam.</p>
<p>“Aku tak bisa menjelaskan sekarang…bisa kau bantu aku?” tanyanya, aku tak tahu apa yang akan dilakukan Leeteuk, tapi aku mengangguk, dan mengikutinya keluar kamar Hyunji.</p>
<p>Aku sedikit terkejut melihat beberapa polisi bertubuh besar dirumah Yesung. Ada apa ini? Bukankah tadi saat kubilang ada polisi itu hanya main-main?</p>
<p>“Teuk… ini…” Leeteuk berjalan meninggalkanku. Eh? Aku belum selesai bicara kan?</p>
<p>“Ini buktinya…” ujar Leeteuk, memberikan hiasan itu pada salah satu polisi yang membekuk Ryeonggi Ahjushi. Apa itu? Aku belum mengerti maksudnya… ada apa ini?</p>
<p>^^^^^</p>
<p>“Mian…” ucap Leeteuk, aku hanya tahu Yesung dan Leeteuk merencanakan sesuatu, tapi aku tak tahu apa yang mereka rencanakan.</p>
<p>“Mianhe Hyun…” ucapnya, aku melihat Hyunji di bahu Inhyeong, dia sudah agak baikan.</p>
<p>“Aku yang merencanakan ini semua…aku sengaja meletakkan kamera dan perekam lewat hiasan yang kuberikan padamu…dan tentang Yesung, dia benar-benar tak tahu apa-apa…” ujarnya. Apa? Dia merencanakannya sendiri?</p>
<p>“Saat Yesung pergi, dia memberitahuku agar menyuruh Eunhyuk menjagamu, Hyun… tapi saat aku ingin memberitahu Hyuk, ternyata aku melihat Ryeonggi Ahjushi datang. Jadi kuputuskan untuk menunda memberitahumu Hyuk…aku tahu resikonya sangat besar… tapi untungnya, semua berjalan sesuai rencanaku… sekali lagi, aku minta maaf Hyun…”</p>
<p>“Mwo? Teganya kau pada kekasihmu sendiri…” bisikku. Inhyeong dan Leeteuk terlihat kaget dan hanya melihatku, mereka tak mengeluarkan kata-kata apapun.</p>
<p><strong>Inhyeong POV</strong></p>
<p>“Mwo? Teganya kau pada kekasihmu sendiri…” ucapnya pelan. Aku melihat Eunhyuk.</p>
<p>Apa yang Eunhyuk katakan? Kekasih? Jadi benar Leeteuk akhirnya mencintai Hyunji? Bukan aku?</p>
<p>Aku benar-benar tak bisa berkata apa-apa… dan Hyunji,, sepertinya dia tak mendengar perkataan Eunhyuk barusan, karena dia masih terisak. Lagipula, suara Eunhyuk juga sangat pelan, seperti dia hanya ingin berkata pada Leeteuk.</p>
<p>Sakit sekali…benar-benar sakit!!</p>
<p>“Hyun~ kau ingin Oppa antar kerumah Ibu?” tanya Yesung, yah…sebaiknya memang aku tak membahas tentang ini sekarang, Hyunji terlihat sangat terpukul karena kejadian itu…</p>
<p>“Ne. Hyun~ sebaiknya kau bertemu Ibumu… bukankah sekarang kau sudah bisa membuktikan pada Ibumu, alasanmu sangat membenci Ryeonggi Ahjushi?” tanyaku, Hyunji mengangguk.</p>
<p>Kulihat Hyunji berdiri dan menghampiri Yesung yang akan mengantarnya, aku juga beranjak dari dudukku.</p>
<p>Yesung menggandeng Hyunji keluar dari rumahnya, kuikuti mereka dari belakang.</p>
<p>Tapi aku merasa seseorang menahan tanganku, kulihat dia. Leeteuk.</p>
<p>Mau apa lagi? memberi harapan padaku? Aish!!</p>
<p>Aku melepaskan perlahan tanganku dari genggamannya.</p>
<p>Apa aku bisa seperti ini? Sejak kapan mereka menjadi sepasang kekasih?</p>
<p>Kenapa tak memberitahuku? Atau karena Hyunji menjaga perasaanku? Kalau dia ingin menjaga perasaanku kenapa dia mau menjadi kekasih Leeteuk? Aish~</p>
<p>Dan Leeteuk? Kenapa dia memberikan harapan begitu saja untukku? Apa dia ingin aku dan Hyunji menjadi kekasihnya?</p>
<p>Atau ini hanya perasaanku saja? Hanya perasaanku yang mengatakan Leeteuk menyukaiku, padahal sebenarnya dia sama sekali tak mencintaiku?</p>
<p>*****</p>
<p><strong>Leeteuk POV</strong></p>
<p>Setelah Ryeonggi Ahjushi masuk penjara, Hyunji dan Yesung kembali tinggal bersama Ibu mereka.</p>
<p>Dan sejak saat itu juga, aku tak berhubungan lagi dengan Inhyeong, mungkin karena pernyataan Eunhyuk waktu itu… dia mengatakan kalau Hyunji adalah kekasihku, cukup membuatku shock, dan aku tahu kalau Inhyeong mendengar itu semua.</p>
<p>“Teuk…” kulihat Yesung mendekatiku. Dia duduk dikursi sebelahku.</p>
<p>“Hei…”</p>
<p>“Em…aku ingin membicarakan soal Hyunji…” ucapnya pelan.</p>
<p>“Hyun? Kenapa?” tanyaku bingung. Dia terlihat serius.</p>
<p>“Tentang Kyuhyun…” ucapnya. Kyuhyun? Apa Yesung akan mengatakan kalau Kyuhyun sudah sembuh? Atau bahkan dia ingin mengatakan kalau Kyuhyun sudah mempunyai gadis lain?</p>
<p>“Kenapa Kyuhyun? Kau mendapat kabar darinya?” tanyaku. Yesung mengangguk.</p>
<p>Yesung terlihat mengulum bibirnya, dia bersiap untuk mengatakan padaku.</p>
<p>“Sebenarnya ini berita yang cukup lama…Kyuhyun, dia… meninggal dalam operasi pencangkokan ginjalnya…” ucap Yesung perlahan. Apa? Meninggal? Ya Tuhan.. benarkah itu?</p>
<p>“Mwo? Kapan?” tanyaku, jujur saja aku sedikit kaget… bagaimana tidak? Kyuhyun adalah laki-laki yang dicintai Hyunji, sahabatku… apa bisa aku tenang saja?</p>
<p>“Sebulan setelah kepergiannya ke China…” ucapnya pelan. Sebulan… berarti sudah hampir 5 bulan lalu…</p>
<p>“Hyunji tahu?” tanyaku, Yesung menggeleng. Belum? Aku tak tahu bagaimana sakitnya dia saat mendengar ini nanti… pasti sakit…</p>
<p>Ah~ kasian sekali Hyun…</p>
<p>“Aku tak ingin dia tahu, tapi suatu saat dia pasti akan tahu…aku tak sanggup memberitahunya, kalau dia masih mencintai Kyuhyun…” ucapnya.</p>
<p>“Kau benar Yesung…aku benar-benar tak ingin melihat air mata diwajah Hyunji lagi…Eunhyuk. Bagaimana jika Eunhyuk?” tanyaku. Yesung melihatku dan menyerutkan dahinya.</p>
<p>“Jangan bilang kau tak tahu Eunhyuk mencintai adikmu?” tanyaku. Yesung mengangguk.</p>
<p>“Aku tahu…tapi, apa Hyunji akan menyukai Eunhyuk?” tanyanya tak yakin.</p>
<p>“Aku juga sebenarnya tak yakin…tapi aku merasa ada suatu hal didalam diri Eunhyuk yang bisa membuat Hyunji tertarik padanya… tenanglah, akan kuusahakan Hyun tak tahu tentang Kyuhyun sebelum dia menjadi kekasih dan mencintai Eunhyuk…” ucapku pasti.</p>
<p>Yesung mengangguk.</p>
<p>“Gumawo Teuk…” ucapnya…</p>
<p>*****</p>
<p>Siang ini, aku mengajak Hyunji keluar. Aku ingin dia memilihkan sesuatu untuk Inhyeong…</p>
<p>Kujemput dia, dan kulihat dia sudah siap dengan dress putih simple, ah… dia manis.</p>
<p>“Kau ingin membelikan dia apa?” tanyanya saat didalam mobil. Aku menggeleng.</p>
<p>“Aku juga tak tahu…” ucapku pelan.</p>
<p>“Teuk, kau tahu… sebenarnya aku sudah lama tak berhubungan dengan Kyuhyun…” ucapnya “Apa menurutmu dia baik-baik saja?” tanyanya.</p>
<p>Aku mengangguk. “Pasti… tenanglah… Kyuhyun orang yang kuat kan?” tanyaku lagi. ah~ bagaimana aku bisa berbohong begini pada Hyun?</p>
<p>Kami turun disalah satu mall, dan masuk kedalamnya.</p>
<p>Aku membawa Hyunji melihat tas, pakaian, sampai perhiasan.</p>
<p>“Ini…” tawarku, memberikan sepasang anting pada Hyunji, dia tersenyum simpul melihat anting berbentuk boneka bersayap yang kuberikan.</p>
<p>“Em…”</p>
<p><strong>Eunhyuk POV</strong></p>
<p>Penonton bertepuk tangan usai aku menari. Aku turun dari panggung yang cukup megah itu.</p>
<p>Kuhampiri Yesung dan Hyerim yang duduk berdua tak jauh dari panggung.</p>
<p>Yesung dan Hyerim. Aku tak tahu bagaimana mereka bisa menjadi sepasang kekasih. Yesung tak mau menceritakannya padaku, begitu juga dengan Hyerim. Tapi perasaanku mengatakan mereka menjadi sepasang kekasih sejak aku dan Hyunji meninggalkannya dirumah sakit, saat Yesung dirawat.</p>
<p>“Kau hebat Hyuk!! Itu benar-benar keren!!” ucap Yesung, dia terlihat sangat senang. Aku tersenyum senang.</p>
<p>“Gumawo…aku ketoilet sebentar, karena tadi sangat gugup… aku jadi ingin buang air kecil…” ucapku, lalu berlari mencari toilet terdekat.</p>
<p>Aku melihat tulisan Toilet, langsung saja kuserbu… aku berlari menuju Toilet itu, tapi “BRAAAKK!!!” “Au!!” suara seseorang berteriak bersamaan dengan kami bertabrakan membuat kami berdua terjatuh.</p>
<p>Aku melihat orang yang kutabrak. Inhyeong!! Astaga!! Bodohnya aku… dia terlihat sangat kesakitan… aku menghampirinya dan membantunya bangun.</p>
<p>“Inhyeong…mianhe…” ucapku menyesal, dia terlihat kesakitan. Setelah dia bangun, aku langsung pergi meninggalkannya untuk masuk kedalam toilet.. ah~ sudah tak tahan!!</p>
<p>-.-</p>
<p>Leganya~ aku keluar dari toilet dan masih kulihat Inhyeong ditempat yang sama saat aku meninggalkannya…</p>
<p>“Inhyeong…” panggilku, dia melihatku dan tersenyum.</p>
<p>“Hei…sedang apa kau disini?” tanyanya. “Aku…baru saja mengikuti lomba menari…kau?” tanyaku lagi.</p>
<p>“Berbelannja…sendiri?” tanyanya, aku menggeleng. “bersama Hyerim dan Yesung” ucapku pelan. Dia terlihat terkejut.</p>
<p>“Hyerim? Yesung? Kenapa bisa berdua?” tanyanya terkejut. Dia tak tahu?</p>
<p>“Eh? Kau benar-benar tak tahu? Mereka sudah menjadi sepasang kekasih kan?” tanyaku.</p>
<p>“Mwo!!” dia sangat terkejut.</p>
<p>“ayo, kuajak kesana…” ajakku… Inhyeong mengangguk dan mengikutiku.</p>
<p>“Benarkah itu?” “Apanya?” tanyaku, saat kudengar Inhyeong bertanya. Tapi tak ada jawaban lagi darinya. Aku menengok kebelakang, ternyata dia masih terpaku disatu tempat, kudatangi Inhyeong dan kulihat apa yang membuatnya terpaku, dan hal itu juga membuatku melakukan reaksi yang sama.</p>
<p>Aku melihat Leeteuk dan Hyunji didalam sebuah toko perhiasan, mereka terlihat sangat dekat. Leeteuk terlihat memberikan sesuatu pada Hyunji, dan Hyunji… dia tersenyum manis.</p>
<p>Ah~ kenapa harus melihatnya disini??</p>
<p>“Tunggu!! Apa ini? Kenapa dia begitu terpaku? Apa itu artinya Inhyeong menyukai Leeteuk? Aku menengok melihatnya, Ommo!! Dia menangis?</p>
<p>“Inhyeong?” panggilku. Dia sadar dan langsung menghapus air matanya.</p>
<p><strong>Hyunji POV</strong></p>
<p>“Kau coba…” ujar Leeteuk. “Aniyo!! Kau coba saja pada Inhyeong, kalau dia lewat sini!” ucapku kesal.</p>
<p>“Aish~ kau ini!! Ayolah!!” rayunya. “Teuk, sekali tak mau tetap tak mau…” ucapku kesal.</p>
<p>Aku melihat sekitar, dan kutemukan yang baru saja kukatakan. Inhyeong… dan dia bersama Eunhyuk!! Apa yang mereka lakukan? Jangan bilang mereka membututiku dan Leeteuk?</p>
<p>“Teuk…itu…” ucapku pelan, tak mengalihkan mataku dari Inhyeong yang terus menatap kearahku dan Leeteuk.</p>
<p>“Ayo…” ucapku, aku berjalan menghampiri Inhyeong dan Eunhyuk.</p>
<p>“Jadi benar yang dikatakan Eunhyuk…” ucap Inhyeong saat aku sampai ditempatnya. Apa? Aku tak mengerti. Eunhyuk pernah mengatakan apa?</p>
<p>“Aniyo… Inhyeong-ah… aku..”</p>
<p>“Jadi benar yang dikatakan Eunhyuk, kalau kalian adalah sepasang kekasih?” tanyanya, memotong perkataan Leeteuk. Apa? Kekasih? Aku melihat Eunhyuk yang juga melihatku.</p>
<p>Aish~ pabo!!</p>
<p>“Jangan bodoh!!” ucapku kesal.</p>
<p>“Teuk…berikan itu padanya!” ucapku lagi, Inhyeong melihatku bingung. Leeteuk memberikan anting boneka bersayap itu pada Inhyeong.</p>
<p>“Itu…untukmu… dia hanya bertanya pendapatku…” Inhyeong melihatku terpaku.</p>
<p>“Ya!! Kalian berdua ini…aku sangat kesal pada kalian…kau Teuk… katakan pada Inhyeong kalau selama ini kau menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan kalau kau mencintainya…dan kau Inhyeong, katakan kalau kau ingin Leeteuk mengatakan perasaannya padamu…” ucapku pelan, aku melihat mereka berdua satu persatu yang melihatku.</p>
<p>“Kedekatanku dan Leeteuk tak lebih dari sahabat Inhyeong…aku mohon jangan lagi marah padaku…jangan lagi menyangka aku menyukai Leeteuk dan Leeteuk menyukaiku…”</p>
<p>“Dia hanya mencintaimu…sudah pernah kukatakan, bukan?” tanyaku, Inhyeong melihatku dan langsung mememelukku erat. Astaga!! Aku hampir saja jatuh jika tak bisa menahan tubuhku.</p>
<p><strong>Leeteuk POV</strong></p>
<p>Ini yang kubutuhkan. Dan akhirnya selesai semua. Inhyeong tahu perasaanku padanya, begitu juga aku… jawaban yang memuaskan…</p>
<p>“Kedekatanku dan Leeteuk tak lebih dari sahabat Inhyeong…aku mohon jangan lagi marah padaku…jangan lagi menyangka aku menyukai Leeteuk dan Leeteuk menyukaiku…” ujar Hyunjin pelan.</p>
<p>Aku sedikit menahan tawaku mendengar perkataan Hyunji, bahwa Inhyeong cemburu padaku dan Hyun… yah… memang kusadari, sangat bahkan… kalau aku dan Hyunji sangatlah dekat. Tapikan aku tak mencintainya… aku hanya ingin menjadi seorang sahabat, serta kakak untuk Hyun…meskipun aku tahu, sainganku adalah Yesung.</p>
<p>Kulihat Inhyeong langsung memeluk Hyunji erat, tubuh Hyunji sedikit goyah, untung saja dia bisa mengendalikan dirinya…</p>
<p>Hyuk~ ini saatnya… aku harus membuat Hyunji dan Eunhyuk berdua, aku juga bisa membuat Inhyeong menjawab pertanyaanku.</p>
<p>“Mianhe…” ucap Inhyeong pelan, “Ne…” jawab Hyunji, ah~ benarkan… mereka berdua ini sama-sama cengeng, jika dihadapkan pada situasi seperti ini pasti akan menangis semua… jika saja ada Hyerim, pasti Hyerimlah yang menenangkan mereka berdua.</p>
<p>Inhyeong melepaskan pelukannya pada Hyunji, dan melihatku. Oh? Dia ingin meminta maaf padaku juga?</p>
<p>“Mianhe Teuk…” ucapnya, ah~ tentu saja jawabannya iya… kutarik lengan Inhyeong, kini dia ada di pelukanku. Tapi itu tak membuatnya diam, dia semakin terisak, tubuhnya berguncang hebat, aku juga merasa dia melingkarkan tangannya dipinggangku.</p>
<p>“Pergilah…” ucapku pada Hyunji, lalu melirik Eunhyuk, mengisyaratkan pada Hyun agar pergi bersamanya. “Aku?” tanyanya, menunjuk wajahnya. Aku mengangguk cepat.</p>
<p>Wajahnya berubah kesal, tapi dia juga pergi dari tempatku dan Inhyeong berdiri. Begitu juga Eunhyuk.</p>
<p>Aku menjauhkan Inhyeong dari tubuhku, lalu mengusap air matanya.</p>
<p>“Jangan menangis lagi…” ucapku pelan. Inhyeong mengangguk, dia masih sesengukan.</p>
<p>“ingin kupakaikan antingnya?” tanyaku pelan, Inhyeong tersenyum. Ah~ apa itu artinya dia ingin?</p>
<p>Inhyeong memberikan antingnya padaku, kuambil anting itu. Inhyeong menyibakkan rambut panjangnya kebelakang. Ah~ kebetulan sekali dia sedang tak memakai anting. Aku memasukkan anting itu kelubang telinga Inhyeong.</p>
<p>Selesai.</p>
<p>Cantik… ah~ dia cantik sekali…</p>
<p>Aku membawakan barang bawaan Inhyeong dan mengantarnya pulang kerumah.</p>
<p>Sepanjang perjalanan…aku dan dia hanya tersenyum tanpa berbicara.</p>
<p><strong>Eunhyuk POV</strong></p>
<p>Sekali lagi, Hyunji menengok kebelakang memperhatikan Leeteuk dan Inhyeong.</p>
<p>Ah~ kenapa benar-benar tak enak padanya. Tapi aku juga senang karena ternyata dia tak mencintai dan bukan kekasih Leeteuk.</p>
<p>Aku dan Hyunji melewati sebuah café, kutahan tangannya dan kuajak dia masuk kedalam café itu.</p>
<p>Dia tak menolak… syukurlah.</p>
<p>“Hyun… aku…aku minta maaf…” ucapku pelan, Hyunji melihatku.</p>
<p>“Lain kali pikirkan benar-benar apa yang akan kau lakukan…” ucapnya kesal.</p>
<p>“Ne. mianhe~” ucapku lagi.</p>
<p>“Hm…tapi, darimana kau menyimpulkan aku dan Leeteuk sepasang kekasih?” tanyanya penasaran.</p>
<p>“Kau dan dia sering sekali berdua, ditempat bimbingan belajar juga, kau selalu becanda bersama Leeteuk, minum berdua, dan kau selalu mendahulukan dia daripada aku…kau selalu berkata lembut pada Leeteuk, begitu juga sebaliknya…Leeteuk juga bersedia menuntaskan kasusmu dengan Ryeonggi Ahjushi kemarin, dan kalian…sering sekali mesra, sangat bahkan”</p>
<p><strong>Hyunji POV</strong></p>
<p>Astaga~ apa aku begitu dekatnya dengan Leeteuk? Atau dia yang terlalu berlebihan memperhatikanku?</p>
<p>“Ya!! Memangnya itu menganggumu?” tanyaku, memancingnya.</p>
<p>“Aish~ tentu saja iya Hyun~ kau tak tahu betapa aku sangat kesal saat kau lebih memilih Leeteuk, kau lebih tertuju pada Leeteuk, setiap aku ajak berbicara kau selalu menjawabku kasar, jika aku tersenyum kau selalu saja cemberut, dan saat aku menyentuhmu, kau selalu saja tak mau… tapi jika dengan Leeteuk, kau begitu dekat, begitu senang, itu benar-benar…” aku melihatnya, raut wajahnya benar-benar kesal. Ada apa dengannya? Perlahan dia menghentikan ucapannya.</p>
<p>“Mianhe…aku…” “Kau menyukaiku?” tanyaku, saat Eunhyuk belum menyelesaikan bicaranya. Dia terlihat gugup. Jujur saja aku juga iya… entah kenapa aku sangat gugup menatapnya seperti ini.</p>
<p>Eunhyuk mengangguk. “Ne…mianhe Hyun, tapi…” “ternyata benar kata Leeteuk ya…” desahku pelan, tapi membuat Eunhyuk mendengarnya. Dia melihatku penasaran.</p>
<p>“Apa? Leeteuk? Kalian menggosipkanku?” tanyanya, aish! Kenapa bsia berfikiran seperti itu?</p>
<p>“Kau…Inhyeong…dan Kyuhyun…” ucapku pelan. Eunhyuk diam. Entah apa yang membuatnya diam.</p>
<p>*****</p>
<p><em>“Nomor yang anda tuju salah… mohon periksa kembali nomor tujuan anda…” </em></p>
<p>Aku mematikan panggilannya. Salah? Apa aku salah menelponnya? Tapi itu memang nomor Kyuhyun kan?</p>
<p>“Hei…kau kenapa sayang?” Ibu mendekatiku, aku memeluknya.</p>
<p>“Nomor Kyuhyun salah Bu…aku tak tahu kenapa, itu nomor yang biasanya kupakai untuk berhubungan dengannya, tapi hampir 7 bulan ini aku tak bisa menghubunginya…” ucapku.</p>
<p>“Sudah tanya pada Yesung?” tanya Ibu, aku menggeleng. “Dia tak mau memberitahunya, dia bilang nomornya masih tetap sama” ucapku kesal. Ibu menarik tubuhku menjauh darinya, dan melihatku.</p>
<p>“Kau masih mencintai Kyuhyun?” tanya Ibu. Aku mengangguk. Tentu saja aku masih mencintainya…</p>
<p>“Kau masih mencintai Kyuhyun?” tanya Ibu lagi, aku kembali mengangguk cepat.</p>
<p>Ibu menggeleng. Ibu mengambil tanganku, dan meletakkannya didadaku.</p>
<p>“Rasakan disini Hyun~” ucapnya pelan “Kau masih mencintai Kyuhyun?” tanya Ibu lagi.</p>
<p>Dadaku tak berdegup kencang. Apa ini? Aku baru merasakannya. Biasanya saat nama Kyuhyun disebut saja, aku sudah berdegup kencang. Sejak kapan ini?</p>
<p>“Hyun~ eunhyuk mencarimu” suara Yesung Oppa terdengar. Aku beranjak dari tempatku meninggalkan Ibu dan melihat Eunhyuk.</p>
<p>Dia sudah duduk disofa dirumahku.</p>
<p>“Hei!!” sapanya. “Ada apa?” tanyaku.</p>
<p>“Ayo ajari aku fisika!!” ucapnya semangat, mengangkat buku Fisikanya.</p>
<p>Aku duduk disebelahnya. Dan mulai mengajarinya.</p>
<p>Biasanya dia datang untuk privat denganku, saat Yesung juga belajar denganku. Kenapa hari ini tidak? Dia hari ini datang sore.</p>
<p>“Ini…kenapa bisa jadi tak punya phi?” tanyanya, aku mengambil bukunya.</p>
<p>“Ini, memang begini kan rumusnya, jika dia bertemu dengan phi, phinya pasti hilang, ini…dicoret…” jawabku. Eunhyuk manggut-manggut.</p>
<p>^^^^^</p>
<p>“tak terasa ya Hyun, sebentar lagi akan lulus…” ucapnya, aku mengangguk.</p>
<p>“ne…” jawabku pelan.</p>
<p><strong>Eunhyuk POV</strong></p>
<p>“Kau pasti melanjutkan ke China?” tanyaku pelan, Hyunji melihatku dan mengangguk.</p>
<p>“Ne.” jawabnya singkat.</p>
<p>“Kalau aku memintamu untuk tetap disini?” tanyaku. Dia melihatku bingung, lalu menatap jalanan lurus. Dia tak meresponnya lagi.</p>
<p>“Huft!! Selalu saja begini…padahal dia sudah tahu perasaanku…” desahku pelan.</p>
<p>“Aku mendengarnya…” ucapnya pelan, masih melihat jalanan lurus. Eh? Terdengar ya?</p>
<p>Sesampainya ditempat bimbingan belajar, dia turun lebih dulu.</p>
<p>Aku menelpon seseorang. Tersambung. “Sekarang” ucapku pelan.</p>
<p>Aku mulai melihat beberapa orang keluar, dan membentuk jalan untuk Hyunji.</p>
<p>Tak lama, aku sudah mendengar suara musik One Love. Aku keluar dari mobilku.</p>
<p>Hyunji terlihat bingung, dengan beberapa anak kelasku yang membentuk jalan untuknya, dan tersenyum manis padanya, mereka menunjukku, membuat Hyunji melihatku.</p>
<p>Aku tersenyum padanya, dan mulai menari.</p>
<p>Kulekukkan tubuhku, sesuai irama lagu yang sedang diputar, perlahan aku mendekat kearahnya.</p>
<p>Setelah lagu berakhir, aku tepat didepannya.</p>
<p>Dia melihatku, tak terpaku hanya pandangan biasa.</p>
<p>“Sudah?” tanyanya. “Ayo masuk. Ini sudah sangat terlambat…” ucapnya lagi. dia beranjak pergi dari tempatnya. Astaga~ apa aku akan membiarkannya?</p>
<p>“Hyun” aku mendengar suara Leeteuk. Aku mencari asal suara itu. Dia mendekat kearah kami.</p>
<p>“Kau juga ikut?” tanya Hyunji. Leeteuk mengangguk pelan.</p>
<p>“Ne. karena aku berhutang satu cinta padamu…” ucapnya.</p>
<p>“Aku tahu kau tahu jawabannya…tanya hatimu Hyun~” ucap Leeteuk.</p>
<p>Hyunji melihatku. Dia ingin mengatakan sesuatu?</p>
<p>“Sudah hampir kehilangan setengah jam… kalau tak masuk sekarang, kita akan langsung ujian disini” ucapnya pelan, lalu pergi dari hadapanku.</p>
<p>Dia pergi dari hadapanku. Aku hanya bisa melihatnya, aku tak bisa menahannya…</p>
<p>Apa dia terlalu mencintai Kyuhyun? Bukankah aku hanya berusaha membuatnya melupakan Kyuhyun? Apa itu salah?</p>
<p>“Hyuk…tenanglah, dia akan segera tahu perasaannya sebenarnya…” ucap Leeteuk.</p>
<p>*****</p>
<p><strong>Yesung POV</strong></p>
<p>Apa harus sekarang? Apa aku sanggup melihatnya menangis lagi?</p>
<p>“Hei…sudah lama?” tanya Hyerim. Aku menggeleng. “Baru saja…” jawabku.</p>
<p>“Jadi…apa rencana kita?” tanyanya, aku menggeleng.</p>
<p>“Aku belum tahu…aku tak ingin dia tersiksa karena berita ini…” ucapku, Hyerim mengusap rambutku perlahan.</p>
<p>“Kalau buktinya dia akan baik-baik saja?” tanyanya, aku melihatnya.</p>
<p>“Tenanglah, aku percaya dia sudah mencintai Eunhyuk…” lanjutnya.</p>
<p>“Tapi dia menolak Eunhyuk kan?” tanyaku, Hyerim tersenyum.</p>
<p>“Ya!! Itu karena Hyunji masih tak percaya dengan hatinya…tenanglah…semua pasti berjalan sesuai rencana…” ucapnya pasti. Aku tersenyum melihatnya.</p>
<p>“Mudah-mudahan…”</p>
<p>“Aku sedikit tak enak padanya…” ucapnya, “Wae?”</p>
<p>“Aku sekarang lebih sering menghabiskan waktuku bersamamu, dan Inhyeong juga, dia lebih sering bersama Leeteuk…” ucapnya pelan, terlihat sekali rasa menyesal di wajahnya. Kugenggam tangan Hyerim erat. Dia tersenyum padaku, dan itu memang menjadi semangat untukku.</p>
<p>*****</p>
<p>“Hyuk…ini” ucapku memberikan gantungan kunci berwarna putih. Dia mengambilnya.</p>
<p>“Hyun sudah lama mengincarnya, tolong kau berikan ya…” ucapku. Dia mengangguk senang.</p>
<p>“Jangan menyerah ya…” ucapku meenyemangatinya, aku tahu Hyun susah sekali untuk didapatkan, tapi aku hanya bisa berharap Eunhyuk bisa menggantikan posisi Kyuhyun di hati Hyunji.</p>
<p>“Adikmu itu, benar-benar membuatku gila Yesung-ah…” ucapnya pelan.</p>
<p>“Ah~ kau itu benar-benar seperti Kyuhyun…” ucapku pelan, dia melihatku.</p>
<p>“Maksudku sama-sama mencintai Hyunji…” jelasku lagi.</p>
<p>“Apa dia rela jika aku mencintai Hyunji?” tanyanya, aku tertawa kecil.</p>
<p>“Tentu saja rela! Kyuhyun sempat berpesan padaku…dia bahkan bisa melihat siapa yang benar-benar cocok untuk Hyun…” dia terlihat kaget dengan pernyataanku barusan.</p>
<p>“Oppa…” suara Hyunji terdengar. Eh? Dia sudah pulang? “Hyun…” panggilku.</p>
<p>“Rela?” tanyanya, dia bingung.</p>
<p>“Em…sejak kapan kau mendengarnya?” tanyaku.</p>
<p>“Apa yang kalian bicarakan? Tentang Kyuhyun?” Hyunji mendekat kearah kami.</p>
<p>Inikah saatnya? Hyunji akan tahu semuanya?</p>
<p>“Oppa…jawab aku? Ada yang kau sembunyikan dariku Oppa?” tanyanya lagi, aku benar-benar tak sanggup melihatnya seperti ini.</p>
<p>“Ani…tak apa Hyun…kami hanya membicarakan…” “Oppa, aku mohon jangan berbohong padaku…” ucapnya sebelum aku menyelesaikan bicaraku, dia menggenggam tanganku erat. Apa yang harus kukatakan? Apa aku harus memberitahunya sekarang? Jika aku tak berbohong, aku tak sanggup melihatnya sekarang.</p>
<p>“Kyuhyun, dia…” “Yesung… biar aku” Eunhyuk menyelaku.</p>
<p>“Siapapun katakan, aku mohon…jangan membuat aku tersiksa…” Hyunji memelas, dia terlihat sangat tersiksa.</p>
<p>“Kyuhyun meninggal dalam operasi pencangkokan ginjalnya…” Eunhyuk berkata dengan perlahan, seraya membuang nafasnya, sedang Hyunji, ekspresinya sama seperti yang aku bayangkan, dia diam… matanya mulai merah, dan tak lama air matanya terjatuh.</p>
<p><strong>Hyunji POV</strong></p>
<p>“Kyuhyun meninggal dalam operasi pencangkokan ginjalnya…” Eunhyuk menatap kedalam mataku, dia bicara dengan satu nafas.</p>
<p>Apa yang dia katakan barusan? Dia berbohong? Tubuhku kaku. Jantungku serasa ingin berhenti berdetak.</p>
<p>Tapi Eunhyuk menarikku kedalam pelukannya. Aku diam, aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku harus marah? Atau aku harus meraung?</p>
<p>Kurasakan tangan Eunhyuk memelukku erat didalam tubuhnya.</p>
<p>“Menangislah Hyun…aku tahu kau sedih, marahlah padaku, karena aku yang melarang semuanya memberitahumu…” ucapnya pelan. Apa? Dia yang merencanakan ini semua?</p>
<p>Kyuhyun…</p>
<p>Jadi benar aku dan Kyuhyun akan berakhir seperti ini saja? Aku belum menceritakan semua hal yang kusukai darinya…aku belum menceritakan semua hal yang membuatku membencinnya…</p>
<p>Lalu apa ini? Akhirnya kah?</p>
<p><strong>Eunhyuk POV</strong></p>
<p>Dia menangis di pelukanku, dia benar-benar menumpahkan kepedihannya dipelukanku?</p>
<p>Aku lega sudah mengatakannya, tapi jujur saja aku tak sanggup melihatnya seperti ini.</p>
<p>Yesung keluar dari kamarnya, dan membiarkan kami berdua. Aku tahu dia pasti sangat tak kuat melihat adiknya seperti ini.</p>
<p>Kubiarkan Hyunji menangis seperti biasanya… tapi ini pertama kalinya dia menangis karena hatinya, hatinya yang sakit.</p>
<p>Kulihat Leeteuk berdiri didepan pintu kamar Yesung, dia melihatku.</p>
<p>Dia tersenyum kecil.</p>
<p>“Maafkan kami Hyun…” ucapnya kecil. Hyunji melepaskan pelukannya, wajahnya basah, matanya merah sekali. Dia melihat Leeteuk yang berjalan kearah kami.</p>
<p>“Kenapa kalian membohongiku? Dan sekarang? Aku sendiri yang tak tahu tentang keadaan Kyuhyun?” tanyanya, mungkin dia kesal, nada bicaranya juga terlihat sekali.</p>
<p>“Kami hanya ingin menunggu waktu yang tepat…” ucap Leeteuk, dia melihatku.</p>
<p>“Kapan? Sekarang? Kau pikir sekarang waktu yang tepat?” tanyanya, nada suara Hyunji meninggi.</p>
<p>“Dengan semua perbuatan kalian yang mencoba mendekatkanku dengan Eunhyuk?” tanyanya, Hyunji tak melihatku, dia hanya menunjukku.</p>
<p>“maaf membuatmu tak nyaman dengan semua perlakuanku, maaf membuatmu tak nyaman dengan perasaanku padamu…maaf dengan semua keadaan ini…” ucapku menyesal. Aku rasa dia memang benar-benar muak denganku, aku melangkahkan kakiku pergi dari hadapan Hyun.</p>
<p>“Hyuk!!! Tak bisakah kau mengatakan padaku!! Apa saat aku kehilangan orang yang pernah kucintai, kau akan meninggalkanku? Kau!! Orang yang kucintai sekarang akan meninggalkanku juga!!” dia berteriak, apa? Tunggu… apa yang HYunji katakan barusan? Aku?</p>
<p>Aku membalikkan tubuhku, melihatnya. Dia menangis dan melihatku.</p>
<p>“Hyuk!! Peluk dia!!” Leeteuk menyuruhku.ah~ jadi benar aku? Aku menariknya kedalam pelukanku lagi. dia membalasnya. Hyunji memelukku erat.</p>
<p>Aku menjauhkannya dari pelukanku, kupegang pundaknya.</p>
<p>“Yang kau maksud tadi aku kan?” tanyaku memastikan, Hyunji tertawa kecil, dan mencium bibirku lembut.</p>
<p>“Kau harus lulus dengan nilai tinggi!!” ucapnya pelan, setelah melepaskan ciumannya.</p>
<p>“Ehem~” Suara Yesung mengagetkan kami. Hyunji melihatnya, dia memeluk pingganggu erat.</p>
<p>“Oppa!! Hye!! Kalian curang!! Kalian melihatku dan Eunhyuk seperti ini!! Tapi kalian tak menceritakan kalau Kalian sudah mendapatkan gadis yang kalian cintai!!” kesalnya.</p>
<p>Yesung dan Hyerim tertawa, begitu juga Leeteuk dan Inhyeong.</p>
<p>Aku melihat Hyunji, kekasihku sekarang. Aku tak bermimpi kan? Kupeluk Hyunji erat. Dan dia membalasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-End-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpopff.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpopff.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpopff.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpopff.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpopff.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpopff.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpopff.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpopff.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpopff.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpopff.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpopff.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpopff.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpopff.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpopff.wordpress.com/417/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=417&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d894cc18a2bded3c5d52729e7207421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">capcipcupu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Because Your Love [Part 9]</title>
		<link>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-9/</link>
		<comments>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-9/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 13:21:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lovels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jongwoon]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Hyukjae]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jungsoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpopff.wordpress.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Cast : Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ] Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs] Hyun memberikan earphonenya pada Yesung, setelah menerimannya, Yesung langsung pergi kebelakang, bergabung dengan Ryeowook dan Eunhyuk. Hyerim memegangi jantungnya… heh? Dia pasti ingin berteriak senang… yah… itulah Hyerim. “Astaga Hyun!!! Kenapa Yesung begitu tampan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=414&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://www.freeimagehosting.net/001c7"><img class="aligncenter" src="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" alt="" width="518" height="403" /></a></p>
<p>Cast :</p>
<p>Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ]</p>
<p>Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs]</p>
<p>Hyun memberikan earphonenya pada Yesung, setelah menerimannya, Yesung langsung pergi kebelakang, bergabung dengan Ryeowook dan Eunhyuk.</p>
<p>Hyerim memegangi jantungnya… heh? Dia pasti ingin berteriak senang… yah… itulah Hyerim.</p>
<p>“Astaga Hyun!!! Kenapa Yesung begitu tampan hari ini!!!” ujar Hyerim menahan rasa senangnya. Hyunji hanya tersenyum kecil melihat tingkah Hyerim.<br />
<span id="more-414"></span><br />
Tak lama, Choi Sem datang, kami bersiap untuk pergi.</p>
<p>Hyerim kembali ketempat duduknya, disebelahku. Aku melihat Leeteuk melewatiku, dia duduk dibelakang, aku melihat dari spion bus, dia duduk dibelakang Hyunji sendiri. Sedang Eunhyuk, aku bisa mendengarnya sangat ribut di kursi paling belakang bersama Ryeowook dan beberapa laki-laki sekelasnya.</p>
<p>Dia itu benar-benar seperti Kyuhyun ya… tak bisa diam, menganggu siapapun, untungnya keributannya itu kadang-kadang membuat kami tertawa melihat tingkahnya.</p>
<p>Bus mulai berjalan, anak-anak didalam bus masih sangat bersemangat, kecuali Hyun, yah… aku melihatnya menyandarkan kepalanya dibahu Yesung, mereka berdua sedang mendengarkan musik melalui earphone yang tersambung di I-Phone Hyun, satu ditelinga Yesung, dan satu lagi ditelinga Hyun, sedang Yesung dia sedang memandang keluar jendela sambil melantunkan lagu Dear Mom, pasti mereka sedang mendengarkan lagu itu, lagu favorit Hyun.</p>
<p>“Ddrrtt!!” ponselku bergetar. Aku mengambilnya disaku celanaku.</p>
<p>Pesan dari Leeteuk. Aku membukanya…</p>
<p align="center"><em>“kenapa melihat Hyunji terus? Dia terlihat sedih ya?”</em></p>
<p>Astaga~ kenapa dia membahas Hyun? Aku melihatnya melalui spion, dia juga mendengarkan musik melalui earphonenya.</p>
<p align="center"><em>“Ani…aku ingin sekali disampingnya disaat sekarang…</em></p>
<p align="center"><em>Dia sangat sedih Teuk, aku sangat sedih melihatnya…”</em></p>
<p>“Inhyeong…” aku menoleh saat Hyerim memanggilku.</p>
<p>“Kenapa tak mengobrol dengannya saja? Dia sedang sendiri…” ucapnya, aku menjitak kepalanya, bodoh sekali dia ini… dia tahu aku sangat gugup saat didepan Leeteuk, sekarang dia menyuruhku duduk berdua dengan Leeteuk? Ck!! Akan terlihat sebodoh apa aku nanti?</p>
<p>“Kau ingin aku mati karena terlalu gugup?” tanyaku kesal, Hyerim cekikikan mendengar jawabanku, mungkin juga ekspresi wajahku yang sangat kesal.</p>
<p>“Hahaa!!!! Wook-ah, kau juga!!!” aku mendengar Eunhyuk berteriak sangat senang. Astaga~ anak itu!! Aku melihatnya kebelakang, dia sangat senang, tertawa bersama yang lain. Aku juga melihat Leeteuk sudah bergabung bersama mereka.</p>
<p><strong>Leeteuk POV</strong></p>
<p>Kau juga sedih Inhyeong? Apakah aku bisa disampingmu Inhyeong? Huft!!</p>
<p>Kumasukkan ponselku kedalam saku, kuurungkan niatku untuk membalas pesan terakhir Inhyeong.</p>
<p>Aku melihat Eunhyuk dan anak-anak yang lain sangat ramai dibagian belakang bus, aku berdiri dari tempatku, kulihat Hyunji dia tenang bersama Yesung, aku berjalan menuju kebelakang dan bergabung bersama mereka</p>
<p>Mereka ramai, ramai sekali. Eunhyuk sangat menghidupkan suasana, ditambah tingkahnya yang terkadang konyol.</p>
<p>Kami bermain kertas gunting batu. Siapa yang kalah, akan mendapat pukulan di punggung.</p>
<p>Untungnya aku tidak. Tapi tiba-tiba Eunhyuk berteriak, “Hahaa!!!! Wook-ah, kau juga!!!”</p>
<p>Dia benar-benar bersemangat. Sangat bahkan. Aku melihat spion bus, kulihat Inhyeong memperhatikan kami. Kami atau hanya aku? Heh… aku terlalu banyak berharap pada Inhyeong.</p>
<p>“Teuk!! Giliran kau!!” Eunhyuk memanggilku, menyuruhku memukul Ryeowook.</p>
<p>Kami kembali bermain.</p>
<p><strong>Hyunji POV</strong></p>
<p>Eunhyuk membuat keributan, aku benar-benar tak bisa tenang. Astaga!!! Orang itu!!</p>
<p>“Oppa~ kau tak ingin bergabung bersama mereka?” tanyaku, aku tak melihat Yesung Oppa.</p>
<p>“Ani~ Oppa lebih senang menemanimu jagi…” ucapnya kecil, lalu merangkulku.</p>
<p>Aku menenggelamkan wajahku kepelukan Yesung Oppa. Seandainya sekarang ada Kyuhyun, mungkin Eunhyuk akan mendapatkan lawan yang seimbang…</p>
<p>^^^^^</p>
<p>Aku bersiap turun mengikuti Yesung Oppa, karena tinggal aku dan dia yang ada didalam bus. Mereka semua telah turun. Aku mengambil  hoodie-ku lalu turun.</p>
<p>“HOEEEK!!!!!!!” baru saja aku turun, aku melihat seseorang dibagian belakang mobil. Dia muntah?</p>
<p>“HOOEEKK!!!” lagi-lagi, sepertinya sangat tersiksa.</p>
<p>Ryeowook berlari melewati depanku dan Yesung Oppa, dia berlari sambil membawa segelas air minum, kebagian belakang bus.</p>
<p>“Hyuk…ini, minum dulu…” saran Wook, Hyuk? Jadi yang muntah Eunhyuk?</p>
<p>Aku tertawa kecil, mengingat dia didalam bus tadi sangatlah berbeda.</p>
<p>Yesung Oppa juga berjalan mendekati Eunhyuk. Ah~ biarlah.</p>
<p>Aku melambaikan tangan pada Inhyeong dan Hyerim yang sudah bermain air ditepi pantai.</p>
<p>“Ayo kemari Hyun!!!” Hyerim berteriak senang dan melambaikan tangannya, menyuruhku kesana.</p>
<p>Aku setengah berlari menuju kearah Hyerim dan Inhyeong. Samar-samar kulihat Leeteuk juga bermain air, tak jauh dari tempat Hyerim dan Inhyeong. Dia bersama teman-teman lain.</p>
<p>“Ayo!!” Hyerim menarik tanganku saat aku sudah dekat dengan mereka. Kakiku menyentuh air yang mengalir. Dingin~</p>
<p>Kami asik bermain air, lama sekali kita tak seperti ini…bermain bersama.</p>
<p>“A!! hahaha!!” Hyerim kadang berteriak karena Inhyeong menyipratkan air ditangannya.</p>
<p>Hampir seluruh kaki kami basah dengan air yang bercipratan.</p>
<p>Eunhyuk. Kenapa aku jadi terpikir dia? Aku melihatnya dari kejauhan, dia sudah tak ada. Yesung Oppa dan Ryeowook juga tak ada.</p>
<p>Kemana dia? Apa sudah baikan?</p>
<p>“Hyun…” Hyerim memanggilku, aku membalikkan tubuhku.</p>
<p>“Ne.” aku menjawab, tapi Hyukjae sudah didepanku, dia memamerkan gummynya. Astaga!! Dia hampir membuatku berteriak.</p>
<p>Aku melihatnya jengkel, dan berjalan menuju Hyerim disebelahnya.</p>
<p>“Ya!! Kau tak ingin bermain bersamaku?” tanyanya, aish!! Dia itu! Aku tak menghiraukannya.</p>
<p>Aku melihat Yesung Oppa tertawa kecil melihat tingkahku dan Eunhyuk.</p>
<p>Hyerim menarikku dan mengajakku bermain air lagi, juga Inhyeong.</p>
<p>Kami bermain seperti semula, yah.. sebelum akhirnya aku berteriak.</p>
<p>Seseorang mengangkat kakiku, sedang tangan satunya memegangi leherku. Aku mendongak melihat orang itu. Dia tersenyum gummy padaku. Eugh!! Kenapa Eunhyuk!!!!</p>
<p>Aku memukul dadanya. “Lepaskan aku!!” aku berteriak kesal, tapi Eunhyuk tak mendengarkanku, dia terus membawaku sambil berlari.</p>
<p>Aku melihat kebelakang melihat Inhyeong dan Hyerim sedikit terkejut melihat tingkah Eunhyuk.</p>
<p>“Aish!! Kau!! Eunhyuk!!!!! Turunkah aku!!!” aku berteriak, menarik kerahnya.</p>
<p>Tak lama, Eunhyuk menurunkanku, aku melihatnya kesal dan berlari meninggalkannya, tapi dia menahanku.</p>
<p>“Tunggu…lihatlah…” ujarnya, lalu menunjuk ke ujung pantai itu. Aku melihat tunjukkan tangannya.</p>
<p>Ommo!! Indah sekali. Awannya cerah!! Anginnya juga segar.</p>
<p>Perlahan, tangan Eunhyuk merangkul pundakku. Aku menggerakkan pundakku, agar Eunhyuk melepaskannya.</p>
<p>Kyu~ kenapa aku memikirkannya? Apa dia baik-baik saja?</p>
<p>Seandainya kau yang mengajakku kesini…aku pasti sangat menerima kau merangkulku Kyu~</p>
<p>“Hyun…” Eunhyuk memanggilku, aku mengusap cepat air mataku.</p>
<p>“Tak usah menutupinya…aku tahu kau memikirkan siapa” ucapnya pelan.</p>
<p>“Ah~ lewat 5 menit…” ucapnya. Apa? Aku melihatnya.</p>
<p>Eunhyuk tersenyum padaku. “Ini pertama kalinya saat aku mengenalmu, aku tak mendengar teriakanmu saat jam 5” ucapnya. Benarkah? Aku melihat jam tanganku. Jam 5 lewat 5 menit.</p>
<p>Hyuk~ astaga~ dia yang selalu menemaniku saat aku mimpi buruk.</p>
<p>“Gumawo” ucapku pelan.</p>
<p>“Ne. sekarang… apakah kita harus terus menuju kepantai untuk tak membiarkanmu tertidur?” tanyanya, aish!! Dia ini mulai lagi!!</p>
<p>Aku meninggalkannya sendiri.</p>
<p><strong>Leeteuk POV</strong></p>
<p>Aku melihat Hyunji meninggalkan Eunhyuk. Berhasil. Eunhyuk berhasil membuat Hyunji tak tertidur saat ini.</p>
<p>Aku berjalan cepat menghampiri Hyun.</p>
<p>“Ehem~” sapaku, dibelakang Hyun, dia melihatku, aku menyamakan jalanku dengannya.</p>
<p>“wae?” tanyanya, aku menggeleng.</p>
<p>“Sepertinya aku menemukan pengganti Kyuhyun secepat itu…” ucapku pelan, Hyunji berhenti, begitu juga aku. Dia melihatku dan menggeleng.</p>
<p>“Tak akan ada yang bisa menggantikan Kyuhyun…lagipula aku tak tertarik dengan Eunhyuk…” ucapnya.</p>
<p>“Benarkah? Bukankah dulu kau juga membenci Kyuhyun, dan sekarang kau mencintainya… mungkin saja itu berlaku pada Eunhyuk…” ucapku. Hyunji lagi-lagi menggeleng.</p>
<p>“Terkecuali Kyuhyun…” ucapnya pelan, lalu meninggalkanku. Aku menahan tangan Hyunji untuk tak pergi.</p>
<p>“Ayolah~ jangan berbohong padaku Hyun…” ucapku, memaksannya.</p>
<p>“Kau ingin kupanggilkan Inhyeong?” tanyanya, “jangan mengalihkan pembicaraan…” ucapku.</p>
<p>Hyun tertawa kecil.</p>
<p>“kalau kupanggilkan Inhyeong, apa kau akan bersikap bodoh seperti kemarin?” tanyanya lagi. aish!! Dia ini.</p>
<p><strong>Eunhyuk POV</strong></p>
<p>Baru saja Hyunji pergi dariku, Leeteuk sudah menghampirinya. Hyunji terlihat tertawa kecil.</p>
<p>Aish!! Pasti mereka membicarakan hal yang mengasikkan. Ck!! Tadi saat bersamaku ekspresi wajahnya tak seperti itu?</p>
<p>Saat Leeteuk menahan tangannya, Hyunji juga tak mengelaknnya… kenapa padaku dia seperti itu?</p>
<p>Kyuhyun pergi, sekarang Leeteuk?</p>
<p>Kapan giliranku membuat Hyunji tertawa senang?</p>
<p>Mereka terlihat berbicara dengan riang. Yah~ apa aku tak mungkin bisa membuat Hyunji mencintaiku? Aish!! Begitu sulitkah mendapatkan gadis sepertinya? Kenapa aku tak mencintai gadis lain saja? Gadis lain yang mengejar-ngejarku&#8230; bukan Hyunji yang sangat sulit kudapatkan.</p>
<p>“Hyuk!!! Ayo!!” ajak seorang namja, aku mengangguk dan mengikuti mereka bermain bola ditepi pantai, tapi perhatianku tetap pada Hyun. Aku tahu ini akan membuatku sakit, tapi aku juga tak ingin melewatkan apa yang dilakukan oleh mereka berdua.</p>
<p>Kami basah, tentu saja basah… kami bermain ditepi pantai, air pantai kadang bercipratan karena tendangan kami, mengenai pakaian juga tubuh kami.</p>
<p>Sejam penuh bermain, sangat asik. Aku mencari Hyun, tak ada… kulihat Inhyeong bersama Leeteuk, juga Yesung…dia sedang mengobrol bersama Hyerim. Ryeowook? Kemana dia?</p>
<p>Aku berjalan menuju bus untuk mengganti pakaianku yang basah. Kubuka kaosku dan masuk kedalam bus.</p>
<p>Saat aku masuk kedalam bus, kulihat Hyunji sedang duduk ditempatnya, dia tak melihatku karena aku masuk lewat pintu belakang bus.</p>
<p>Aku mencari pakaianku di ranselku, sepertinya dia merasa kedatanganku, Hyunji menengok kearahku. Aku hanya tersenyum padanya, sedang dia… seperti biasa, tak berkutik sama sekali.</p>
<p>Atau dia melihat tubuhku? Ommo!! Benarkah itu? Bisa jadi, bukankah tubuhku ini sangat keren?? ^^</p>
<p>Kupakai kaosku dan berjalan mendekat ke Hyun… aku melihat anak-anak yang lain dipantai, karena arah bus melintang dengan pantai, dan Hyunji sedang melihat pantai yang terkena sinar matahari sore.</p>
<p>Aku duduk disebelah Hyun. Dia tak berkutik.</p>
<p>“Tak ikut bersenang-senang dengan mereka?” tanyaku pelan, Hyunji menggeleng. Eh? Tumben sekali dia mendengarku? Padahal earphonenya masih menempel ditelinga.</p>
<p>Hyun melepas earphonenya dan menengok melihatku.</p>
<p>“Kau? Tak ikut bersenang-senang?” tanyanya, Ommo!!! Ini pertama kalinya dia bertanya padaku, nada bicaranya tak seketus biasanya. Aku menggeleng.</p>
<p><strong>Leeteuk POV</strong></p>
<p>Aku melihat Inhyeong bermain air sendiri… asik sekali dia…</p>
<p>Sedang Hyerim…tumben sekali dia bersama Yesung. Aku memperhatikannya, tapi tak jauh dari tempatnya bermain air sendiri.</p>
<p>Dia melihatku, aku tersenyum, Inhyeong membalasnya. Benarkah?</p>
<p>Kami tak berkutik, entah kenapa aku tak bisa melangkahkan kakiku… aish!! Bodohnya aku ini!!</p>
<p>Inhyeong masih asik bermain air… ck!! Dia juga tak kemari…</p>
<p>Sebentar lagi matahari akan tenggelam, aku dan Inhyeong akan melihatnya bersama? Untuk pertama kalinya?</p>
<p>Entah siapa yang memulai, jarakku dan Inhyeong tak sejauh tadi… kami tak saling berbicara, kami hanya tersenyum simpul sambil melihat kearah laut.</p>
<p>“Indah ya…” ucapku pelan, saat kulihat mega merah di ufuk.</p>
<p>“Ne. sangat indah…” ucapnya pelan.</p>
<p>Hampir tenggelam. Aku mengembuskan nafasku dan mengumpulkan keberanianku.</p>
<p>Perlahan, kuselipkan jariku di jari Inhyeong, dia tak menolak? Benarkah dia tak menolak? Aku melihatnya, dia tertunduk, apa itu artinya dia sedang tersipu?</p>
<p>Kami melihatnya berdua…</p>
<p><strong>Yesung POV</strong></p>
<p>“Yesung!!” Hyerim duduk disebelahku, aku tersenyum padanya.</p>
<p>“Kenapa sendiri?” tanyanya, “Yang lain punya kesibukan sendiri…” ucapku pelan. Dia tersenyum centil, senyum yang selalu menghiasi wajahnya. Lucu sekali… dia benar-benar ceria.</p>
<p>“Boleh aku temani?” tanyanya, aku mengangguk.</p>
<p>Dia yeoja yang aktif…lucu…juga cerdas.</p>
<p>Dia banyak bicara, tapi itu yang membuatnya selalu ingin kulihat.</p>
<p>“Oppa!! Lihat…indah~” ucapnya, aku melihat telunjuknya mengarah kemega merah.</p>
<p>“Ne. indah sekali~” ucapku pelan.</p>
<p>Kenapa aku dan dia seperti sepasang kekasih? Melihat matahari tenggelam berdua, duduk dipinggir pantai. Entahlah~</p>
<p><strong>Hyunji POV</strong></p>
<p>Aku melihat Inhyeong bersama Leeteuk, di kejauhan. Mereka akhirnya bisa berdua seperti itu. Ah~ senang sekali melihatnya. Apa Leeteuk akan mengatakannya pada Inhyeong sekarang? Atau Inhyeong yang akan mengatakannya?</p>
<p>Dan di ujung pantai lainnya, aku melihat Yesung Oppa dan Hyerim. Mereka cocok sekali. Kalau mereka, aku yakin sekali kalau Hyerim yang akan mengatakan kalau dia menyukai Yesung Oppa.</p>
<p>Tangan Eunhyuk mengusap pipiku, aku sedikit kaget.</p>
<p>“Kau menangis?” tanyanya, aku mengusap pipiku. Benar. Kenapa aku menangis?</p>
<p>“Kyuhyun ya?” tanyanya, benarkah karena Kyuhyun? Atau aku hanya senang melihat sahabatku mendapatkan namja yang dicintainya? Aku menggeleng pelan.</p>
<p>“Jujur saja…aku sedih sekali melihatmu sedih Hyun…” ucapnya pelan, “Aku tahu ini konyol, aku tahu ini bodoh menurutmu, tapi… aku senang bisa disampingmu sekarang…” tambahnya.</p>
<p>Apa yang dia katakan? Jangan bilang tebakan Leeteuk tentang Eunhyuk benar. Kalau dia menyukaiku? Aish!! Itu tak mungkin, bukankah banyak yeoja yang tergila-gila padanya?</p>
<p>“Aku tahu aku bodoh Hyun… tapi aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku…” ucapnya, aku menggeleng.</p>
<p>“Kau tak bodoh Hyuk…mian, aku…” apa aku sanggup mengatakan kalau aku masih sangat mencintai Kyuhyun? Aish!! Kenapa aku jadi begini? Biasanya aku tak begini kan pada Eunhyuk?</p>
<p>Sinar orange menyentuh wajah kami, aku mengalihkan pandanganku melihat laut sore. Indahnya!!</p>
<p>“Saranghae…” apa itu? Aku tak salah dengar? Aku mendengar Eunhyuk membisikkan itu? Tubuhku membeku. Aku membalikkan wajahku melihat Eunhyuk. Kini wajahnya tepat didepanku.</p>
<p>Untuk pertama kalinya aku melihatnya sedekat ini, dia… dia tampan~</p>
<p>Hyuk lebih mendekatkan wajahnya lagi, beberapa detik…aku merasakan ujung bibir lembabnya menyentuh bibirku.</p>
<p>“Ne!! tahun depan lagi!!” aku mengalihkan posisiku, mendengar orang masuk kedalam bus. Kulihat matahari sudah tenggelam. Waktunya pulang.</p>
<p>“Yesung-ah~ jika duduk dibelakang aku akan mabuk lagi… lebih baik aku disini…” ucapnya. Mwo? Apa dia bilang? Aku melihat Yesung Oppa mengangguk. Apa? Yesung Oppa mengiyakan?</p>
<p>“Oppa…” “Tak apa…Oppa dibelakangmu.” Ucapnya. Aish!!aku melihat Eunhyuk, dia memamerkan gummynya lagi. Eugh!!</p>
<p>Aku melihat Inhyeong dan Hyerim masuk kedalam bus dan duduk ditempatnya semula, diikuti Leeteuk.</p>
<p>Bus mulai berjalan, suasananya lebih tenang dibanding saat kami berangkat. Aku mendengar Yesung Oppa menyanyi. Merdu sekali. Suaranya bisa membawaku kealam mimpi. Indah~</p>
<p><strong>Inhyeong POV</strong></p>
<p>Suara Yesung… astaga~ kenapa indah sekali? Aku tahu Hyunji pasti terlelap…</p>
<p>Aku melihatnya, eh? Benar kan? Dia terlelap, menyandarkan kepalanya ke kursi. Tak lama, aku melihat Eunhyuk melihat Hyun. Em? Apa yang akan dia lakukan ya?</p>
<p>Eunhyuk bereaksi, dia menggeser kepala Hyunji pelan, Eunhyuk menyentuhkan kepalanya kekepala Hyun. Astaga~ lucu sekali!! Tak lama, Eunhyuk juga tertidur. Ck!! Mereka itu.</p>
<p>Aku berharap Hyunji bisa mendapatkan yang terbaik. Entah itu Kyuhyun atau Eunhyuk.</p>
<p>Aku jadi penasaran bagaimana reaksi Hyunji saat melihatnya tertidur seperti ini.</p>
<p>Aku mengeluarkan ponselku dan mengambil photo Hyunji dan Eunhyuk sedang terlelap.</p>
<p>Aku bangkit dari tempatku dan berdiri didepan mereka, mengambil photo mereka berdua. Kalau sekilas dilihat, mereka seperti tak pernah berkelahi saja.</p>
<p>Pandanganku beralih ke Leeteuk, dia juga terlelap…</p>
<p>*****</p>
<p>Satu pesan? Siapa yang mengirimiku pesan pagi-pagi seperti ini? Aku membukannya.</p>
<p>Leeteuk?</p>
<p align="center"><em>“Pagi…semoga harimu menyenangkan…”</em></p>
<p>Aku tersenyum kecil. Tentu saja menyenangkan Teuk… bagaimana tak menyenangkan jika aku melihatmu?</p>
<p>Aku mengambil kunci mobilku dan berangkat ke sekolah.</p>
<p>Kelanjutan hubunganku dengan Leeteuk? Tak banyak. Setelah dia memegang tanganku beberapa minggu lalu. Dia tak mengatakan apapun padaku.</p>
<p>Bahkan dia sekarang semakin dekat dengan Hyun.</p>
<p>Apa aku yang harus mengatakan kalau aku mencintai Leeteuk? Tapi jika aku hanya salah paham karena sikap baiknya? Ah~ aku harus bagaimana?</p>
<p>Aku turun dari mobilku saat sampai di sekolah.</p>
<p>Kulihat mobil Leeteuk juga baru parkir. Dia turun. Bersama Hyun. Hyun? Kenapa bersama Hyun? Leeteuk menjemput Hyun? Ini baru pertama kalinya mereka kesekolah berdua atau mereka memang sudah sering berangkat bersama?</p>
<p>Aish!!! Perasaanku jadi tak enak!! Ck!! Aku segera bergegas ke kelas dan tak memperdulikan mereka.</p>
<p>Baru saja Leeteuk membuatku berfikir kalau dia benar-benar perhatian padaku. Tapi tidak!! Dia hanya memikirkan Hyunji sepertinya. Dan Hyun? Tak cukup Kyuhyun mencintainya? Apa dia juga menginginkan Leeteuk menjadi kekasihnya? Aish!!</p>
<p>Kulihat Hyerim melangkah malas kedalam kelas. Eh? Kenapa dia? Aku bisa pastikan dia belum bertemu Yesung.</p>
<p>“Ya!! Wajahmu jelek sekali!” ucapku kesal. Hyerim duduk disampingku.</p>
<p>“Hyerim… kau kenapa?” tanyaku, melihat wajah suntuk Hyerim. Dia menggeleng.</p>
<p>“Hm? Kau belum bertemu Yesung?” tanyaku, Hyerim menggeleng lagi.</p>
<p>“hari ini sampai beberapa hari kedepan mungkin aku tak bisa bertemu dengan Yesung…” ucapnya. Eh? Kenapa? “Dia dirawat dirumah sakit, tiba-tiba saja semalam dia menggigil hebat…” lanjutnya.</p>
<p>Benarkah? Jadi Hyunji sendirian dari semalam? Dia tak menghubungiku. Ya Tuhan~ harusnya aku tak kesal pada Hyunji tadi.</p>
<p>Aku beranjak keluar dari kelas dan berjalan menuju kelas Hyun. Dia terlihat lemas, Hyunji menenggelamkan wajahnya di atas tasnya diatas meja. Aku melangkahkan kakiku berjalan mendekati Hyun, tapi kulihat Leeteuk lebih dulu duduk disebelah Hyun. Dia mengusap kepala Hyunji perlahan. Ya!! Leeteuk tak melihat aku disini!! Eugh!! Terserah!!!</p>
<p><strong>Leeteuk POV</strong></p>
<p>Aku melihat Eunhyuk menunggu Yesung diruang rawatnya. Dari semalam dia disini menemani Hyun. Dia baik sekali.</p>
<p>“Hyuk~” panggilku, dia menoleh. “Pulanglah dulu, mandi dan bergegas berangkat sekolah…” ucapku, dia menggeleng.</p>
<p>“Ani…aku menunggu Yesung saja…kata Hyun, jangan sampai Ibu dan Ayahnya tahu tentang keadaan Yesung, jadi… biar aku yang menjaga Yesung, oh, iya… tolong antar Hyunji pulang dan berangkat sekolah bersama ya…” ucapnya. Dia mengatakan itu dengan wajah kesal. Ah~ aku tahu… dia pasti berat mengatakan Hyunji berangkat bersama denganku kan? Terlihat jelas di wajahnya…</p>
<p>^^^^^</p>
<p>“Teuk…sebentar ya…” ujar Hyun, aku mengangguk dan menunggu didalam mobil, kami sudah siap akan berangkat kesekolah.</p>
<p>Aku mengambil ponselku dan mengetik pesan untuk Inhyeong,</p>
<p align="center"><em>“Pagi…semoga harimu menyenangkan…”</em></p>
<p>Inhyeong… aish!! Kapan aku punya keberanian untuk mengatakan kalau aku mencintainya? Huft!!! Haruskah kali ini aku meminta bantuan kepada Hyunji lagi? bukankah dia yang sudah mendekatkan kami, dan haruskah dia yang mengatakan juga kalau aku mencintai Inhyeong?</p>
<p>Aku melihat Hyunji keluar rumahnya, dia setengah berlari.</p>
<p>“Ayo!!” ajaknya. “Tak perlu berlari Hyun, nanti kau jatuh…” ucapku pelan. Dia melihatku dan tersenyum.</p>
<p>“Kau seperti Yesung Oppa…” ucapnya. “Kau tak memanggilku Oppa?” tanyaku lagi. dia terlihat malas menanggapiku. Aku tertawa kecil melihat tingkahnya.</p>
<p>Kulajukan mobilku menuju kesekolah.</p>
<p>^^^^^</p>
<p>Hyun langsung masuk kekelas, wajahnya masih saja suntuk. Ah~ apa yang bisa kuperbuat?</p>
<p>Aku meletakkan tasku dan duduk disebelahnya. Kuusap kepalanya lembut. Dia melihatku.</p>
<p>“Jangan bersedih…kata Dokter, Yesung hanya kelelahan kan?” tanyaku, Hyunji tak bereaksi.</p>
<p>“Tadi Inhyeong melihat kita Teuk…” ucapnya. Mwo? Inhyeong? Aku melihat kearah pintu masuk. Tak ada orang.</p>
<p>“Tak ada…” “Tolong kejar dia…” ucapnya. Aku mengangguk dan keluar kelas.</p>
<p>Aku melihat Inhyeong berjalan menjauh dari kelasku. Kukejar dia.</p>
<p>“Inhyeong..” panggilku, dia menoleh melihatku, ah~ dia tampak suntuk.</p>
<p>“Kau ingin bicara dengan Hyun?” tanyaku. Inhyeong menggeleng.</p>
<p>“Dia membutuhkanmu sekarang…” ucapku, Inhyeong berfikir sebentar dan kembali kekelasku.</p>
<p>Apa yang dilakukan Inhyeong tadi karena dia cemburu padaku dan Hyun?</p>
<p>Benarkah itu?</p>
<p>Aku senang. Tapi apakah dia harus cemburu pada sahabatnya sendiri?</p>
<p>Huft!! Kapan aku harus mengatakan kalau aku mencintai Inhyeong!! Ck!!</p>
<p>Kulangkahkan kakiku kembali kekelas, aku masuk kekelas melewati pintu belakang kelasku. Mereka sedang berbincang. Inhyeong sedang mengelus pundak Hyun. Ah~ Syukurlah dia bisa mengatasi rasa cemburunya…</p>
<p><strong>Hyunji POV</strong></p>
<p>Inhyeong berusaha menutupinya? Benarkah dia cemburu padaku dan Leeteuk? Tapi kenapa? Bukankah dia tahu aku dan Leeteuk memang dekat?</p>
<p>“Besok kujemput saja ya?” tawarnya. Aku menggeleng.</p>
<p>“Mungkin aku tak akan masuk sekolah…” ucapku pelan. Inhyeong terlihat sedikit terkejut. Tentu saja, dia benar-benar tahu aku tak ingin membolos sama sekali… dan sekarang, aku ingin sekali.</p>
<p>Beberapa minggu ini Yesung Oppa terus bekerja, itu yang membuat keadaannya drop. Aku benar-benar tak ingin melihat Yesung Oppa sakit seperti ini.</p>
<p>^^^^^</p>
<p>“Oppa…kau ingin makan apa?” tanyaku saat diruang inap Yesung Oppa, dia menggeleng.</p>
<p>“Aku ingin nasi gorengmu…” jawab Eunhyuk. Aish!! Dia ini!!</p>
<p>“Keluarlah membeli makanan Hyun, kau pasti belum makan kan?” tanya Yesung Oppa. Aku menggeleng. “Tak lapar…” jawabku.</p>
<p>“Ya!! Lusa Oppa akan pulang, tak apa Hyun… Oppa hanya kelelahan…” ucapnya. Aku mengangguk. “Ne. aku benar-benar tak lapar Oppa…” ucapku.</p>
<p>Aku duduk disofa dan melihat ponselku, 1 panggilan tak terjawab? Leeteuk? Ada apa?</p>
<p>Tak lama, ponselku bergetar, Leeteuk kembali menghubungiku. Aku keluar dari ruangan Yesung Oppa dan mengangkatnya.</p>
<p>“Wae?” tanyaku. “Besok kujemput?” tanyanya, aish!! Dia ini bagaimana, tentu saja iya!!</p>
<p>“Atau kau bersama Eunhyuk?” tanyanya lagi sebelum aku menjawab pertanyaannya.</p>
<p>“Teuk!! Kau ini, jangan mulai…percayalah aku tak ada hubungan apa-apa dengannya…sudahlah, jangan membahasnya…” ucapku.</p>
<p>“Hm? Baiklah, tapi kau tahu, kemarin saat dia menyuruhku mengantarmu sekolah, dia terlihat berat sekali Hyun…”</p>
<p>“Ya!! Kubilang jangan bicarakan dia lagi!! atau kuputuskan,,” “Okey..okey…” ucapnya, sebelum aku menyelesaikan bicaraku.</p>
<p><strong>Eunhyuk POV</strong></p>
<p>Aku keluar dari ruangan Yesung, kulihat Hyunji membelakangiku, kini dia tak jauh didepanku.</p>
<p>“Teuk!! Kau ini, jangan mulai…percayalah aku tak ada hubungan apa-apa dengannya…sudahlah, jangan membahasnya…” ucap Hyun, dia sedang menelpon Leeteuk? Tak ada apa-apa dengan siapa? Kenapa begitu khawatir? Apa benar mereka sudah menjadi sepasang kekasih?</p>
<p>“Ya!! Kubilang jangan bicarakan dia lagi!! atau kuputuskan,,” ucapnya, lagi. Apa!! Memutuskan hubungannya dengan Leeteuk? Jadi benar? Leeteuk dan Hyunji sudah menjadi sepasang kekasih?</p>
<p>Bukankah Kyuhyun baru saja pergi beberapa bulan lalu? Kenapa Leeteuk menyatakan perasaannya begitu cepat?</p>
<p>Panas sekali hatiku. Aku masuk kedalam ruangan Yesung lagi.</p>
<p>“Hei…kenapa wajahmu?” tanya Yesung, aku menggeleng, dan berjalan kearahnya.</p>
<p>“Hyuk…kenapa?” tanyanya lagi. bukankah Yesung sahabatku? Apakah aku harus mengatakan padanya kalau aku menyukai Hyunji lebih?</p>
<p>“Aku…bolehkah aku jujur padamu?” tanyaku, Yesung mengangkat alisnya, lalu mengangguk.</p>
<p>“Yesung-ah, kau tahu Hyunji mencintai siapa?” tanyaku, dia mengangguk.</p>
<p>“Hyun sangat mencintaiku…” ucapnya, aish!! Dia ini!! Kenapa bercanda!!</p>
<p>“Maksudku mencintai laki-laki… lawan jenis…” “Kyu, hampir tiga tahun lalu…” ucapnya.</p>
<p>“Kalau aku…em” aku mengulum bibirku, “Kau juga mencintainyaa?” tanyanya, tunggu… bukankah Yesung hanya tahu aku menyukai Hyun? Bukan mencintainya kan?</p>
<p>“Itu terlihat sekali Hyuk…” ucapnya, benarkah? “Begitu terlihat?” tanyaku.</p>
<p>Yesung tertawa melihatku.</p>
<p>“Aku tak melarang siapapun membahagiakannya, tapi aku akan sangat melarang, siapapun menyakitinya…” ucapnya. Apa maksudnya?</p>
<p>“Apa aku pernah menyakitinya?” tanyaku, Yesung menggeleng.</p>
<p>“Aku tak pernah sekalipun melihat Hyunji menangis karenamu…” ucapnya.</p>
<p>Apa itu berarti Yesung memperbolehkanku mendekati Hyun?</p>
<p>Tapi apa Yesung tahu, kalau Hyunji sudah menjadi kekasih Leeteuk?</p>
<p>*****</p>
<p>Wajah Hyunji terlihat sangat lelah… tapi dia juga cantik. Ah~ dia sangat cantik pagi ini…</p>
<p>“Ehem!!” Yesung berdehem, aku sadar dan melihat Yesung sedang melihatku berdiri didepan pintu kamar mandi. Aku mengusap rambutku dan berjalan menuju kearah Yesung.</p>
<p>“Kau sudah bangun?” tanyaku basa basi. “Jangan melihatnya terus.. nanti kau bisa terhipnotis dengan kecantikannya…” ucapnya. Heh? Tanpa melihatnya selama itupun aku sudah terhipnotis dengannya…</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>to be continued&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpopff.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpopff.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpopff.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpopff.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpopff.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpopff.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpopff.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpopff.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpopff.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpopff.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpopff.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpopff.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpopff.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpopff.wordpress.com/414/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=414&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d894cc18a2bded3c5d52729e7207421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">capcipcupu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Because Your Love [Part 8]</title>
		<link>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-8/</link>
		<comments>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-8/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 13:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lovels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jongwoon]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Hyukjae]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jungsoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpopff.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Cast : Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ] Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs] Aku sedikit terkejut. Aku menahan senyum diwajahku “Inhyeong?” tanyaku memastikan, Leeteuk mengangguk. “Wah!! Itu kemajuan yang bagus Teuk!” ujarku senang mendongak melihatnya, tapi wajahnya tak mengiyakan. “Tadinya aku fikir akan mudah. Tapi ternyata aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=411&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://www.freeimagehosting.net/001c7"><img class="aligncenter" src="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" alt="" width="518" height="403" /></a></p>
<p>Cast :</p>
<p>Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ]</p>
<p>Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs]</p>
<p>Aku sedikit terkejut. Aku menahan senyum diwajahku “Inhyeong?” tanyaku memastikan, Leeteuk mengangguk.</p>
<p>“Wah!! Itu kemajuan yang bagus Teuk!” ujarku senang mendongak melihatnya, tapi wajahnya tak mengiyakan.</p>
<p>“Tadinya aku fikir akan mudah. Tapi ternyata aku lebih bodoh!” ujarnya, aku menarik tangan Leeteuk, dan menyuruhnya duduk didepanku.</p>
<p>“Ceritakan secara detail” ujarku.<span id="more-411"></span></p>
<p>Leeteuk menceritakan semua kejadiannya, dan itu membuatku tertawa… dia memang bodoh!!</p>
<p>“Sstt!! Hyun, suaramu bisa terdengar sampai luar!” ujarnya, Leeteuk membungkam mulutku.</p>
<p>Aku memukul tangannya agar dia melepaskanku.</p>
<p>“Ara..ara…” ujarku, masih mengontrol tawaku.</p>
<p>aku melihatnya tertawa. “Kenapa ikut tertawa?” tanyaku. Leeteuk menggeleng.</p>
<p>“Aku menyukai kau tertawa seperti ini…” ujarnya. Aku mengangguk.</p>
<p>“Kau yang membuatku tertawa seperti ini Teuk…gumawo” ujarku.</p>
<p>“Aku? Hanya aku…atau eunhyuk juga?” tanyanya, aish!! Dia ini!</p>
<p>“Dia tak termasuk Teuk!! Jangan membuat perasaanku kembali buruk!” ujarku kesal. Leeteuk tertawa melihat wajahku.</p>
<p>“Iya..iya.. hanya aku!!” ujarnya, Leeteuk memaksakan bibirku tersenyum dengan tangannya.</p>
<p>Aku mendengar suara bel lagi.</p>
<p>“Siapa lagi?” tanyaku. “Mungkin Yesung sudah pulang…” ujarnya, aku mengangguk.</p>
<p>“Sudah waktunya Yesung Oppa pulang…” ujarku.</p>
<p>“Hei… panggil aku Oppa…” ujarnya, heh? Kenapa tiba-tiba?</p>
<p>“Mwo? Ani! Umur kita hampir sebaya Teuk!!” ujarku. “Kau dan Yesung juga hampir sebaya… kenapa memanggilnya Oppa?” tanyanya. Aku menjitak kepalanya.</p>
<p>“Dia kan Kakakku!! Bodoh!!”</p>
<p>“Sekali saja…” rengeknya, he?</p>
<p>“Aniyeo!! Jika Yesung Oppa tahu, dia akan merasa tersaingi Teuk…” candaku.</p>
<p>“Aku tersaingin oleh siapa?” astaga!!</p>
<p>“Speak of the devil!” bisikku pelan, melihat Yesung Oppa berjalan menuju kearahku didapur.</p>
<p>Aku berlari kecil dan langsung memeluk Yesung Oppa.</p>
<p>“Anieyo!!” ujarku kecil, aku memeluk erat Yesung Oppa, jujur saja, aku masih takut kejadian tadi.</p>
<p>“Kenapa kau?” tanya Yesung Oppa, aku melihatnya dan menggeleng.</p>
<p>“aku baik-baik saja Oppa…” ujarku tersenyum kecil. Kyuhyun. Kemana dia?</p>
<p>Aku melepas pelukan Yesung Oppa dan melangkah keruang tamu.</p>
<p>“Ah, iya… hampir saja lupa…Omma mengundang keluargamu kerumahku, sebelum aku ke China” aku mendengar suara Kyuhyun, menannyakan pada Inhyeong?</p>
<p>Sedekat itukah hubungan keluarga mereka? Kenapa begitu sakit mendengar Kyuhyun menanyakan itu?</p>
<p>“Pasti Kyu… tak mungkin kami tak kerumahmu…” Inhyeong mengiyakan.</p>
<p>Kenapa bisa seyakin itu?</p>
<p>Aku melangkah mendekati mereka agar bisa melihat salah satu dari Inhyeong ataupun Kyuhyun, tapi eunhyuk tiba-tiba saja muncul hadapanku.</p>
<p>“Ah!!” membuatku terkejut.</p>
<p>“Hyun…hehe..mian” ujarnya enteng. Aku berjalan melewatinya. Inhyeong dan Kyuhyun masih ditempatnya…</p>
<p>“Hyun…” Inhyeong melihatku dan langsung memelukku.</p>
<p>“Kau baik-baik saja kan?” tanyanya, dia sedikit khawatir.</p>
<p>“Ne. tak apa Inhyeong…” ucapku.</p>
<p>Aku menarik tangan Inhyeong menuju kekamarku. Aku tak ingin Kyuhyun bertanya kenapa Inhyeong menannyakan keadaanku.</p>
<p>“Ya!! Kau itu kenapa?” tanyanya, aku menggeleng.</p>
<p>“Jangan ceritakan apapun pada Kyuhyun… termasuk, tentang Ryeonggi Ahjusshi yang datang kesini…” ujarku saat dikamar. Inhyeong mengerenyitkan dahinya.</p>
<p>“Wae? Ah? Jangan bilang kau tak mengatakan padanya?” tanyanya, aku mengangguk.</p>
<p>“Aku tak ingin Yesung Oppa tahu… aku mohon Inhyeong…” dia mengangguk.</p>
<p>“Oia…aku dan Leeteuk, hari ini jalan-jalan berdua…” ujarnya senang.</p>
<p>“Ah…ne, Leeteuk menceritakan padaku… dan dia sangat bodoh!! Kau juga!!” ujarku kesal.</p>
<p>“Hyun…kau tak tahu rasanya! Aku sangat gugup didepannya!! Aku tak bisa mengatakan apa-apa jika aku hanya berdua dengannya!” sesalnya. Aku tertawa kecil melihat reaksi Inhyeong… dia benar-benar kacau saat didepan Leeteuk.</p>
<p>“Hm…iya, kau benar-benar buruk… sama sepertinya!!” candaku.</p>
<p>“Aku tak bercanda Hyun…” Inhyeong merengek. Aku menggeleng. “Aku juga…” tapi aku masih tertawa mengingat cerita Leeteuk.</p>
<p>“Hyun~ jangan tertawa lagi…” rengeknya lagi. Aku mengontrol tawaku, dan berusaha tak tertawa lagi.</p>
<p>“Baiklah…” aku menghela nafas.</p>
<p>“Kau senang sekali jika aku dan Leeteuk dalam keadaan bodoh seperti ini?” tanyanya, aku tersenyum.</p>
<p>“Siapa bilang aku senang…aku hanya menyayangkan kesempatan itu!! Kalau saja saat itu aku ada disana… aku akan berteriak kalau kau mencintainya Inhyeong…” ujarku. Inhyeong menghela nafasnya berat.</p>
<p>“Tapi sayangnya kau tak ada disana…” keluhnya, ah~ kasian juga Inhyeong…</p>
<p>Aku memeluknya.</p>
<p>“Aku janji…aku akan mengatakan perasaan kalian berdua Inhyeong…” ujarku. Dia melihatku.</p>
<p>“Jeongmal?” tanyanya, aku mengangguk.</p>
<p>“Kapan?” tanyanya lagi. “Nanti…” ujarku lagi.</p>
<p>^^^^^</p>
<p>Aku mengupas bawang untuk makan malam hari ini, Kyuhyun, Yesung Oppa dan Eunhyuk, sama sekali tak ada yang bisa membantuku. Yesung Oppa… ah~ dia tak akan bisa membantuku. Kyuhyun…aku bisa mati gugup jika didekatnya. Eunhyuk…ah!! Aku bisa memastikan kalau dia akan membuatku stress.</p>
<p>“Membutuhkan bantuanku?” aku mendengar seseorang bertanya, aku menoleh.. ah~ ini dia yang kutunggu.</p>
<p>Aku mengangguk pada Ryeowook, dia berjalan kearahku dan melihat yang kukerjakan.</p>
<p>“Kau ikut menginap disini Wook?” tanyaku, selama ini memang Ryeowooklah yang paling bisa membantuku. Dia itu benar-benar namja yang keren!!</p>
<p>“Ne” jawabnya singkat, Ryeowook dan aku asik memasak. Sangat asik.</p>
<p>Dia mengerti banyak tentang memasak. Aku bahkan belajar memasak darinya.</p>
<p>“Hyun-ah, tolong angkat airnya…” ujarnya. Aku mengangguk. Aku mengambil jampel dan mengangkat panci berisi air mendidih itu.</p>
<p>“Wookie…letakkan dimana?” tanyaku, Ryeowook terlihat sibuk mengemasi barang-barang yang ada dimeja.</p>
<p>“Sebentar Hyun, letakkan disini…” ujarnya, dia masih terlihat sangat sibuk, sepertinya akan lama, sedangkan jampel yang kupegang di tangan kananku hampir terlepas.</p>
<p>“Wook!! Cepat!!” aku berteriak agar Ryeowook lebih cepat meminggirkan karena panci itu terasa sangat berat, dan satu jampelku hampir lepas.</p>
<p>Belum selesai Ryeowook membereskan barang di meja itu, jampel ditangan kananku terlepas dan aku terpaksa memegangnya dengan tanganku, tapi itu sangat panas, membuatku melepaskannya.</p>
<p>Air di panci itu tertumpah kelantai juga pancinya, membuat suara ribut di dapur.</p>
<p>“Au!!” aku berteriak saat tanganku yang memegang telinga panci sangat kepanasan.</p>
<p>“Hyun!!” aku mendengar suara Yesung Oppa. Disertai beberapa langkah orang berlari. Tanganku memerah. Panas sekali!!</p>
<p>Eunhyuk menggiringku ke westafel dan menyalakan air keran.</p>
<p>Tapi Kyuhyun menarik tanganku dari Eunhyuk.</p>
<p>“Cepat pakai ini Hyun…” ujarnya lalu membuka odol yang dia bawa.</p>
<p><strong>Eunhyuk POV</strong></p>
<p>Aku menyalakan keran untuk membasuh tangan Hyunji yang mulai memerah, astaga!! Itu sakit sekali.</p>
<p>Belum sempat aku menadahkan tangan Hyunji dibawah keran air, Kyuhyun menarik tangan Hyunji dan membuka odol yang dibawanya.</p>
<p>Aku ingin menariknya lagi, tapi…lebih baik salah satu dariku atau Kyuhyun yang mengobati Hyun.</p>
<p>Aku membiarkan Kyuhyun mengoleskan odol, sedangHyunjidia menahan sakit, astaga… kasihan sekali dia.</p>
<p>Aku melangkah agar aku bisa memeluk Hyun, tapi Yesung lebih dulu memeluk Hyun.</p>
<p>“Hyun, tahan sedikit lagi…” Yesung memeluk Hyun.</p>
<p>Ah~ sudahlah… aku mengambil panci yang terjatuh di lantai dan meletakkannya di westafel.</p>
<p>Aku melihat Yesung membawaHyunjikedepan, dan Kyuhyun, dia juga ikut.</p>
<p>Aku mengepel lantai yang basah, dan Ryeowook melanjutkan masaknya.</p>
<p>Aku meletakkan pel di westafel dan melihat Ryeowook yang masih berkutat dengan barang-barang dapur.</p>
<p>“Kau mau Hyuk?” tanyanya, aku melihatnya dan mengangguk.</p>
<p>“Boleh?” tanyaku balik. Ryeowook tersenyum padaku, dan menggeleng.</p>
<p>“Nanti…kita makan bersama-sama…” ujarnya. Eh? Aku pikir akan diperbolehkan. Ck!!</p>
<p>Aku berjalan keluar dapur untuk melihat keadaan Hyun.</p>
<p>Aku melihat Kyuhyun duduk disebelah Hyun, dan Yesung… dia terlihat keluar dari kamarnya.</p>
<p>Yesung membersihkan kakiHyunjiyang tadi memang terkena percikan air panas.</p>
<p>Aku melihat goresan pisau ditanganku… ah~ jadi teringat saat gadis galak itu mengobati lukaku.</p>
<p>SyukurlahHyunjibaik-baik saja. Yah… untung saja.</p>
<p>“Eunhyuk…jangan melamun, bantu aku bawakan makanan…” ujar Ryeowook, sedang dia membawa beberapa mangkok menuju meja makan yang masih satu ruangan dengan dapur.</p>
<p>Aku menuju kearah Ryeowook dan membantunya.</p>
<p>Setelah siap semua, aku memanggil Yesung, Hyunji dan Kyuhyun untuk makan bersama.</p>
<p>“Hei!! Ayo makan!!” ajakku lalu memamerkan senyumku pada mereka.</p>
<p>Aku memang biasa makan bersama Yesung dan Ryeowook, juga Hyun, aku juga biasa makan bersama Kyuhyun. Tapi sekarang, kami semua berkumpul, jujur saja aku sedikit tak merasa nyaman, mungkin Kyuhyun dan Hyun.</p>
<p>Aku sangat terbiasa membuat Hyunji kesal dan melihatku. Dan kini, aku melihat Kyuhyun yang selalu ada didekat Hyun.</p>
<p>Dan Hyun…aku dengar selama ini dia selalu kesal dan berteriak jika Kyuhyun menganggunya, tapi… aku benar-benar tak melihat Kyuhyun menganggunya dan Hyunji berteriak…mereka bahkan seperti saling menyukai… dan aku? Siapa aku disini? Hanya teman Yesungkah?</p>
<p>“Hyuk…ayo makan…” Yesung membangunkanku dari lamunan, aku melihatnya dan mengangguk.</p>
<p>Aku mengambil piring didepanku dan mengambil nasi dan meletakkannya dipiringku.</p>
<p>Hyun, bagaimana dia bisa makan dengan kondisi seperti itu? Tangannya pasti masih panas sekali.</p>
<p>Bukankah aku masih berhutang menyuapinya makan?</p>
<p>Sewaktu tanganku tergores pisau, Hyunji yang menyuapiku kan?</p>
<p>Apa sekarang aku harus menyuapinya? Aku ingin… tapi bagaimana dengan Kyuhyun?</p>
<p>Ah~ aku ini berfikir apa… mana mungkin Hyunji mau kusuapi, sedangkan disini ada namja yang dicintainya.</p>
<p>“Hyuk…” aku mendengar Hyunji memanggilku, aku melihatnya yang ada dihadapanku.</p>
<p>“Cepat makan, nasimu sudah dingin…” ucapnya, aku kembali mengangguk dan memakan makananku.</p>
<p>^^^^^</p>
<p>Apa aku seharusnya pulang saja? Lagipula untuk apa aku disini?</p>
<p>Biasanya aku disini untuk menjaga Hyun, tapi sekarang ada Yesung bahkan Kyuhyun, haruskah aku juga menjaganya?</p>
<p>“Hyuk…” Kyuhyun duduk disebelahku, aku melihatnya, dia sudah berganti pakaian.</p>
<p>“Ne…”</p>
<p>“Em…sebentar lagi aku akan pergi dari Korea…” ucapnya, aku mengangguk.</p>
<p>“Ne. aku akan merindukanmu Kyu, sering-sering menghubungi kami ya…” ucapku, dia mengangguk.</p>
<p>“Itu pasti… dan kau,walaupun kita baru saja kenal…aku ingin membicarakan hal ini padamu…” ucapnya, hal apa? Seserius itu?</p>
<p><strong>Hyun POV</strong></p>
<p>Aku duduk dipinggir tempat tidurku, aku melihat tanganku yang masih memerah.</p>
<p>Tadi Kyuhyun yang mengolesi odol ya? Astaga… aku senang… senang sekali…</p>
<p>Ternyata dia perhatian padaku ya? Debaran jantungku masih tersisa…</p>
<p>“Ehem~” Yesung Oppa masuk kedalam kamarku dan duduk disebelahku.</p>
<p>“Masih sakit?” tanyanya, aku menggeleng.</p>
<p>“Oppa rasa, rasa sakitmu akan hilang seketika karena yang mengobati adalah Kyuhyun…” ucapnya,aku tersenyum kecil, tapi sebenarnya aku memang tersipu.</p>
<p>“Ayo keluar…kau tak ingin mengobrol dengan Kyuhyun?” tanyanya, aku melihatnya.</p>
<p>“Mengobrol apa?” tanyaku lagi, Yesung Oppa tersenyum melihatku.</p>
<p>“Mengobrol tentang hubungan kalian…kau tak ingin mendapat kejelasan tentang hubungan ini? Bukankah kau mencintainya Hyun?” tanyanya, Yesung Oppa benar… aku selama ini hanya begini. Tak ada kejelasan. Apa aku sekarang kekasihnya? Atau hanya temannya?</p>
<p>Aku melihat Kyuhyun sendiri diruang tamu, tak ada orang. Dia juga tak melakukan apa-apa, seperti menunggu seseorang. Apa itu aku?</p>
<p>“Ayo…” ujar Yesung Oppa, agak mendorongku. Apa sekarang waktu yang tepat?</p>
<p>Aku melangkahkan kakiku mendekati Kyuhyun. Dia menyadari kedatanganku, dan tersenyum padaku.</p>
<p>Aku duduk disebelahnya.</p>
<p>Tak ada yang memulai bicara. Duduk disebelahnya seperti ini membuatku senang, gugup, ah~ semuanya bercampur aduk. Aku ingin melihatnya, tapi aku takut…aku takut dia tahu kalau aku melihatnya. Ya Tuhan~ dadaku tak bisa diatur. Kenapa begini?</p>
<p>“Hyun…” panggilnya pelan, aku melihatnya yang juga melihatku, “Ne…” jawabku.</p>
<p>“Aku rasa aku belum sanggup meninggalkanmu…” ucapnya pelan, aku masih melihatnya. Kau fikir aku tidak? Aku bahkan lebih berat melihatmu pergi.</p>
<p>Kyuhyun meraih tanganku. Aku hampir tak bisa bernafas, tak ingin rasanya menjalankan waktu.</p>
<p>“Maaf membuatmu sakit selama ini…” ucapnya lagi. aku menggeleng.</p>
<p>“Malam ini, mungkin akan menjadi malam terakhir sebelum kita bertemu lagi nanti Hyun…” ucapnya, dia terlihat sedih dan aku, setiap aku melihatnya seperti ini aku selalu ingin menangis…</p>
<p>“Tapi kita akan bertemu lagi kan?” tanyaku memastikan, Kyuhyun tak bereaksi.</p>
<p>Jangan bilang dia menyerah. Aku mengeratkan peganganku ditangan Kyuhyun.</p>
<p>“Kita sudah berjanji akan bertemu lagi kan Kyu?” tanyaku lagi. Kyuhyun hanya tersenyum hambar.</p>
<p>“Kyu…jawab aku…” paksaku, Kyuhyun tetap tersenyum hambar dan tak menjawabku.</p>
<p>“Kalau tak bertemu lagi, apa kau akan merindukanku Hyun?” tanyanya, ya!! Apa-apaan dia ini!!</p>
<p>Aku mengangguk. “Tentu saja Kyu!!” aku menangis. Aku masih melihat Kyuhyun tertawa, tapi dia langsung menarikku kedalam pelukannya.</p>
<p><strong>Eunhyuk POV</strong></p>
<p>Aku masih melihat Kyuhyun memeluk erat Hyun, dia terlihat menangis juga, tapi senyumnya masih ada diwajahnya.</p>
<p>Kenapa rasanya benar-benar sakit?</p>
<p>Apa aku benar-benar mencintai Hyun? Tapi ini tak benar kan?</p>
<p>Arrggh!! Kenapa aku memilih menginap disini? Kenapa aku memilih melihat mereka begini!!!</p>
<p>Aku membalikkan tubuhku, berencana kembali kekamar Yesung, tapi dia sudah ada dihadapanku.</p>
<p>“Jangan bilang kau mempunyai perasaan yang sama?” tanyanya, aku menggeleng cepat, tapi aku tak bisa menutupi rasa gugupku.</p>
<p>“Ani…bicara apa kau Yesung…” ucapku, lalu melewati Yesung.</p>
<p>“Kita sama-sama laki-laki Hyuk…aku tahu perasaanmu…” ucapnya. Aku tak memperdulikannya dan langsung masuk kekamarnya, aku melihat Ryeowook memainkan piano Yesung dengan volume kecil.</p>
<p>Aku duduk ditepi tempat tidur Yesung dan kembali diam. Entahlah, setelah melihat Kyuhyun dan Hyunji mood untuk hidupku tak ada.</p>
<p>“Benar kan?” tanya Yesung, astaga!! Sejak kapan dia disampingku? Aku melihatnya.</p>
<p>“Mian…” ucapku pelan, yesung tersenyum.</p>
<p>“Perasaan kita tak bisa dipaksakan kan? Kita tak tahu hati kita memilih siapa untuk kita cintai…” ucapnya, eh? Dia memperbolehkanku mencintai Hyun?</p>
<p>“Kau…” “Aku tak merestuimu…aku hanya tak menyalahkan perasaanmu…” ucapnya, sebelum aku selesai bicara, yesung menuju ketempat Ryeowook dan menyanyi pelan bersama Ryeowook, kadang mereka tertawa bersama. Mereka sangat dekat.</p>
<p>Apa mungkin? Tapi jika aku meminta Hyunji mencintaiku, itu berarti aku memintanya untuk tak mencintai Kyuhyun? Tapi aku juga tak ingin merusak persahabatanku dengan Kyuhyun kan?</p>
<p>*****</p>
<p>Apa setelah kejadian kemarin mereka menjadi sepasang kekasih?</p>
<p>Ah~ bisa saja… dan aku? Apa aku akan seperti ini?</p>
<p>Aku mendengar seseorang mengetuk pintu kamar, aku keluar dan membukanya, Hyunji didepanku matanya basah. Dia menangis?</p>
<p>“Wae?” tanyaku, “Kyu…” ucapnya, lalu menangis, Kyu? Kenapa Kyuhyun?</p>
<p>Hyun menarik tanganku, dia tetap menangis, aku sendiri masih bingung apa yang terjadi.</p>
<p>Hyun berhenti didepan kamar mandi. Aku melihat Kyuhyun tergeletak lemas. Astaga!! Kyuhyun pingsan?</p>
<p>Aku menghampirinya dan memeriksanya. Kyuhyun pucat sekali.</p>
<p>Aku mengangkat tubuh Kyuhyun kedalam kamar kami. Yesung tak ada. Kemana dia?</p>
<p>Aku melihat Hyunji menangis, yah… dia sangat tersiksa. Aku tahu itu.</p>
<p>“Mungkin hanya lelah…” ucapku pelan, aku berdiri disebelahnya.</p>
<p>Aku menelpon Yesung agar dia dan Ryeowook cepat pulang, ternyata mereka lari pagi bersama.</p>
<p>^^^^^</p>
<p>“Hyun yang menemukannya tergeletak dikamar mandi…” jelasku, saat kami dirumah sakit. Yesung tampak sedih. Tentu saja sedih, melihat sahabatnya seperti itu.</p>
<p>Tak lama, aku melihat Orang tua Kyuhyun datang, Omma Kyuhyun terlihat menangis.</p>
<p>Kejadian ini membuat orang tua Kyuhyun mempercepat keberangkatannya ke China.</p>
<p>Tentunya itu membuat Hyunji sangat sedih. apa yang harus kurasakan? Apa aku juga harus sedih karena Kyuhyun akan pergi meninggalkanku dan yang lain? Atau senang karena Kyuhyun tak akan ada disamping Hyunji lagi?</p>
<p>Keberangkatan Kyuhyun ke China yang direncanakan seminggu lagi, lusa dia akan berangkat.</p>
<p>*****</p>
<p><strong>Hyun POV</strong></p>
<p>Hari ini Kyuhyun akan berangkat ke China. Jujur aku tak sanggup melihatnya. Tapi bagaimanapun, aku harus merelakannya, aku percaya dia akan menungguku di China. Dan kami akan menjadi sepasang kekasih.</p>
<p>Ah~ mimpiku yang indah.</p>
<p>Aku tiba dibandara dengan Yesung Oppa. Dia terlihat sangat sedih.</p>
<p>Kyuhyun dan keluarganya melihatku, dia melambaikan tangannya pada Yesung Oppa. Kami menuju kesana. Aku sudah melihat Inhyeong, Ryeowook, dan Eunhyuk disana, juga orang tua Inhyeong.</p>
<p>“Cepat sembuh Kyu…” ucap Inhyeong, Kyuhyun mengangguk, lalu menyalaminya.</p>
<p>“Ne. Kyuhyun, kau harus sembuh, agar bisa menjadi pengganti Appamu nanti…” ucap Tuan Lee, Appa Inhyeong. Kyuhyun lagi-lagi mengangguk. Satu persatu mereka mengucapkan selamat tinggal pada Kyuhyun, dan aku… aku hanya terpaku disini, aku bingung harus mengatakan apa. Aku takut jika aku mengeluarkan suara dari mulutku aku akan menangis.</p>
<p>“Kau harus sembuh untuk menunggunya…” ucap Yesung Oppa, mereka berdua melihatku, ah!! Itu makin membuatku ingin menangis!!</p>
<p>Kyuhyun berjalan pelan kehadapanku. Dan yesung Oppa, aku tak tahu kenapa dia sedikit menjauh dari kami, juga yang lainnya.</p>
<p>“Aku akan pergi…” ucapnya pelan, aku melihatnya dan tak bereaksi, entah kenapa susah sekali mengeluarkan kata-kata dari mulutku. Aku tak sanggup mengatakan apapun, aku hanya ingin memandangnya.</p>
<p>“Jaga dirimu baik-baik…” ucapnya lagi, Kyuhyun mengelus kepalaku, dan tersenyum padaku.</p>
<p>Kau yang harus menjaga dirimu Kyu!!! Kau yang sakit!!! Aku berkedip dan air mataku jatuh, aku melihat Kyuhyun tertawa kecil melihatku, dan mengusap air mataku.</p>
<p>“Jika Ryeonggi Ahjushi menganggumu, pukul saja…pukul saja seperti kau memukulku saat aku menjahilimu…kau pasti menang…” ucapnya. Ah!! Aku menangis terus…</p>
<p>“Lulus dengan nilai terbaik ya…seperti biasanya…” ucapnya, dia tetap berbicara padaku, padahal aku tak meresponnya.</p>
<p>“Saranghae…” ucapnya lirih, aku melihat air mata Kyuhyun menetes setelah mengatakan itu, tapi dia masih tersenyum padaku. Kyuhyun menarikku kedalam pelukannya, tangisku pecah dipelukan Kyuhyun. Sedang Kyuhyun, aku juga merasa tubuhnya berguncang, berarti dia juga menangis?</p>
<p>Aku menarik nafasku dan mengumpulkan semua keberanianku.</p>
<p>“Nado…” ucapku pelan, “Nado Saranghae…” ucapku lagi. Kyuhyun menarikku menjauh darinya, tapi tangannya masih dipundakku. Dia tersenyum senang.</p>
<p>Kyuhyun mengusap air mataku dengan tangannya. Ah~ aku akan merindukan sentuhannya seperti ini.</p>
<p>Kyuhyun mendekatkan wajahnya, dan perlahan mencium bibirku yang masih bergetar. Kenapa dia selalu menciumku saat aku menangis? Aku membalas ciumannya lembut.</p>
<p>Aku tak ingin melepaskannya, jujur saja aku memang tak ingin melepaskan Kyuhyun. Aku takut aku tak bisa menemuinya lagi. aku takut aku tak bisa melihatnya menggodaku lagi.</p>
<p><strong>Kyuhyun POV</strong></p>
<p>Hyun…apa aku sanggup tanpamu nanti?</p>
<p>Apa aku bisa tersenyum tanpa menggodamu? Aku rasa tidak. Selama ini, kau yang membuatku tertawa. Dan kini, aku harus jauh darimu? Aku tak akan melihat wajahmu lagi?</p>
<p>Aku melepaskan ciuman kami perlahan, dia mengikutinya. Aku masih didepan wajahnya yang merah.</p>
<p>“Jangan cemburu pada Inhyeong lagi ya…” bisikku, dia terlihat kaget, aku tertawa kecil, dan Hyunji mengangguk.</p>
<p>Aku tahu dia sangat cemburu pada Inhyeong, hanya karena orang tuaku dan Inhyeong dekat. Dekat sekali.</p>
<p>“Kyu…” Omma memanggilku. Aku mengusap air mataku dan melihat Omma mengisyaratkan agar cepat.</p>
<p>Aku meninggalkan mereka, kulihat Hyunji masih menangis dipelukan Yesung.</p>
<p>Huft!!! Kehidupan baruku akan segera dimulai.</p>
<p>Aku akan menunggu Hyun. Dan aku berharap dia tak akan menjadi kekasih Leeteuk saat dia ke China nanti.</p>
<p><strong>Inhyeong POV</strong></p>
<p>Kasihan Hyun…</p>
<p>Aku tahu ini berat untuknya, sangat berat bahkan…</p>
<p>Tapi untunglah mereka sudah saling mengetahui kalau mereka mempunyai perasaan yang sama, lalu aku? Bagaimana denganmu Teuk?</p>
<p>Huft!! Aku hanya menunggumu berbicara kalau kau mencintaiku, seperti Kyuhyun tadi.</p>
<p>Ah~ mereka sangat mengharukan.</p>
<p>*****</p>
<p>“Inhyeong…kubawakan…” ucap Leeteuk, aku tak tahu dia datang dari mana, Leeteuk mengambil tasku dan membawakannya ke bus.</p>
<p>Seminggu sudah Kyuhyun meninggalkan Hyun, dia tampak lebih murung.</p>
<p>Untung saja disekitarnya banyak orang yang menyayanginya dan ingin membuatnya tertawa, Leeteuk, Yesung, Ryeowook, Hyerim, juga Eunhyuk. Yah!! Aku paling sering melihat Eunhyuk membuat Hyunji tertawa, meskipun Hyunji tertawa setelah Eunhyuk pergi.</p>
<p>“melamun apa?” tanyanya, aku melihatnya dan menggeleng.</p>
<p>“Hyun mana ya?” tanyaku, mengalihkan pembicaraannya, “Sebentar lagi datang…” ucapnya, lalu meletakkan tasku dibagasi bus.</p>
<p>Hubunganku dan Leeteuk, tak ada kemajuan sama sekali. Dia tetap saja cuek. Ah~ benarkah cintaku ini bertepuk sebelah tangan? Ck!!</p>
<p>aku duduk ditangga pintu bus untuk menunggu Hyunji dan Hyerim.</p>
<p>Aish!! Mereka ini lama sekali. Aku merasa seseorang duduk disebelahku. Aku menoleh melihatnya.</p>
<p>Hya!!! Teuk!! Astaga!! Jantungku!!! Serasa akan copot!! Dia melihatku tersenyum manis!! Aku tak bisa bereaksi. Entah kenapa aku senang sekali melihatnya tersenyum seperti ini.</p>
<p>Aku mengalihkan pandanganku. Astaga!!</p>
<p>“Inhyeong…” panggilnya, “Ne.” jawabku, tapi tak melihatnya.</p>
<p>“Kasihan Hyunji ya…” ucapnya. Aish!! Tak ada bahan obrolan lain selain Hyunji ya? Dia ini!!</p>
<p>“Ne.” jawabku singkat.</p>
<p>Kami berdua diam. Memang benar-benar tak ada bahan obrolan lain selain Hyunji ya?? Ck!</p>
<p>Aku mendengar seseorang naik ke bus lewat pintu belakang. Tak lama, dia memanggilku.</p>
<p>“Inhyeong…” seperti suara Hyerim, aku menoleh melihatnya tersenyum.</p>
<p>“Hei… lama sekali…” ucapku, “Sebentar…” ucapku pada Leeteuk, dia mengangguk, aku berjalan melewati Leeteuk menuju kedekat Hyerim.</p>
<p>“Mana Hyun?” tanyaku, dia menggeleng.</p>
<p>“Kau duduk bersamanya?? Ah!! Itu menyenangkan bukan?” tanyanya, dia terlihat senang, sangat senang bahkan.</p>
<p>Aku mengangguk dan melihat punggung Leeteuk, dia sedang mengotak atik ponselnya, aku yakin dia sedang asik bersama Hyun.</p>
<p>Tiba-tiba Leeteuk menengok melihatku, astaga!! Aku mengalihkan pandanganku saat mengetahui Leeteuk melihatku.</p>
<p>Tak lama, Hyunji datang bersama Yesung. Dia terlihat seperti biasa, tak bersemangat.</p>
<p>Hyun mendekat kearahku dan Hyerim yang sudah duduk ditempat kami, di bangku paling depan di bus ini. Dia duduk di bangku yang bersebrangan dengan kami. Dia sangat lesu.</p>
<p>Hyerim mendekatinya dan memeluk Hyun.</p>
<p>“Kita akan bersenang-senang jagi… ayolah!!” ujarnya, Hyerim memang paling bisa menghibur Hyun, Hyunji melepas earphone yang menempel ditelinganya dan tersenyum manis pada Hyerim.</p>
<p>“Gumawo…” ucapnya kecil.</p>
<p>“Ehm…mana Yesung?” tanyanya kecil, aish!! Dia ini…jangan bilang dia makin menyukai Yesung?</p>
<p>“Hyun…mana earphonenya?” Yesung berdiri disebelah Hyerim. Astaga!! Apa Yesung mendengar pertanyaan Hyerim tadi? Hyerim terlihat gugup. Huft!! Tentu saja dia gugup, Hyerim selalu membeku saat Yesung berada didekatnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>to be continued&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpopff.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpopff.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpopff.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpopff.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpopff.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpopff.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpopff.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpopff.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpopff.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpopff.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpopff.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpopff.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpopff.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpopff.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=411&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d894cc18a2bded3c5d52729e7207421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">capcipcupu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Because Your Love [Part 7]</title>
		<link>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-7/</link>
		<comments>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-7/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 13:12:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lovels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jongwoon]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Hyukjae]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jungsoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpopff.wordpress.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[Cast : Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ] Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs] Aku berjalan mengikuti Leeteuk, aku mengikutinya sampai dikamar Hyunji. “Hyunji…” Leeteuk memanggilnya dan langsung memeluknya. Ck!! “Dia datang Teuk… dia…” “Sssttt… tenanglah… dia sudah pergi Hyunji…” Leeteuk menenangkan Hyunji, Hyunji tampak lebih nyaman bersamanya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=409&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://www.freeimagehosting.net/001c7"><img class="aligncenter" src="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" alt="" width="518" height="403" /></a></p>
<p>Cast :</p>
<p>Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ]</p>
<p>Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs]</p>
<p>Aku berjalan mengikuti Leeteuk, aku mengikutinya sampai dikamar Hyunji.</p>
<p>“Hyunji…” Leeteuk memanggilnya dan langsung memeluknya. Ck!!</p>
<p>“Dia datang Teuk… dia…” “Sssttt… tenanglah… dia sudah pergi Hyunji…” Leeteuk menenangkan Hyunji, Hyunji tampak lebih nyaman bersamanya. Yah… itu sudah pasti. Dan aku… sebagai apa disini?</p>
<p>Leeteuk memang sangat tenang… tak sampai lima menit, Hyunji sudah lebih tenang.</p>
<p>Aku meninggalkan mereka menuju keruang tamu. Entah kenapa, perasaanku memang lebih tenang sekarang, tapi… kenapa sakit?<span id="more-409"></span></p>
<p>Apa dia sekarang lebih baikan lagi? Aku ingin melihatnya… tapi rasanya tak ingin lagi jika melihat Leeteuk.</p>
<p>Aku mengambil remote TV dan menyalakannya.</p>
<p>“Ya!! Kau ini… Hyunji sedang tidur… jangan berisik&#8230;” Leeteuk mengambil remotenya dan duduk di sebelahku.</p>
<p>Aku melihatnya. Ternyata dia lebih hebat dari yang kupikirkan… dia telah membuat Hyunji tenang, yang tak bisa kulakukan.</p>
<p>Leeteuk tersenyum kepadaku.</p>
<p>“Kenapa melihatku seperti itu…” ujarnya. Aku menggeleng.</p>
<p>“Darimana kau tahu?” tanyaku, Leeteuk tersenyum lagi. “Tadi aku melihat Ryeonggi Ahjushi saat perjalanan kesini… dan perasaanku langsung tak enak” ujarnya.</p>
<p>“Ryeonggi Ahjushi? Siapa itu?” tanyaku bingung, Leeteuk melihatku bingung.</p>
<p>“kau tak tahu Ryeonggi Ahjushi?” tanyanya, aku menggeleng.</p>
<p>“Dia Ayah tiri Hyunji…” ujarnya pelan. Mwo? Bahkan Yesung tak memberitahuku dia punya ayah tiri?</p>
<p>“Kau harus menjauhkan Hyunji darinya Hyuk… dia… dia mempunyai perasaan lebih pada Hyunji… dan Ibunya… tak percaya pada semua pengakuan Hyunji…” ujarnya, astaga!! Benarkah?</p>
<p>“Yang membuat Hyunji menangis…”</p>
<p>“Dia pernah hampir diperkosa Ryeonggi Ahjushi… dan itu sangat membekas… sekarang, itu terulang lagi…” jelasnya. Ya tuhan…</p>
<p>“Ini salahku…” ucapku pelan.</p>
<p>“Harusnya aku tak langsung percaya pada orang yang baru saja kutemui…” sesalku.</p>
<p>“Kau? Kemana Yesung?” tanyanya, “Café… Yesung menitipkan Hyunji padaku… aku tak tahu jika Hyunji memiliki trauma pada seseorang…”</p>
<p>“Kau meninggalkannya?” tanya Leeteuk.</p>
<p>“Ne. rencananya aku akan pulang mengambil barang, tapi ternyata kunci mobilku tertinggal, saat aku kembali kesini… aku mendengar Hyunji berteriak histeris, dan kutemukan dia…”</p>
<p>“Ryeonggi Ahjussi sudah melakukannya?” Leeteuk sedikit kaget, aku menggeleng.</p>
<p>“Hampir Teuk… Ryeonggi Ahjushi sudah membawanya keatas tempat tidur…” jawabku sesal. Leeteuk menunduk…</p>
<p>“Aku benar-benar tak tahu…aku kira dia benar-benar Ayah Hyunji…”</p>
<p>“Sudahlah Hyuk… jangan sampai Yesung tahu soal ini… kalau dia tahu, dia akan sangat merasa bersalah…” ujarnya. Aku mengangguk, mengiyakan.</p>
<p>Leeteuk sangat perhatian pada Hyunji… aku rasa bahkan dia lebih menyayangi Hyunji daripada Yesung…</p>
<p>“Ah… Hyuk, kau bilang tadi ingin mengambil barang? Ambillah? Aku yang akan menunggu Hyunji…” ujarnya, aku menggeleng cepat. Entah kenapa, aku ingin disini, atau aku tak ingin Leeteuk menjaga Hyunji?</p>
<p>“Hm? Wae? Tak apa… aku menunggu Hyunji disini… aku akan menelpon Inhyeong, agar dia menemaniku disini…” ujarnya, Inhyeong… benar juga… kalau ada Inhyeong, dia tak mungkin berduaan dengan Hyunji.</p>
<p>Tapi jika Leeteuk berbohong? Ah, iya… bisa saja dia berbohong, dia bilang akan menelpon Inhyeong, tapi dia menjaga Hyunji sendiri disini…</p>
<p>“Tak usah… aku akan menelpon saja…” ujarku pelan. Dia melihatku bingung.</p>
<p><strong>Leeteuk’s POV</strong></p>
<p>Heh? Dia ini bagaimana… katanya akan mengambil sesuatu, kenapa tak jadi…</p>
<p>Seperti tak ingin meninggalkan Hyunji sendiri… atau… dia memang benar-benar menyukai Hyunji?</p>
<p>“Ya sudah…” ucapku pendek. Ponselku bergetar. Aku membuka pesan dari Inhyeong.</p>
<p align="center"><em>“Bagaimana keadaan Hyunji? Kau sudah menemuinya?”</em></p>
<p align="center"><em>“Iya… dia sekarang sedang tidur… tak perlu khawatir Inhyeong…”</em></p>
<p>Aku berharap Inhyeong tak menangis di tempat les pianonya. Dia memang satu jenis dengan Hyunji, cengeng… tapi itulah kadang yang membuat mereka lucu… hanya Hyerim… yah, hanya Hyerim yang tak pernah kulihat menangis…</p>
<p>Inhyeong membalas lagi.</p>
<p align="center"><em>“Ne. aku tak apa-apa… gumawo sudah menjaganya Teuk…”</em></p>
<p align="center"><em>“Ne. tentu Inhyeong.berlatihlah dengan tenang, nanti jika sudah bisa bermain, ajari aku…”</em></p>
<p>Aku tersenyum dan mengirimnya.</p>
<p>“Hei? Kau kenapa?” tanya Eunhyuk, eh? Dia sudah kembali. Aku menggeleng.</p>
<p>“Sudah menelpon?” tanyaku, Eunhyuk mengangguk.</p>
<p>“Hyuk… tanganmu kenapa?” tanyaku, menunjuk telapak tangannya yang tergores agak panjang.</p>
<p>“Ah, terkena pisau…” ujarnya, eh? Dia memasak?</p>
<p>“Kau memasak?” tanyaku pelan, Eunhyuk mengangguk. Oh,,, hebat juga dia…</p>
<p>“Hm… kalau begitu masakkan aku sesuatu…” ujarku. Dia tersenyum kecil.</p>
<p>“Maksudku saat aku memasak bersama Hyunji…” ujarnya, oh? Sudah sejauh itu hubungan mereka… haha… jadi benar…perasaan Eunhyuk.</p>
<p>“Benarkah? Em… kapan?” tanyaku, “Beberapa hari lalu…” jawabnya aku manggut-manggut.</p>
<p>“Kau menyukai Hyunji?” tanyaku pelan, Eunhyuk melihatku sedikit kaget lalu menggeleng. Ah~ terlihat sekali…</p>
<p>“Darimana kau berfikiran aku menyukainya?” tanyanya, aku tersenyum.</p>
<p>“Menurutmu? Apakah kelakuanmu tak cukup terlihat?” tanyaku, Eunhyuk gugup melihatku. Meskipun dia berusaha menyembunyikannya… tapi tetap saja… kental sekali terlihat.</p>
<p>“Benarkah?” tanyanya, aku tertawa kecil.</p>
<p>“Jadi benar?” tanyaku lagi. Aku menunggu jawaban dari Eunhyuk.</p>
<p>“Teuk…” Hyunji memanggilku, aku melihatnya sudah memakai kaos dan celana kain ¾. Aku mendatanginya.</p>
<p>“Kau tak apa-apa?” tanyaku, dia menggeleng.</p>
<p>“Aku baik-baik saja… kau, dengan siapa?” tanyanya, matanya bengkak.</p>
<p>“Sendiri… tadinya aku ingin menanyakan tentang bimbingan belajar” ucapku.</p>
<p>“Duduklah…” ajakku, aku menggandeng Hyunji dan sesekali mencuri perhatian melihat reaksi Eunhyuk yang memang terkesan bad mood.</p>
<p>Aku mendudukkan Hyunji di sebelah Eunhyuk.</p>
<p>Aku berdiri dan menuju kedapur.</p>
<p>Aku mengambilkan segelas air minum untuk Hyunji dan kembali kedepan.</p>
<p>Belum sampai aku di ruang tamu, aku melihat Eunhyuk sedang menyeka air mata Hyunji. Kenapa rasanya aku ingin tersenyum saat melihat eunhyuk begitu perhatian pada Hyunji?</p>
<p>Atau karena Hyunji sering bercerita padaku, Eunhyuk sering membuatnya tertawa? Eunhyuk memang jahil, tapi kejahilannya kadang-kadang disertai tingkah konyolnya.</p>
<p>“Ehem…” aku berdehem dan mendekati mereka. Eunhyuk melepaskan sapu tangannya yang digunakan untuk menyeka wajah Hyunji.</p>
<p>Aku memberikan gelas itu pada Hyunji.</p>
<p>Dia meminumnya cepat. Sepertinya dia sangat kehausan.</p>
<p>“Aku akan pulang…” ujarku, dia melihatku.</p>
<p>Hyunji mengangguk.</p>
<p>“Eunhyuk-ah… aku pulang…” pamitku pada Eunhyuk, dia mengangguk dan mengantarkanku keluar Apartemen Hyunji.</p>
<p>Aku berjalan menuju keparkiran.</p>
<p>“Leeteuk…” aku mendengar suara Yesung, aku melihatnya berjalan bersama Kyuhyun, keluar dari mobil.</p>
<p>“Hey… sudah pulang?” tanyaku Yesung mengangguk.</p>
<p>“Kau? Ingin pulang? Atau baru datang?” tanyanya, “Pulang…” jawabku singkat.</p>
<p>“Kyu…” sapaku pada Kyuhyun yang tersenyum padaku.</p>
<p>“Hey…” sapanya singkat.</p>
<p>“Aku pulang.. Annyeong…” aku pamit dan masuk kedalam mobilku.</p>
<p>Eunhyuk…</p>
<p>Kyuhyun…</p>
<p>Eunhyuk sekarang jadi seperti mengambil posisi Kyuhyun yah…</p>
<p>Kyuhyun sering menggoda Hyunji, Eunhyuk juga…</p>
<p>Kyuhyun sering membuat Hyunji menangis, Eunhyuk kurasa lebih parah…</p>
<p>Kyuhyun mencintai Hyunji, dan Eunhyuk… untuk saat ini aku bisa bilang iya…</p>
<p>Tapi apakah ini mungkin…</p>
<p>Tuhan merencanakan hal yang lain?</p>
<p>Ck… aku tak tahu rencana Tuhan pada Hyunji, juga padaku dan Inhyeong…</p>
<p>Ah~ padahal saat aku kerumah Hyunji harusnya aku berdiskusi dengannya bagaimana caranya mengatakan ini pada Inhyeong…</p>
<p>Aku turun dari mobilku, setelah sampai rumah.</p>
<p>“Annyeong…” aku memberi salam pada orang rumah, tapi tak ada yang menjawab… aish!! Pasti sedang tak ada di rumah semua.</p>
<p>Telepon rumahku berbunyi, aku mengangkatnya.</p>
<p>“Yobseo…” suaraku.</p>
<p>“Yobseo… Jungsoo-ah, ini Omma…” omma? Tumben sekali menelpon ketelepon rumah?</p>
<p>“Ne. waeyo Omma?” tanyaku</p>
<p>“Bisakah kau menjemput Omma, mobil Omma mogok… telepon Appamu tak bisa dihubungi…” jelas Omma.</p>
<p>“Ne. Omma… Omma dimana?” tanyaku.</p>
<p>“Di depan Hyundai.” Jawabnya</p>
<p>“Ne. Omma… sebentar lagi aku akan sampai…” ucapku, lalu bergegas mengendarai mobilku menuju ke arah Departemen Hyundai.</p>
<p>Tak berapa lama, aku sampai. Aku turun dari mobil.</p>
<p>Aku mencari Omma, tapi tak kutemukan. Aku merogoh sakuku mencari ponselku, tapi sepertinya aku lupa meletakkannya.</p>
<p>“Soo…” seseorang memanggilku, aku mencari arah suara itu.</p>
<p>Aku melihat Omma sedang melambaikan tangan padaku, dan Inhyeong!! Eh? Inhyeong!!</p>
<p>Aku berjalan menuju kearah Omma dan Inhyeong.</p>
<p>“Annyeong…” sapaku, melihat Omma dan Inhyeong bergantian.</p>
<p>“Omma… mana mobilnya?” tanyaku, Omma menunjuk salah satu mobil berwarna merah di parkiran.</p>
<p>“Tak tahu kenapa, tiba-tiba tak bisa dinyalakan…kau lama sekali datang!! Untung saja Inhyeong menemani Omma…” ujar Omma, aku tersenyum pada Inhyeong.</p>
<p>“Ingin pulang sekarang?” tanyaku pada Omma… Omma mengangguk.</p>
<p>“Mana kunci mobilmu Teuk?” tanya Omma, aku merogoh sakuku dan memberikan kunci mobilku pada Omma…</p>
<p>“Tolong antar mobil Omma ke bengkel, Omma akan pulang… lelah sekali…” ujar Omma, eh? Kenapa Omma jadi setega ini padaku…</p>
<p>“Mwo? Aku? Kebengkel? Sendiri? Dengan apa Omma?” tanyaku kesal.</p>
<p>“Dengan mobil Inhyeong…” ucap Omma… heh? Omma… kau mengerjaiku!!!</p>
<p>“Inhyeong… Ahjuma pulang yah…” pamitnya pada Inhyeong.</p>
<p>“ne. ahjumma… hati-hati…” balas Inhyeong. Omma mengangguk.</p>
<p>“Omma pulang Teuk…” pamitnya, aku mengangguk. Omma menciumku dan pergi dari hadapanku dan Inhyeong.</p>
<p>Omma membunyikan klakson dan melambaikan tangan pada kami.</p>
<p>Setelah Omma pergi, aku benar-benar bingung… apa yang harus kuperbuat sekarang? Aish!! Seandainya ada Hyunji… dia pasti akan mengatakan sesuatu…</p>
<p>“Teuk… ini…” ujarnya memberikan kunci mobilnya padaku. Aku melihatnya dan mengambilnya.</p>
<p>“Ayo cepat kebengkel agar mobil Ommamu baik…” ujarnya, aku mengangguk.</p>
<p>Aku mengambil kunci mobilnya dan menuju bengkel terdekat.</p>
<p>Kenapa aku jadi secanggung ini jika sudah didekatnya?</p>
<p>Pabo!!! Jangan sampai dia menganggapku bodoh, karena tak mengajaknya bicara.</p>
<p>“Inhyeong” “Teuk..” aku dan Inhyeong bersamaan memanggil satu sama lain. Dia tertawa, membuatku juga tertawa kecil.</p>
<p>Aku melihatnya tertawa, dia sangat menggemaskan…</p>
<p>“Kau duluan… apa yang ingin kau bicarakan?” tanyaku, Inhyeong menghembuskan nafasnya.</p>
<p>“Aku hanya ingin bertanya keadaan Hyunji tadi…” ucapnya, oh… Hyunji… aku pikir, dia akan memperjelas hubungan ini… ck.</p>
<p>“Dia baik-baik saja… saat aku pulang, dia sedang mengobrol dengan Eunhyuk…” jawabku,</p>
<p>“Eunhyuk?” tanyanya, aku melihatnya dan mengangguk.</p>
<p>“ne. ada yang salah?” tanyaku, Inhyeong menggeleng.</p>
<p>“Malam ini, kau tidur di rumah Hyunji lagi?” tanyaku, Inhyeong menggeleng.</p>
<p>“Yesung akan tidur dirumahnya… jadi, aku sudah tak berkewajiban menjaga Hyunji lagi…”</p>
<p>“Hm? Yesung sudah pulang kerumahnya?” tanyaku,</p>
<p>“Ne. Kyuhyun akan menginap disana… katanya, ingin bersama Yesung juga yang lain, melepas rindu…” ujar Inhyeong, aku manggut-manggut mendengar penjelasan Inhyeong.</p>
<p>Kyuhyun akan menginap di rumah Yesung… apa Eunhyuk juga akan ikut?</p>
<p>Aku memberhentikan mobil Inhyeong, “Sebentar…” ujarku, lalu turun dari mobil Inhyeong.</p>
<p>Aku menuju ke salah satu namja di sana.</p>
<p>“Annyeong… bisa aku bertemu Jung Ahjussi?” tanyaku pelan.</p>
<p>“Ne… sebentar, aku panggilkan…” jawabnya, lalu pergi dari hadapanku.</p>
<p>Untung saja mobil Omma mogok dekat bengkel Paman Jung.</p>
<p>Tak lama aku menunggu, Paman Jung menghampiriku.</p>
<p>“Paman, Annyeong…” sapaku memeluk Paman Jung.</p>
<p>“Waeyo Teuk? Mobilmu bermasalah?” tanyanya, aku menggeleng.</p>
<p>“Milik Omma, Paman…” jawabku.</p>
<p>“Paman, bisa kutinggal sebentar, aku ada urusan… nanti aku akan kembali. Mobil Omma ada di depan Hyundai.” Ucapku memberikan kunci mobil Omma ke Paman Jung.</p>
<p>Paman Jung mengangguk.</p>
<p>“Ne.” ucapnya,</p>
<p>Aku pamit dan kembali masuk kedalam mobil Inhyeong.</p>
<p>Dia melihatku.</p>
<p>“Bagaimana?” tanyanya,</p>
<p>“Aku menceritakan keadaan mobil Omma, kata Paman Jung, rusaknya sepertinya akan lama diperbaiki…” ujarku memperlihatkan wajah sedihku.</p>
<p>“Lalu?” tanyanya, aku melihatnya.</p>
<p>“Bagaimana jika kita jalan-jalan, sambil menunggu mobil Omma diperbaiki?” tawarku, Inhyeong mengangguk.</p>
<p>Yes!!! Akhirnya aku bisa juga berduaan dengannya…</p>
<p>Aku menjalankan mobil Inhyeong.</p>
<p>Aku menuju ke sebuah taman kecil yang tak jarang pengunjung.</p>
<p>“Ayo Turun…” ajakku, Inhyeong mengangguk, dan mengikutiku turun dari mobil Inhyeong.</p>
<p>Aku dan Inhyeong duduk didepan danau ditaman itu. Anginnya sepoi-sepoi… ah~ sejuk sekali…</p>
<p>Lalu sekarang, apa yang harus kuperbuat? Aku harus mengatakan apa padanya ya?</p>
<p>Ah~ aku mengingat-ingat saat Hyunji memulai pembicaraan…</p>
<p>Tunggu…</p>
<p>Ah~ iya…</p>
<p>“Inhyeong…” panggilku, dia menoleh melihatku dan tersenyum.</p>
<p>Astaga!! Jangan tersenyum Inhyeong!! Kau bisa membuatku mati!!</p>
<p>“Ne.” ujarnya, ah iya!! Aku lupa ingin bertanya apa tadi!! Pabo!!</p>
<p>“Waeyo Teuk?” tanyanya, “Eng…eng…kau dari mana?” tanyaku asal, aku benar-benar bingung didepannya seperti ini… memang seharusnya Hyunji disini…</p>
<p>“Heh? Darimana? Bukankah kau sudah tahu aku baru pulang latihan piano?” tanyanya balik. Ah!! Pabo!! Kenapa aku bisa lupa dia berlatih piano tadi!!</p>
<p>“Ah, iya… itu maksudku.. kenapa bisa di Hyundai??” tanyaku lagi, aku benar-benar memutar otakku untuk bisa berkomunikasi dengan Inhyeong.</p>
<p><strong>Inhyeong POV</strong></p>
<p>Dia sedikit kikuk! Yah!! Bukannya dia hanya mengungkapkan senyumnya itu pada Hyunji? Ck!</p>
<p>Aku tadi berlatih piano saja dia tak tahu…</p>
<p>“Heh? Darimana? Bukankah kau sudah tahu aku baru pulang latihan piano?” tanyaku. Dia terlihat makin bingung, Leeteuk seperti memutar otaknya sangat keras… aish!! Apakah tak ada bahan obrolan jika denganku? Apakah bahan obrolanmu hanya untuk Hyun??</p>
<p>“Ah, iya… itu maksudku.. kenapa bisa di Hyundai??” tanyanya, heh? Kenapa dia bertanya padaku?</p>
<p>“Em…Ommamu menelponku Teuk… bukannya kau yang menyuruh Ommamu menelponku?” tanyaku bingung, Leeteuk terlihat bingung juga…</p>
<p>Aish!! Dia ini!!</p>
<p>“Aku?” tanyanya, wajahnya tak yakin sekali. Ck! Dia ini kenapa?</p>
<p>“Kalau kau tak ingat, yasudahlah…” kesalku.</p>
<p>“Ah,, anieyo… aku mengingatnya… tenanglah… yah, aku mengingatnya…” ujarnya mengiyakan, tapi terlihat sekali terlalu memaksakan.</p>
<p>Aku melihat danau itu, sunyi sekali.</p>
<p>“Wussh~” anginnya cukup kencang, membuat rambutku berhamburan kewajahku.. astaga~ aku tak membawa ikat rambut.</p>
<p>Aku merapikan rambutku yang berantakan dengan segera.</p>
<p>Tiba-tiba Leeteuk menyibakkan rambutku dengan tangannya. Astaga!! Apa yang dia lakukan!!</p>
<p>Aku melihatnya, dia tersenyum manis padaku!! Yah!! Manis sekali!!</p>
<p>Leeteuk berdiri dan berjalan kebelakangku. Apa yang akan dia lakukan?</p>
<p>“Teuk…” “Tenanglah…” ujarnya sebelum aku selesai bicara.</p>
<p>Leeteuk merapikan semua rambutku yang berantakan. Astaga!! Tangannya menyentuh wajahku. Aku terdiam, aku tak tahu bagaimana bodohnya wajahku saat ini.</p>
<p>Leeteuk merapikan rambutku kebelakang dan mengikatnya.</p>
<p>Ah!! Aku tak tahu harus berbuat apa…</p>
<p>Leeteuk memegang pundakku dengan kedua tangannya, astaga!! Dia ingin apa lagi!!</p>
<p>“Inhyeong…” aku bisa mendengar Leeteuk berbicara pelan disebelah telingaku.</p>
<p>“Ne…”</p>
<p>“Bagaimana jika ketempat Hyun?” mwo? Ketempat Hyun? Dia ini!!</p>
<p>Aish!!</p>
<p>Aku menoleh melihatnya.</p>
<p>“Ayo…” ujarku akhirnya.</p>
<p>Kenapa harus kesana!!</p>
<p>Bukankah suasana disini enak?</p>
<p>Apa tidak bisa kalau sebentar saja tak bertemu Lee Hyunji!!</p>
<p>^^^^^</p>
<p>“Annyeong…” salam Leeteuk saat tiba di depan pintu Hyun.</p>
<p>Dia terlihat sangat bersemangat. Ck!! Lalu aku? Apa akan kembali menjadi obat nyamuk saat mereka mengobrol asik?</p>
<p>“Annyeong…” aku mendengar jawaban dari balik pintu, seperti suara Eunhyuk?</p>
<p>Dia membuka pintunya, benar, Eunhyuk membukat pintunya.</p>
<p>“Kau?” Eunhyuk menunjuk Leeteuk, yah… dia saja bosan Leeteuk sering kesini.</p>
<p>Leeteuk masuk menerobos Eunhyuk. Aish!!</p>
<p>Aku masih berdiri didepan pintu bersama Eunhyuk.</p>
<p>“Masuklah Inhyeong…” ujarnya, aku mengangguk dan masuk.</p>
<p>“Sedang apa Hyuk?” tanyaku, dia berjalan dibelakangku.</p>
<p>“Baru saja selesai makan…” jawabnya, “Hyun?” tanyaku lagi.</p>
<p>“Dia masih makan…” ujarnya, aku melihat ruang tamu, sepi…pasti Leeteuk langsung mencari Hyun…</p>
<p>Aku duduk diruang tamu, dan Eunhyuk duduk disebelahku.</p>
<p>“Kenapa wajahmu?” tanyanya, aku melihat Eunhyuk lalu menggeleng.</p>
<p>Aku mendengar tawa Hyun. Ah!! Perasaanku makin buruk. Tak sengaja aku melihat EUnhyuk, dan dia juga sepertinya tak suka.</p>
<p>Apa Eunhyuk? Ah… mungkinkah?</p>
<p>selama dia menjaga Hyun, dia memang terlihat sangat dekat, walaupun Hyunji sendiri tak terlalu suka dekat dengan Eunhyuk…</p>
<p>eunhyuk juga pernah bertanya padaku tentang hubungan Leeteuk dan Hyun, setelah kujawab tak ada apa-apa, dia terlihat sangat lega… apa mungkin Eunhyuk menyukai Hyun?</p>
<p>Tapi apa dia tahu jika Kyuhyun juga menyukai Hyun, begitu juga Hyun?</p>
<p>“Hei… kenapa melihatku seperti itu?” Eunhyuk melabaikan tangannya didepanku, aku menggeleng.</p>
<p>“Tak apa…” ujarku pelan.</p>
<p>“Apa benar Ryeonggi Ahjushi tak melakukan apa-apa pada Hyun?” tanyaku, Eunhyuk menggeleng.</p>
<p>“Hampir Inhyeong… tapi untungnya aku kembali karena kunciku tertinggal.” Sesalnya.</p>
<p>“Jangan biarkan siapapun orang yang tak dikenal masuk lagi Hyuk! Aku tak ingin Hyunji celaka…” ujarku, Eunhyuk mengangguk.</p>
<p>“Aku akan menjaga Hyun” oh? Dia? Benarkah ini?</p>
<p>Kenapa dia sangat rela menjaga Hyun?</p>
<p>“Kenapa begitu yakin?” tanyaku menyelidiki, dia terlihat gugup. Ah!! Benar!! Sepertinya benar dugaanku…</p>
<p>Bel rumah berbunyi, dan Eunhyuk segera membukanya. Aish!!</p>
<p>Aku menyalakan TV rumah Hyunji mencari siaran yang bisa membuat moodku kembali, tapi tak ada!!</p>
<p>“hei, Inhyeong…” aku melihat Yesung dan Kyuhyun. Aku membalas salam mereka.</p>
<p>“Sudah lama?” tanyanya, Kyuhyun duduk disebelahku. Aku menggeleng. “Baru saja…” ujarku lalu tertawa kecil.</p>
<p>“Hyun kemana?” tanyanya, “Makan…” jawabku singkat.</p>
<p>“Kenapa wajahmu suntuk sekali?” tanyanya, apa begitu terlihat??</p>
<p>“Ani… itu hanya perasaanmu Kyu…” ujarku tersenyum sebisaku.</p>
<p>“Kau tak sedih aku akan pergi kan?” tanyanya, aku memukul lengannya…</p>
<p>“Pabo!!” ujarku kesal, sedang Kyuhyun dia tertawa puas membuatku kesal.</p>
<p>“Ah, iya… hampir saja lupa…Omma mengundang keluargamu kerumahku, sebelum aku ke China” ujarnya. Aku mengangguk.</p>
<p>“Pasti Kyu… tak mungkin kami tak kerumahmu…” ujarku tersenyum.</p>
<p><strong>Hyunji POV</strong></p>
<p>“Sudah… ayo kita makan Hyun…” ajaknya, Eunhyuk meletakkan mangkuk berisi mie instant di meja didepanku.</p>
<p>“Ayo… ini sangat enak Hyun… ditambah aku yang membuatnya…” ujarnya lagi, masih dengan senyumnya yang biasa&#8230;</p>
<p>Eunhyuk memakan mie-nya dengan lahap…dia benar-benar lapar.</p>
<p>“Sllurrppp!!” dia melahap mie-nya dengan cepat…</p>
<p>“Aku suapi?” tawarnya, aku menggeleng. Aku benar-benar tak nafsu makan.</p>
<p>Eunhyuk mengambil mangkok berisi mie-ku yang masih utuh dan menyuapiku. Aku menggeleng.</p>
<p>Bel pintuku berbunyi, siapa itu? Eunhyuk meletakkan mangkokku dan berdiri.</p>
<p>“Hyuk!” aku menahan tangannya. “Tak apa Hyunji… dia tak akan berani kembali lagi…” ujarnya menenangkanku. Aku melepaskan tangan Eunhyuk perlahan.</p>
<p>Aku melihat punggungnya, sampai keluar dari dapurku.</p>
<p>Untung saja ada Eunhyuk… kalau tak ada dia… aku tak tahu apa yang dilakukan Ryeonggi Ahjushi…</p>
<p>Aku melihat mie dalam mangkok itu. Sepertinya enak.</p>
<p>Aku mengambilnya dan memakannya sedikit. Aku mengunyahnya… enak juga, dia pintar membuat mie.</p>
<p>Seseorang masuk kedalam dapur, aku melihatnya tersenyum padaku.</p>
<p>“Makan yang banyak Hyun…” Leeteuk mengelus rambutku. Aku mengangguk.</p>
<p>“Ingin kusuapi?” tawarnya, aku menggeleng.</p>
<p>“Hm? Kau makan berdua dengan Eunhyuk?” tanyanya, aku mengangguk.</p>
<p>“Em… jadi, sudah mulai makan berdua ya?” godanya, aku menyikut perutnya.</p>
<p>“Jangan berfikiran macam-macam…”</p>
<p>“Aku bersama Inhyeong…” ujarnya. Aku sedikit terkejut. Aku menahan senyum diwajahku “Inhyeong?” tanyaku memastikan, Leeteuk mengangguk.</p>
<p>to be continued&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpopff.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpopff.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpopff.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpopff.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpopff.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpopff.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpopff.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpopff.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpopff.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpopff.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpopff.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpopff.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpopff.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpopff.wordpress.com/409/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=409&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d894cc18a2bded3c5d52729e7207421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">capcipcupu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Because Your Love [Part 6]</title>
		<link>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-6/</link>
		<comments>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 13:08:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lovels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jongwoon]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Hyukjae]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jungsoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpopff.wordpress.com/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Cast : Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ] Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs] &#160; Omma memang tahu bahwa aku sangat mencintai Hyunji, bahkan omma adalah teman curhatku saat dirumah. “Aku ingin jika nanti bertemu Hyunji lagi, aku sudah sembuh Omma…” ucapku pelan, Omma mengangguk. “Itu pasti Kyu…” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=407&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://www.freeimagehosting.net/001c7"><img class="aligncenter" src="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" alt="" width="518" height="403" /></a></p>
<p>Cast :</p>
<p>Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ]</p>
<p>Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Omma memang tahu bahwa aku sangat mencintai Hyunji, bahkan omma adalah teman curhatku saat dirumah.</p>
<p>“Aku ingin jika nanti bertemu Hyunji lagi, aku sudah sembuh Omma…” ucapku pelan, Omma mengangguk. “Itu pasti Kyu…”</p>
<p>“Bukan pasti saja Ahjumma, harus dan pasti..” Yesung masuk kedalam kamarku membawakan minum.</p>
<p>“Salah satu syarat kau memiliki Hyunji adalah kau harus sehat Kyu…” ujarnya lagi, memberikan segelas minuman padaku, aku tersenyum.<span id="more-407"></span></p>
<p>“Kalau aku tak bisa?” tanyaku pelan, Yesung dan Omma saling melihat.</p>
<p>“Kalau kau tak bisa sembuh, Hyunji yang akan menyembuhkanmu…” ujarnya, lalu tertawa kecil.</p>
<p>Hyunji akan menyembuhkanku? Yah… rasanya saat melihat senyumnya saja… aku merasa lebih baik.</p>
<p>*****</p>
<p>Aku terbangun dari tidurku… rasa sakit di bagian ginjalku membuatku terbangun.</p>
<p>Sakit sekali…</p>
<p>Padahal… aku sudah minum air lebih dari yang diharuskan sehari… tapi kenapa masih seperti ini…</p>
<p>Arrggghh!!! Rasanya menusuk sekali… aku berusaha bangun dari tempatku dan mengambil air minum yang ada di meja dekat tempat tidurku. Rasa sakit terus menusuk di ginjalku, sakit sekali…</p>
<p>Aku mencoba sekuat tenaga mengambil air itu agar rasa sakitnya cepat mereda, perlahan, aku berjalan menuju meja kecil dan meraih gelas di atas meja itu, namun rasa sakit ini terus merajam… aku terjatuh dan gelas itu ikut terjatuh.</p>
<p>Aku berharap tak ada yang mendengar suara gelas itu… aku berdiri sekuat tenagaku…</p>
<p>“Kyu…” Yesung membuka pintu dan menghampiriku. Yesung membantuku duduk di tempat tidurku, lalu dia langsung membereskan pecahan itu.</p>
<p>“Ani… Yesung… kau tak perlu membersihkannya…” ujarku, berjalan menuju Yesung, Yesung memegangiku agar tak jatuh.</p>
<p>“Ya!! Duduklah… nanti saja ceritanya Kyu…” ujarnya, aku melepaskan tubuhku dari pegangan Yesung. Aku hanya tak ingin dia selalu menganggapku sebagai orang yang tak bisa apa-apa…</p>
<p>“Aku bisa membersihkannya sendiri…” ucapku tersenyum kecil pada Yesung, dia menggeleng.</p>
<p>“Duduklah Kyu…” sekali lagi, Yesung menyuruhku duduk dan menggiringku seperti anak bayi yang tak boleh bekerja berat.</p>
<p>“Yesung…kita besar bersama… dan usia kita sama!! Tak bisakah kau menyamakanku dengan orang lain??” tanyaku sedikit menekan kata-kataku dan melepaskan tangan Yesung.</p>
<p>“Kyu… aku tak bermaksud membuatmu tak nyaman… tapi keadaanmu sekarang..” “Keadaanku sekarang membuatmu selalu memperlakukanku sebagai anak kecil?? Kau salah Yesung!! Aku hanya ingin seperti orang lain… aku ingin normal…” ucapku, aku lelah… sangat lelah… aku mengatur nafasku yang kini tak karuan.</p>
<p>“Kyu…aku mohon jangan bertingkah seperti ini…” Yesung menenangkanku… tapi kelakuannya membuatku muak… dia terlalu menganggapku tak bisa melakukan apapun.</p>
<p>“Yesung!! Cukup memperlakukanku seperti ini… aku mohon Yesung…aku ingin kau memperlakukanku seperti dulu… kau memukulku, kau memarahiku…” “Itu semua biasa kulakukan… tapi sekarang… apa aku bisa memarahi orang yang kusayangi, bahwa kenyataannya dia sedang lemah?? Kyu… tak ada yang beda dari perlakuanku, perlakuan Omma, perlakuan siapapun… tak ada Kyu…” jelasnya.</p>
<p>“Kau bohong Yesung… semua orang berubah…bahkan Hyunji…dia berubah drastis padaku…kenapa? Kalau aku tanya kenapa, apakah kau bisa menjawabnya??”</p>
<p>“Itu karena dia sadar dia mencintaimu Kyu!! Kau tahu dia lebih terpukul dari pada aku, mendengarmu seperti ini… dia ingin marah padamu!!! Kau tahu… dia bahkan sekarang lebih cengeng dari pada dulu!! Kau yang mengubahnya Kyu!!  Bukan dia… bukan dia yang ingin berubah…” jelas Yesung. Aku terdiam mendengar perkataan Yesung.</p>
<p>Aku yang mengubah Hyunji?</p>
<p>Aku bisa saja terjatuh kalau sekarang Yesung tak menopang tubuhku… aku sangat lemas…</p>
<p>“Kyu… aku mohon jangan pernah berfikir seperti itu lagi… aku dan semua orang memperlakukanmu seperti ini karena kami sayang padamu Kyu…” ujar Yesung setelah membawaku ketempat tidurku.</p>
<p>Aku melihat Yesung membersihkan gelas yang pecah.</p>
<p>“Kau tega membiarkan Hyunji tidur sendiri di rumah?” tanyaku pelan, Yesung melihatku dan tersenyum.</p>
<p>“Wae? Kau ingin menemaninya?” tanyanya asal. “Hm… kalau aku bisa… aku ingin sekali…”</p>
<p>“Ya!! Kau jangan berfikiran macam-macam Kyu!!” ujarnya sedikit kesal, aku tersenyum…</p>
<p>“Ani… maksudku,, aku ingin melihatnya lagi Yesung… aku ingin melihatnya memarahiku lagi…” ujarku pelan.</p>
<p>“Iya… besok kau boleh ikut aku tidur di sana…” ujarnya, aku tersenyum senang.</p>
<p>“Jeongmal?” tanyaku memastikan, Yesung mengangguk.</p>
<p>“Kau harus benar-benar sehat!!” ujarnya pelan tersenyum menyemangatiku.</p>
<p>Setelah membereskan pecahan gelas, Yesung membawakanku gelas berisi air yang baru.</p>
<p>“Gumawo…” ujarku pelan. Yesung mengangguk.</p>
<p>“Masih sakit?” tanyanya, aku menggeleng, karena rasanya memang sedikit berkurang dari sebelumnya.</p>
<p>“Tidurlah Kyu… sudah hampir tengah malam…” ujarnya, aku melihat jam dindingku, dan benar saja… sekarang hampir pukul 12.</p>
<p>“Tidurlah disini Yesung…” saranku, Yesung tersenyum dan mengangguk.</p>
<p>“Ne. aku akan tidur disini…” ujarnya, lalu naik keatas tempat tidurku dan berbaring di sebelahku.</p>
<p>Yesung disebelahku makin membuatku tak bisa tidur.</p>
<p>“Seperti dulu kan?” tanyanya, aku tersenyum kecil mengingat dulu, aku, Yesung dan Ryeowook memang sering bersama…</p>
<p>“Ne. Ryeowook juga masih seperti dulu kan? Tak ada yang berubah Kyu… kau ingat kan janji kita…” ujarnya, aku kembali tersenyum. “Ne. dan itu selalu kupegang Yesung…” ujarku pelan.</p>
<p>“Sampai kita mempunyai cucu kan…” ujarku, Yesung tertawa kecil.</p>
<p>“Ne…kau harus memberikan keponakan yang cantik untukku…” ujarnya, aku melihatnya.</p>
<p>“Kau yakin menjadikanku sebagai Adik iparmu?” tanyaku pelan, Yesung mengangguk pasti.</p>
<p>“Apa yang kuragukan?”</p>
<p>“Kau tak meragukan kesehatanku? Ketulusanku?” “Ya!! Kau sudah cukup Kyu…” ujarnya pelan.</p>
<p>“Ah… tidurlah… besok kita lari pagi…” ajaknya, menarik selimut sampai kedadaku. Dia benar-benar seorang hyung untukku…</p>
<p>“Mimpi Indah Kyu…” ujarnya mengusap kepalaku, aku memejamkan mataku… dan sekejap.. aku masuk kedalam alam mimpi…</p>
<p>*****</p>
<p>“Kyu… sudah?” tanya Yesung di luar kamar mandiku, aku memakai handukku dan keluar kamar mandi.</p>
<p>“Ini… aku memilihkanmu ini…” ujarnya, memperlihatkan kaos kesukaanku. Aku tersenyum dan mengambil kaos itu.</p>
<p>“Gumawo… kenapa memilihkan ini?” tanyaku memakai kaos itu.</p>
<p>“Bukankah kau menyukainya? Kau terlihat tampan memakai itu Kyu…” ujarnya tersenyum.</p>
<p>Sore ini, aku berangkat ke rumah Yesung.</p>
<p>Badanku segar karena pagi tadi, Yesung mengajakku lari pagi bersama Ryeowook, juga Eunhyuk.</p>
<p>Sebenarnya Omma tak mengijinkanku menginap di rumah Yesung, tapi karena penjelasan Yesung, aku ingin belajar bersama Hyunji, yang memang diketahui pintar, akhirnya Omma memperbolehkanku menginap.</p>
<p>“Yesung-ah… jika kau ingin sekolah besok… turun saja… aku akan dirumahmu…” ujarku saat didalam mobil, perjalanan kerumahnya. Yesung menggeleng.</p>
<p>“Tenang saja Kyu… tak apa membolos sekali-sekali…”</p>
<p>“Sekali-sekali? kau sudah membolos hampir dua minggu Yesung…” ujarku mengingatkannya, Yesung hanya tersenyum kecil mengingat kesalahannya itu.</p>
<p>“Aku akan privat dengan Hyunji… tak perlu khawatir…”</p>
<p>Dia memang sedikit berbeda dengan Hyunji… padahal mereka berdua sama-sama cerdas… hanya saja… mungkin Yesung lebih memilih tak ingin mengasah kemampuan otaknya, dan terus-terusan mengasah kemampuan bernyanyinya.</p>
<p>Aku dan Yesung masuk kedalam apartemen Yesung.</p>
<p>“Annyeong…” Yesung memberi salam, aku dan Yesung tak mendengar siapapun. Kemana Hyunji?</p>
<p>Aku membuka sandalku dan segera masuk ke dalam.</p>
<p>Aku dan Yesung melewati ruang tamu, tak ada siapa-siapa…</p>
<p>“Kemana Hyunji?” tanyaku, Yesung menggeleng.</p>
<p>“Molla…” ujarnya, lalu berjalan menuju kearah kamar Hyunji, aku mengikuti Yesung dari belakang. Mungkinkah Hyunji masih tertidur karena lelah? Tapi ini sudah sore…ini juga bukan hari mengajarnya.</p>
<p>Semakin dekat aku dengan kamar Hyunji, aku mendengar suara isakan… Hyunji, benarkah dia yang menangis?</p>
<p>Yesung sedikit berjalan cepat agar dapat melihat siapa yang menangis.</p>
<p>“Hyunji…” aku melihat Yesung masuk kedalam kamar Hyunji. Aku mengikutinya dari belakang, dan kulihat sekarang Hyunji menangis dipelukan Eunhyuk. Begitu dekatkah mereka?</p>
<p>Dia begitu nyaman dipelukan Eunhyuk… begitu juga Eunhyuk… dia terlihat sangat melindungi Hyunji. Hatiku panas… aku memilih menjauh dari mereka dan menuju ke ruang tamu.</p>
<p><strong>Eunhyuk POV</strong></p>
<p>Aku melangkahkan kakiku menuju kekamar Hyunji. Tepat 15 menit sebelum jam 5. Biasanya Hyunji terbangun… yah… mimpi buruk membangunkannya… aku tak tahu kenapa, dia tak bisa tak tidur siang… padahal… aku sering mengajaknya keluar, tapi tetap saja, di jam yang sama, Hyunji pasti tertidur… dan di jam yang sama pula, dia selalu terbangun karena mimpinya.</p>
<p>Aku melihat wajah Hyunji tertidur pulas, walaupun setiap hari sejak Yesung menjaga Kyuhyun aku selalu memandangi wajahnya diam-diam selama dia tidur, aku tak pernah bosan melihatnya. Entahlah…</p>
<p>Aku mengelus pipi Hyunji lembut… dia tak bertingkah, dia tetap nyaman…</p>
<p>“Hyunji… bangunlah… hei… sudah sore…” aku menepuk pelan pipinya, agar dia terbangun, tujuannya hanya satu… aku hanya ingin dia terbangun sendiri tanpa harus memimpikan hal buruk itu.</p>
<p>Dia tak bereaksi,  aku duduk ditempat tidur Hyunji dan menepuk bahunya agak keras, agar Hyunji terbangun. Aku fikir Hyunji akan terbangun,,, tapi pemikiranku salah…</p>
<p>Hyunji menunjukkan reaksi yang sama, bahkan kali ini, lebih memberontak.</p>
<p>Hyunji menepis tanganku keras.</p>
<p>“Hyunji… Hyunji bangunlah…” aku mengguncang tubuh Hyunji agar dia cepat terbangun dari alam mimpinya.</p>
<p>“Andwe!!!! Lepaskan!!! Aku mohon…” dia menangis… Hyunji… aku hanya ingin kau bangun…</p>
<p>“Hyunji… bangunlah.. ini aku..Eunhyuk!!! aku mohon Hyunji!!!” aku menggoyang tubuh Hyunji agar dia bangun. Berhasil. Hyunji membuka matanya cepat dan melihatku. Dia kembali menangis.</p>
<p>“Hyunji… aku disini… aku Eunhyuk…” aku berusaha mengingatkan dia kalau dia dirumah, dan dia tak apa-apa… Hyunji melihatku lagi, dan langsung memelukku.</p>
<p>Dia terisak, sangat menyakitkan… aku mengusap punggungnya pelan.</p>
<p>“Kau tak apa-apa Hyunji…” aku memberitahu tentang keadaannya sekarang.</p>
<p>Nafas Hyunji tak karuan… dia benar-benar ketakutan…</p>
<p>Aku memeluknya erat… agar perasaannya terbagi denganku… agar dia lebih baikan…</p>
<p>Walaupun aku bukan siapa-siapa bagi Hyunji, merasa didekatnya dan meredakan tangisnya adalah hal yang membuatku tersenyum.</p>
<p>Perlahan, nafasnya teratur,,, kini aku mendengar isak-nya… seperti hari-hari kemarin… aku dan dia tak banyak bicara…</p>
<p>“Hyunji…” aku melihat Yesung masuk kedalam kamar Hyunji. Dia sudah pulang dari rumah Kyuhyun… dan baru saja aku memikirkan Kyuhyun, aku telah melihatnya didepanku. Bagaimana ini… apa yang harus kujelaskan pada Kyuhyun? Kyuhyun menjauh, meninggalkan kami.</p>
<p>Yesung duduk disebelah Hyunji…</p>
<p>“Hyunji… kau baik-baik saja? Oppa disini…” ujarnya, Hyunji melihat Yesung dan langsung memeluknya.</p>
<p>“Stt… tenanglah… dia tak akan masuk kesini Hyunji… dia jauh diluar sana…” aku mendengar Yesung berbicara tentang seseorang… aku rasa, aku harus meninggalkan mereka.</p>
<p>Hyunji lebih terlihat nyaman dipelukan Yesung.</p>
<p>Aku berjalan ke ruang tamu dan duduk disebelah Kyuhyun.</p>
<p>“Sudah lama kau mengetahui kondisi Hyunji?” tanyanya pelan. Aku melihatnya.</p>
<p>“Aniyo… pasti lebih lama kau Kyu… aku hanya membantu menenangkannya… kebetulan aku dirumah ini…” ujarku tetap ceria, dia terlihat sedikit suntuk</p>
<p>“Ya!! Jangan cemburu padaku, bodoh!” ujarku pelan, menjitak kepalanya. Kyuhyun melihatku dan tersenyum.</p>
<p>“Tentu saja tidak Hyuk…” ujarnya, ah… leganya… dia tak cemburu padaku… yah…. Bodoh saja kalau kau sampai cemburu pada namja yang tak akan pernah dicintai Hyunji sepertiku…</p>
<p>“Kyu… setelah lulus kau akan mengambil apa?” tanyaku asal.</p>
<p>“Molla… sepertinya, aku akan mengambil jurusan yang sama seperti Yesung…” jawabnya</p>
<p>“Eh… sebenarnya yag kau cintai itu Hyunji atau Yesung? Kenapa kau memilih jurusan yang sama dengan Yesung?” tanyaku asal</p>
<p>“Yesung pasti mengambil jurusan yang sama dengan Hyunji…” jawabnya pelan, aku manggut-manggut.</p>
<p>Suara bel rumah Yesung terdengar, aku beranjak dari dudukku dan membuka pintu.</p>
<p>Aku membuka pintu dan kulihat sosok Leeteuk.</p>
<p>“Annyeong…” sapanya, dia terlihat sedikit kaget melihatku yang membuka pintu.</p>
<p>“Annyeong… Leeteuk-ah… waeyo?” tanyaku pelan</p>
<p>“Hyunji ada dirumah?” tanyanya, apa yang harus kujawab… keadaan Hyunji sangat tak memungkinkan untuk bertemu Leeteuk… jika Leeteuk tahu Hyunji sedang menangis, mungkin dia akan lebih cepat menenangkan Hyunji…</p>
<p>“Hyunji sedang keluar bersama Inhyeong…ada yang bisa kusampaikan?” tanyaku, Leeteuk tersenyum dan menggeleng.</p>
<p>“Ani… gumawo Hyuk… annyeong…” pamitnya, aku mengangguk dan kembali menutup pintunya.</p>
<p>“Nugu?” tanya Kyuhyun, aku kembali duduk disebelahnya.</p>
<p>“leeteuk…” jawabku, aku melihat wajah Kyuhyun suntuk kembali.</p>
<p>“Wajahmu jelek sekali Kyu…” ujarku melihatnya.</p>
<p>“Kenapa mendadak mengubah ekspresi wajahmu seperti itu?” tanyaku menyelidiki. Kyuhyun menggeleng.</p>
<p>“Hm? Jangan bilang kau cemburu pada Leeteuk…” ujarku, Kyuhyun mengehela nafasnya.</p>
<p>“Benar…hanya karena mereka dekat…” akunya. Eh… dia cemburu pada Leeteuk? Dan aku?</p>
<p>“Kau tahu kenapa mereka dekat?” tanyaku, Kyuhyun tersenyum.</p>
<p>“karena sama-sama pintar, mereka sama-sama populer, mereka sama-sama anak terakhir, banyak kesamaan yang tak aku dan Hyunji miliki…” jawabnya.</p>
<p>“Hem? Bukankah perbedaan itu yang indah? Kalau sama? Untuk apa dekat?” tanyaku.</p>
<p>“Kalau begitu tanyakan saja pada Hyunji!” ujarnya. Aku tertawa kecil mendengar jawaban Kyuhyun.</p>
<p>“Biasanya kau pulang dari rumah Hyunji jam berapa?” tanyanya,</p>
<p>“Setelah Inhyeong datang, biasanya jam 8 aku sudah pulang…” jawabku.</p>
<p>“Inhyeong datang jam 8?” tanyanya sedikit kaget, aku mengangguk. Jangan bilang dia cemburu padaku.</p>
<p>“Apa yang kau pikirkan?” tanyaku, “Kau dekat dengan Hyunji. Sangat dekat…” ujarnya.</p>
<p>“Yah… dekat sekali… sampai-sampai dia tak mau jika ada aku dirumah ini Kyu…” ujarku pelan.</p>
<p>“Hyuk… ommamu masih keluar kota?” tanya Yesung, datang dan duduk disampingku, aku mengangguk.</p>
<p>“Menginaplah disini nanti malam…Kyuhyun juga akan menginap disini…” ajaknya, menginap disini? Hm, tak ada salahnya…daripada aku dirumah kesepian… bukankah lebih baik disini… aku bisa menggoda Hyunji…</p>
<p>“Ya!! Mau tidak? Kenapa tersenyum begitu?” tanya Yesung menyenggol sikutku.</p>
<p>“eM…iya, baiklah…” jawabku, lalu kembali tersenyum pada Yesung.</p>
<p>“Aku akan pulang untuk pamit pada Jang Ahjumma” ujarku.</p>
<p>“Kau akan ke café hari ini?” tanyaku, Yesung mengangguk.</p>
<p>“Kau ikut Kyu?” tanyaku lagi, Kyuhyun berfikir sebentar lalu mengangguk.</p>
<p>“Ne. aku akan ikut Yesung lagi…” jawabnya.</p>
<p>“Sudah hampir waktunya, kau tak berangkat?” tanyaku, mengingat Yesung berangkat jam 5 tepat biasanya.</p>
<p>Yesung mengangguk. “Aku akan ganti pakaian dulu…” ujarnya, lalu berjalan menuju kamarnya.</p>
<p>Aku melihat Kyuhyun bangkit dari duduknya dan mengikuti Yesung.</p>
<p>“Kyu… kemana?” tanyaku, “Kekamar Hyunji…” ujarnya, lalu berjalan lagi.</p>
<p>Aku melihat punggung Kyuhyun sampai dia menghilang.</p>
<p>Kenapa rasanya sedikit sakit… aish!! Aku tak mungkin bersaing dengan Kyuhyun kan?</p>
<p>Aku melihat arah kamar Hyunji, berharap Kyuhyun keluar dari sana… tapi tak ada.</p>
<p>Kenapa aku jadi gelisah seperti ini… kenapa aku ingin tahu apa yang dilakukan Kyuhyun dan Hyunji? Aish!!! Aku ini kenapa!!!</p>
<p>Aku berjalan menuju kamar Hyunji, aku tak masuk, hanya melihat dari luar, Kyuhyun dan Hyunji sedang berbicara. Sepertinya serius sekali…</p>
<p>Rasanya Kyuhyun beruntung sekali… dulu dia dan Hyunji saling benci… dan sekarang, mereka saling mencintai satu sama lain.</p>
<p>Apa aku juga akan seperti itu? Ah~ rasanya tak mungkin.</p>
<p>Aku melihat Kyuhyun akan mencium Hyunji. Kenapa aku jadi tak ingin melihatnya seperti ini!!</p>
<p>Aku beranjak dari tempatku, dan menuju kekamar Yesung. Aku melihat pintu Yesung tertutup.</p>
<p>Kenapa rumah ini sepi sekali!! aku menggedor pintu Yesung dan menyebabkan bunyi yang ribut.</p>
<p>“Ya!! Hyuk-ah!! Kau itu kenapa!!” aku mendengar Kyuhyun sedikit berteriak dari pintu kamar Hyunji. Ah? Terdengar? Hehe.. berarti mereka tak jadi berciuman? Ah… baguslah. Aku menggeleng.</p>
<p>“Aku tak bisa membukanya… mungkin saja dikunci Yesung!” ujarku, Yesung membuka pintunya.</p>
<p>“Pintunya tak kukunci Hyuk…” ujarnya pelan, aku tersenyum pada mereka, kulihat wajah Kyuhyun sedikit kesal melihat tingkahku.</p>
<p>“Kau akan tetap disini kan, sampai aku pulang?” tanya Yesung, aku mengangguk dan duduk disofa.</p>
<p>“Kalau kau ingin pergi, telepon aku Hyuk…” ujarnya, aku mengangguk.</p>
<p>“Annyeong…” pamitnya, “Annyeong!! Semoga ada produser yang mendengar suaramu dan mengontrakmu Yesung!” ujarku, Yesung tersenyum melihatku.</p>
<p>“Ne!” ujarnya, aku melambaikan tangan dan memperlihatkan gummy-ku pada Kyuhyun, tapi dia berwajah datar…. Aish~ pasti dia masih kesal karena tak bisa mencium Hyunji… hahaha…</p>
<p>Aku masuk kedalam Apartemen Yesung, dan duduk di sofa.</p>
<p>Tak lama, aku melihat Hyunji duduk disampingku.</p>
<p>“Hei!!” sapaku ramah, Hyunji melihatku, dan mengeluarkan ponselnya. Aish!! Hanya seperti itu? Hanya melihat tanpa ekspresi yang mengenakkan!!</p>
<p>“Ya!! Tak bisakah sekali saja kau tersenyum manis padaku?” tanyaku. Dia tak bereaksi. Ah~ aku tahu.</p>
<p>Aku menyibakkan rambutnya dan melepas earphone-nya. Dia melihatku.</p>
<p>“Mwo?” tanyanya, eh? Tanpa rasa bersalah.</p>
<p>Aku mendengar dear mom lagi… sepertinya ini adalah lagu kesukaannya… setiap dia menyalakan lagu ini, dia selalu terpana pada ponselnya.</p>
<p>“Tersenyumlah…” ujarku pelan, Hyunji bingung melihatku, lalu memakai earphonenya lagi.</p>
<p>Mwo? Reaksi apa itu? Aish!! Dia ini benar-benar!!</p>
<p>Aku melepas earhoennya lagi. Dia menoleh melihatku.</p>
<p>“Tersenyumlah seperti ini…” ujarku, lalu memperlihatkan gummyku.</p>
<p>“Kau ingin melihat senyuman?” tanyanya, aku mengangguk.</p>
<p>Hyunji mengambil sesuatu disebelahnya.</p>
<p>“Ini!! Bercerminlah dan tersenyumlah!!” ujarnya, eh? Dia ini…</p>
<p>“Maksudku, kau yang tersenyum Hyunji…” ujarku mengambi cermin yang dia berikan padaku.</p>
<p>“Ck. Tersenyum saja sendiri… apa bedanya!!” ujarnya sedikit ketus. Astaga!! Kenapa yeoja ini susah sekali!!</p>
<p>“Aku akan pulang sebentar…” “Ani!” jawabnya cepat sebelum aku menyelesaikan perkataanku. Aku melihatnya.</p>
<p>“Wae?” tanyaku. Dia menggeleng.</p>
<p>“kau sudah berjanji menjagaku saat Yesung Oppa pergi kan!! Tepati janjimu!” ujarnya, eh?</p>
<p>Kenapa dia begitu takut kutinggalkan? Jangan bilang dia menyukaiku… heh? Mana mungkin!!</p>
<p>“Kita akan pergi setelah aku mandi… tunggulah!” suruhnya, dia ikut denganku? Kerumah? Ah~ mimpikah aku?</p>
<p>“Baiklah… cepat mandi sana!” suruhku.</p>
<p>Aku melihatnya bangkit dan menuju kamarnya.</p>
<p>Aku melihat ponselnya tertinggal di sofa. Pasti dia lupa membawanya.</p>
<p>Aku melihatnya lagi. Tak ada…</p>
<p>Aku mengambil ponsel Hyunji. Ponsel yang cantik…</p>
<p>Aku membuka isinya. Aku melihat galeri foto Hyunji, dan galeri itu penuh dengan fotonya bersama Yesung. Ah~ mereka itu memang pasangan kakak adik yang sangat lucu…</p>
<p>Seseorang mengetuk pintu. Aku membukanya.</p>
<p>“Annyeong…” sapanya, aku tersenyum dan membalas sapaannya.</p>
<p>“Kau siapa?” tanyanya. “Eunhyuk…” jawabku.</p>
<p>“Ah… kau kekasih Hyunji?” tanyanya, eh?</p>
<p>“Ani… aku temannya… paman ini siapa?” tanyaku.</p>
<p>“Ah… aku Ayah Hyunji…” jawabnya. Ah… ini Ayah Hyunji… kenapa tak mirip? Heh.. mungkin dia mirip Ibunya.</p>
<p>“Hyunji ada?” tanyanya, lalu masuk kedalam rumahnya.</p>
<p>“Ada… sedang di kamarnya Paman…” jawabku. Sepertinya jika aku ajak Hyunji keluar… Ayahnya pasti kecewa, karena dia baru saja datang… ah… sebaiknya aku pergi sendiri… bukankah ada Ayahnya… dia pasti tak akan takut lagi…</p>
<p>“Paman… aku pergi sebentar…” ujarku, Ayah Hyunji mengangguk.</p>
<p>“hati-hati…” ujarnya…. Aku mengangguk, lalu keluar Apartemen Hyunji.</p>
<p>Kenapa rasanya sedikit berat meninggalkan Hyunji?</p>
<p>Ah~ mungkin karena aku belum pamit padanya… tapi apa pedulinya… biasanya dia tak peduli padaku kan?</p>
<p>Aku memencet angka paling rendah.</p>
<p>Setelah sampai di parkiran, aku mencari kunci mobilku, tapi tak kutemukan sama sekali.</p>
<p>Jangan bilang aku lupa mengambilnya! Aish!! Ini melelahkan harus kembali ke Apartemen Hyunji!!</p>
<p>Aku berjalan sedikit cepat kembali ke Apartemen Hyunji.</p>
<p>Aku berlari menuju Apartemen Hyunji, entah kenapa aku ingin sekali mengambil kunci mobilku.</p>
<p>Aku membuka pintu Hyunji pelan.</p>
<p>“Andwe!!!” apa aku tak salah dengar? Hyunji berteriak? Mana Ayahnya?</p>
<p>Aku masuk dan mencari asal suara itu.</p>
<p>“Aku mohon jangan!!!! Jebal!!!” Aku mendengar teriakan dari kamar Hyunji, kenapa dia. Aku langsung membuka pintunya, aku sedikit terkejut dengan keadaan yang kulihat sekarang.</p>
<p>Ayah Hyunji sedang memaksanya di tempat tidur? Dan Hyunji, dia menangis dan hanya mengenakan pakaian dalamnya. Apa-apa’an ini!!</p>
<p>“Lepaskan!!!” aku mendengar Hyunji kembali berteriak. Wajahnya sudah penuh air mata.</p>
<p>Aku berlari dan mendorong Ayah Hyunji sampai dia tersungkur dari tempat tidur Hyunji.</p>
<p>“Siapa kau!!” aku menarik kerah bajunya dan membawanya keluar kamar Hyunji.</p>
<p>“Kau bukan Ayahnya!!!” aku berteriak didepannya dan menunjuknya. Dia tersenyum meremehkanku.</p>
<p>“Kau pikir kau siapa? Kau hanya temannya!!!” dia berteriak di depanku, aku memukul wajahnya.</p>
<p>“Pergi kau dari sini!!!” aku berteriak lagi, dan mendorongnya, sampai keluar Apartemen Hyunji, aku menutup pintunya dan menguncinya.</p>
<p>Kenapa rasanya aku ingin menangis? Ah!! Pabo!!</p>
<p>Hyunji?</p>
<p>Aku berlari kekamar Hyunji, dia terlihat sangat tersiksa, menangis.</p>
<p>Aku menutupi tubuh Hyunji dengan selimutnya.</p>
<p>“Kau tak apa-apa Hyunji… dia sudah jauh… mianhe…” aku memeluknya, dengan erat, agar tangisnya berhenti.</p>
<p>“Jangan meninggalkanku lagi!!” dia berbicara di tengah tangisnya. Tunggu, apa? Jangan meninggalkannya?</p>
<p>Atau ini yang menyebabkan dia sama sekali tak ingin aku tinggal?</p>
<p>Tapi kenapa? Apa itu bukan Ayahnya?</p>
<p>Suara bel terdengar. Siapa itu?</p>
<p>Aku bangkit namun Hyunji menahanku…</p>
<p>“Jangan tinggalkan aku…” ujarnya, aku tetap ditempat.</p>
<p>Tak lama, ponsel Hyunji bergetar di mejanya. Aku mengambil dan melihat nama “Leeteuk” di layar ponselnya. Aku mengangkatnya.</p>
<p>“Hyunji-ah! Kau tak apa-apa? Aku didepan…” ujarnya, suara Leeteuk terdengar khawatir.</p>
<p>“Sebentar, aku bukakan…” ujarku pelan, lalu menutup teleponnya.</p>
<p>“Leeteuk didepan… dia barusan menelponmu…” ujarku pelan. Hyunji melepaskan pelukannya, aku bangkit dan membukakan pintu.</p>
<p>“Mana Hyunji?” tanyanya, “Dikamar…” jawabku, Leeteuk terlihat sangat khawatir, dia langsung masuk kedalam Apartemen Hyunji. Aku berjalan mengikuti Leeteuk, aku mengikutinya sampai dikamar Hyunji.</p>
<p>“Hyunji…” Leeteuk memanggilnya dan langsung memeluknya. Ck!!</p>
<p>“Dia datang Teuk… dia…” “Sssttt… tenanglah… dia sudah pergi Hyunji…” Leeteuk menenangkan Hyunji, Hyunji tampak lebih nyaman bersamanya. Yah… itu sudah pasti. Dan aku… sebagai apa disini?</p>
<p>to be continued&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpopff.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpopff.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpopff.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpopff.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpopff.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpopff.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpopff.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpopff.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpopff.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpopff.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpopff.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpopff.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpopff.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpopff.wordpress.com/407/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=407&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d894cc18a2bded3c5d52729e7207421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">capcipcupu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Because Your Love [Part 5]</title>
		<link>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-5/</link>
		<comments>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-5/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 13:03:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lovels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jongwoon]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Hyukjae]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jungsoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpopff.wordpress.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Cast : Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ] Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs] &#160; “Aku juga ingin…” ujar Hyerim, ikut berpelukan. Inilah kami… aku ingin selalu bersama… hanya kalian yang bisa membuatku tertawa… aku sangat menyayangi kalian… ^^^^^ “Ayo masuk Hyunji…” Inhyeong menarik tanganku agar masuk kedalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=404&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://www.freeimagehosting.net/001c7"><img class="aligncenter" src="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" alt="" width="518" height="403" /></a></p>
<p>Cast :</p>
<p>Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ]</p>
<p>Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aku juga ingin…” ujar Hyerim, ikut berpelukan.</p>
<p>Inilah kami… aku ingin selalu bersama… hanya kalian yang bisa membuatku tertawa… aku sangat menyayangi kalian…</p>
<p>^^^^^</p>
<p>“Ayo masuk Hyunji…” Inhyeong menarik tanganku agar masuk kedalam rumah Kyuhyun. Aku tetap bertahan didepan pintu rumahnya.</p>
<p>“Duluan saja…” ujarku pelan, “Ya!! Kau teman sekelasnya…” ujar Hyerim, ikut mendorongku dari belakang.</p>
<p>Aku melihat Kyuhyun dari dalam rumahnya.<span id="more-404"></span></p>
<p>“Kyu…” sapa Inhyeong. Kyuhyun tersenyum, wajahnya pucat.</p>
<p>“Hai… masuklah…” ajak Kyu.</p>
<p>Inhyeong menarikku untuk duduk disebelah Kyuhyun. Astaga!! Aku tak bisa berbuat apa-apa…</p>
<p>Aku dan Kyuhyun tak berbicara. Entahlah, aku senang berada didekatnya seperti ini…</p>
<p>“Kyu…” aku mendengar suara Yesung Oppa. Aku melihat sosok yang keluar dari dalam rumah itu, dan benar, itu Yesung Oppa.</p>
<p>“Oh, Hyunji? Mianhe, Oppa tak menelponmu semalam…” ujarnya, aku mengangguk, Yesung Oppa duduk diantara aku dan Kyuhyun, aish!! Dia ini mengganggu!!</p>
<p>“Ah, sebentar, aku panggilkan…” ujar Yesung Oppa, lalu berdiri dan pergi dari kami.</p>
<p>“Kyu…bagaimana keadaanmu sekarang?” Tanya Hyerim, aku melihat Kyuhyun.</p>
<p>“Yah,, seperti yang kau lihat…” ujarnya, yang kulihat? Yang kulihat kau sangat parah Kyu… aku menunduk, menahan air mataku keluar.</p>
<p>“Kulihat kau sudah membaik Kyu…” aku memberikan semangat padanya, dia tersenyum dan melihatku, dia melihatku dengan tatapan tak percaya.</p>
<p>“Ah… temanmu Kyu?” aku melihat Cho Ahjumma di belakang Kyuhyun melihatku, Hyerim dan Inhyeong satu persatu. Aku tersenyum.</p>
<p>“Annyeong…” sapaku. Cho Ahjumma mendatangiku.</p>
<p>“Kau Lee Hyunji?” tanyanya, aku mengangguk. Bagaimana bisa Cho Ahjumma mengenalku, Kyuhyun menceritakan tentangku? Aku melirik Kyuhyun yang tersenyum melihatku.</p>
<p>“Daritadi?” Tanya Cho Ahjumma, “Baru saja…” jawabku.</p>
<p>“Inhyeong? Kau Lee Inhyeong yah?” tanyanya pada Inhyeong. Oh, ternyata tak hanya mengenalku.</p>
<p>“Ne. annyeong…” sapanya.</p>
<p>“Ah…kau sudah dewasa…cantik…” ujarnya. Eh? Apa? Sudah dewasa? Cho Ahjumma mengenal Inhyeong?</p>
<p>“Dulu sewaktu kau masih kecil, kau sering bermain dengan Kyuhyun…” ujar Cho Ahjumma.</p>
<p>Aku melihat Inhyeong Hyerimy tertawa kecil.</p>
<p>“Ah, bagaimana keadaan Appamu? Masih bekerja di sana?” Tanya Cho Ahjumma lagi.</p>
<p>“Ne. Appa masih disana” jawab Inhyeong.</p>
<p>Banyak orang diruangan ini, tapi hanya Cho Ahjumma dan Inhyeong yang bercerita, mereka tampak akrab. Karena Appa Inhyeong adalah teman dekat Cho Ahjussi.</p>
<p>Huft!! Mungkin seperti ini yang dirasakan Inhyeong… tak enak, bosan, marah…</p>
<p>Yesung Oppa mengelus pundakku. Aku melihatnya tersenyum padaku.</p>
<p>“Gwencana…” bisikku pelan.</p>
<p>“Mengobrolah dulu…” ajak Cho Ahjumma, lalu meninggalkan kami.</p>
<p>Kami kembali tenang.</p>
<p>“Ya… Kyuhyun-ah…kapan kembali kesekolah?” Tanya Inhyeong. Aku melihat Kyuhyun hanya tersenyum.</p>
<p>“Mungkin…tidak…” deg!! Apa yang kudengar tadi? Aku membelalakkan mataku menatap Kyuhyun yang masih menatapku.</p>
<p>“Hm? Maksudmu apa?” tanyaku berusaha sebiasa mungkin.</p>
<p>“Aku akan pindah ke Beijing…” jawabnya pelan. Beijing? Kenapa sejauh itu? Apa maksudnya?</p>
<p>Mataku mulai panas. Bagaimana tidak, namja yang kucintai akan pergi jauh dariku dalam kondisinya yang sangat parah?</p>
<p>“Mwo?” Inhyeong dan Hyerim sedikit berteriak kaget.</p>
<p>“Lalu…”Inhyeong tak melanjutkan perkataannya, dia menunjukku. Aku tahu Kyuhyun tahu maksudnya, yah… bagaimana denganku? Dia membiarkanku tahu perasaannya… tapi aku dan dia tak terikat hubungan apapun, dan sekarang penyakitnya parah, lalu dia akan pergi?</p>
<p>Itu membuat air mataku tak bisa kubendung lagi…</p>
<p>Aku sekuat tenaga menahannya, tapi akhirnya air mata itu jatuh di pipiku.</p>
<p>Aku menunduk. Air mataku tumpah, aku menutupi wajahku dengan telapak tanganku.</p>
<p>“Hyunji…” Inhyeong mengelus punggungku. Aku menahan air mataku agar tak terus tumpah.</p>
<p>“Ayo…minumlah…” aku mendengar suara Cho Ahjumma, aku mengusap air mataku dan mengangkat wajahku.</p>
<p>Aku mengangguk dan tersenyum pada Cho Ahjumma yang langsung pergi kebelakang lagi.</p>
<p>“Untuk apa kesana?” tanyaku pelan, aku tahu jawabannya akan membuatku menangis lagi, tapi aku penasaran.</p>
<p>“Pamanku Dokter disebuah rumah sakit terkenal disana…” jawabnya.</p>
<p>“Tapi Kyuhyun sekarang sudah membaik…” ujar Yesung Oppa, aku tersenyum mendengarnya.</p>
<p>“Sudah membaik?” tanyaku memastikan, Kyuhyun mengangguk dan tersenyum.</p>
<p>“Jadi bisa ikut berlibur?” tanyaku memastikannya. Kyuhyun menggeleng. Menggeleng? Kenapa menggeleng? Bukankah sudah baikan?</p>
<p>“Kenapa?” tanyaku. Kyuhyun kembali tersenyum, lalu menunduk.</p>
<p>“Aku belum bisa jalan jauh… lagipula, aku juga akan pergi ke Beijing kemungkinan seminggu kedepan…” jawabnya. Seminggu? Astaga?? Secepat itukah? Sakit… rasanya sakit!!</p>
<p>Saat ini juga aku ingin memeluknya… aku tak ingin melepaskannya…</p>
<p>Bodoh!! Kau bodoh Kyu!!! Kau harus sembuh!!! Aku tak kuat!! Aku ingin menangis!!</p>
<p>“Ah.. panas sekali.. aku keluar sebentar…” ujarku, lalu beranjak meninggalkan mereka.</p>
<p>Aku sedikit berlari menuju keluar rumah Kyuhyun.</p>
<p>Tapi sebelum sampai diluar rumah Kyuhyun, air mataku sudah kembali tumpah.</p>
<p>Aku benar-benar tak ingin dia meninggalkanku. Aku tak ingin…</p>
<p>Aku akan sangat merindukannya…aku akan merindukan semuanya…</p>
<p>Merindukan sikap jahilnya…</p>
<p>“Kau boleh menjahiliku lagi Kyu… kau boleh mengacak buku pelajaranku.</p>
<p>Kau boleh bermain game berisik di kamar Yesung.</p>
<p>Kau boleh merusak dapurku.</p>
<p>Kau boleh mencuri makanan.</p>
<p>Kau boleh lakukan hal yang bisa membuatku berteriak kesal!!!</p>
<p>Tapi aku mohon… jangan pergi…</p>
<p>Jangan pergi Kyu…” aku terisak mengingat semua kejahilannya.</p>
<p>“Aku memang akan pergi dari Seoul… tapi aku tak pernah pergi dari hatimu…” aku mendengar suara Kyuhyun, aku menoleh. Dia tersenyum. Senyumnya yang membuatku makin ingin mengeluarkan air mataku.</p>
<p>“Maafkan aku… ternyata aku banyak membuatmu kesal yah?” tanyanya santai. Aku mengeluarkan air mataku lagi.</p>
<p>“Hey… ayolah… kau tak ingin memarahiku?” tanyanya, aku memukul dadanya.</p>
<p>“Kau jahat…” ucapku masih menangis.</p>
<p>Kyuhyun menarikku kedalam pelukannya. Dia memelukku erat.</p>
<p>“Aku memang jahat Hyunji… harusnya kau membenciku karena aku menunjukkan rasa cintaku dengan perlakuan yang salah padamu…” Kyuhyun memelukku erat sekali, aku bisa merasakan detakan jantungnya. Benar. Dia… detakan jantungnya…</p>
<p>“Iya.. aku memang membencimu.. sangat Kyu…”aku masih terisak.</p>
<p>Kyuhyun menjauhkanku dari tubuhnya dan memegang wajahku dengan kedua tangannya.</p>
<p>“Kita akan bertemu di China kan?” tanyanya, Kyuhyun berbicara didepan wajahku yang masih penuh dengan air mata.</p>
<p>“Tapi…”</p>
<p>“Tak sampai setahun lagi…kita akan bertemu kembali… dan aku harap, aku masih bisa menemukan Hyunji yang kutinggalkan sekarang… Hyunji yang cengeng, Hyunji yang sering merampas gameku, Hyunji yang sering memarahiku, Hyunji yang sering berteriak karena aku menghancurkan dapurnya… dan Hyunji yang selalu kucintai…” perkataannya barusan membuatku makin menangis. Kyuhyun mengusap air mataku perlahan dengan jari tangannya yang panjang.</p>
<p>“Kita akan tetap berhubungan seperti biasanya kan?” tanyanya, aku mengangguk pasti.</p>
<p>“Kau janji akan menungguku?” tanyaku pelan, Kyuhyun menggeleng.</p>
<p>“Kau yang harus berjanji akan datang… karena aku selalu menunggumu…” ujarnya, pasti Kyu!! Dasar bodoh!! Aku merasakan tangan Kyuhyun mengusap air mataku lagi, suhu tubuhnya hangat.</p>
<p>Kyuhyun mendekatkan wajahnya. Jantungku makin tak bisa diatur, apa Kyuhyun akan menciumku? Dia makin mendekat. Lagi… Lagi…</p>
<p>Kyuhyun menempelkan bibirnya ke bibirku. Kyuhyun mengecup bibirku pelan, aku melihatnya menutup matanya. Kyu…</p>
<p>Sekilas bayangan Ryeonggi Ahjusshi melewati pikiranku, aku melepas ciuman Kyuhyun dan menutupi wajahku dengan telapak tanganku.</p>
<p>Setiap aku merasakan sentuhan dengan namja aku selalu teringat dia!! Aku teringat sikapnya!! Aku sangat membencinya!!</p>
<p>Aku tahu yang menciumku Kyuhyun… tapi…aku tak bisa…perasaan benci saat disentuh tak bisa kupungkiri…</p>
<p>“Mian…” aku mengatakan maaf ditengah isak tangisku.</p>
<p><strong>Kyuhyun POV</strong></p>
<p>Aku terkejut saat dia melepaskan bibirnya, aku tak tahu aku salah apa…</p>
<p>Hyunji menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia menangis?</p>
<p>Tunggu… jangan-jangan traumanya? Yah… aku tahu dia masih trauma atas kejadian itu… dan itu semua ulah Ryeonggi Ahjusshi.</p>
<p>Kau pasti sangat tersiksa Hyunji….</p>
<p>Aku memberanikan diri membuka tangannya, dan meyakinkan dia bahwa ini aku…</p>
<p>“Mian…” ujarnya masih ditengah isak tangisnya.</p>
<p>“Aku tahu…” ujarku pelan. Jujur saja, aku memang tak kuat menahannya… aku tak kuat melihatnya menangis tanpa memeluknya.</p>
<p>Hyunji memelukku. Reaksinya cepat, dia memelukku erat. Inilah yang kuinginkan Hyunji.</p>
<p>Aku ingin menjagamu…aku ingin selalu disisimu saat kau menangis.</p>
<p>“Annyeong…” aku melihat Ryeowook datang bersama Eunhyuk.</p>
<p>Hyunji melepaskan pelukannya dan cepat-cepat mengusap air matanya.</p>
<p>“Annyeong… masuklah…Yesung didalam…” ujarku, aku melihat mereka berdua melihat Hyunji.</p>
<p>“Hyuk… kau sudah membuka perbannya?” tanyaku melihat tangan Eunhyuk sudah tak diperban. Eunhyuk mengangguk.</p>
<p>“Kau ingin masuk?” tanyaku saat Ryeowook dan Eunhyuk sudah didalam.</p>
<p>Hyunji menggeleng.</p>
<p>Entah berapa lama, aku dan Hyunji berdua, diam tanpa kata didepan rumahku.</p>
<p>“Kyu…kau tak boleh lelah… ayo masuk…” Yesung memanggilku, aku mengangguk dan melihat Hyunji sejenak, lalu masuk kedalam rumah.</p>
<p>Yesung berjalan bersamaku kedalam rumah.</p>
<p>“Kyu… duduklah…” Eunhyuk menyuruhku duduk disebelahnya.</p>
<p>Aku mengangguk dan duduk disebelahnya.</p>
<p>“Kau tak boleh lelah kan Kyu? Kenapa berjalan-jalan?” tanya Eunhyuk, aku tersenyum, dia memang namja yang baik sebenarnya, tapi agak sedikit tak bisa diam dan usil.</p>
<p>“Aku tak apa-apa Hyuk…aku sudah baikan…” jawabku.</p>
<p>“Hm? Sudah baikan? Berarti tak jadi ke Beijing?” tanyanya, eh? Dia ini…</p>
<p>“Ya!! Kau fikir jika sudah baikan aku tak perlu perawatan lebih jauh?” tanyaku, Hyukjae tertawa kecil mendengar jawabanku dan raut wajahku.</p>
<p>Kami mengobrol banyak… tapi Hyunji belum kembali kedalam rumahku.</p>
<p>Aku ingin sekali menghampirinya lagi. Aku berdiri, tapi Eunhyuk menarik tanganku untuk duduk lagi.</p>
<p>“Jangan terlalu lelah… duduklah…” sarannya, aku menuruti saran Eunhyuk dan kembali duduk.</p>
<p>“Aku ingin sekali ikut liburan…” ujarku perlahan.</p>
<p>“Ya!! Kyuhyun-ah…kau kan sedang sakit… lagipula kita tak sepenuhnya liburan Kyu…” ujar Inhyeong.</p>
<p>“Kyu… kau ingin ikut karena kau rindu pada Hyunji yah?” tanya Hyerim, aku tertawa kecil.</p>
<p>“Kalau iya?” tanyaku lagi.</p>
<p>“Ya!! Aku belum mengijinkanmu!!” ujar Yesung menjitak kepalaku, sedang yang lain hanya tertawa melihat tingkah kami.</p>
<p>Hampir sore, Hyerim, Inhyeong dan Hyunji pamit pulang.</p>
<p>“Gumawo sayang…” ujar Omma memeluk Hyerim, Inhyeong dan Hyunji.</p>
<p>“Maafkan Kyuhyun, Hyunji… dia sering membuatmu kesal yah?” tanya Omma, aku sedikit terkejut dengan pertanyaan Omma.</p>
<p>Aku melihat Hyunji tersenyum kecil.</p>
<p>“Ne. Tapi sekarang tak lagi Ahjumma…” ujarnya pelan melihatku, aku hanya bisa tersenyum melihatnya.</p>
<p>Aku mengantarkan mereka sampai kedalam mobil.</p>
<p>*****</p>
<p>Semenjak sakit… semua badanku tak luput dari sakit juga.</p>
<p>Aku tak mengerti kenapa… tapi, aku tahu ada yang tak beres didalam tubuhku.</p>
<p>Aku bangun dari tidurku, kadang aku bosan selalu dirumah, kadang aku ingin keluar, dan kadang aku juga ingin menggoda Hyunji lagi…</p>
<p>Dari awal masuk sekolah aku menyukainya, tapi dia sedikit galak, jadi aku tak mungkin mendekatinya secara halus…</p>
<p>Aku terus mengganggunya, tapi dia… dia selalu menganggapku sebagai anak yang usil… dulu aku sering membuatnya menangis, tapi sekarang… dia yang selalu membuatku menangis dengan tangisannya.</p>
<p>“Kyu… kenapa bangun?” tanya Yesung, dia memang sangat perhatian padaku. Aku menggeleng.</p>
<p>“Aku bosan…” jawabku.</p>
<p>“Sore ini ingin ikut denganku?” tanyanya, aku melihatnya.</p>
<p>“Ke café” aku mengangguk cepat, aku memang selalu ingin melihat dan mendengar Yesung menyanyi. Suaranya hampir senada dengan Hyunji.</p>
<p>“Tapi aku pulang dulu… ingin ganti baju…” ujarnya, aku mengangguk.</p>
<p>“Aku ikut saja…” ujarku. Yesung tersenyum.</p>
<p>“Kau rindu?” tanyanya, ah, yang dia maksud Hyunji? Tentu saja… aku sudah lama tak mengganggunya…</p>
<p>^^^^^</p>
<p>Yesung membawaku ke Apartemennya.</p>
<p>“Ya!! Hyunji-ah!! Ayolah!! Sekali lagi!!! Aku berjanji tak akan mengulanginya…” aku mendengar suara Eunhyuk. Kenapa dia di Apartemen Yesung?</p>
<p>Yesung membuka pintunya.</p>
<p>“Wae Hyuk?” tanya Yesung, “Adikmu tak mau mengajariku lagi!” kesalnya.</p>
<p>Aku melihat Hyunji disekitar ruangan itu, tak ada…</p>
<p>“Kemana Hyunji?” tanyaku.</p>
<p>“Baru saja masuk kamarnya…” jawab Eunhyuk.</p>
<p>“Aku ganti baju dulu…” ujar Yesung, aku mengangguk dan menuju ketempat Eunhyuk.</p>
<p>“Sedang apa disini?” tanyaku, “Sedang menjaga Hyunji… karena Yesung dirumahmu..” ujarnya.</p>
<p>“Kau tidur disini?” tanyaku lagi, “Aniyo… Inhyeong yang tidur disini…” jawabnya. Ah.. untunglah.</p>
<p>“Ya!! Jangan cemburu pada namja bodoh seperti ku… aku terlalu takut pada Hyunji…” ujarnya</p>
<p>Aku tersenyum kecil.</p>
<p>“Aku juga tak ada pikiran untuk cemburu pada namja bodoh sepertimu…” ujarku pelan lalu meninggalkan Eunhyuk sendiri, aku berjalan menuju kamar Yesung.</p>
<p>Saat aku melewati kamar Hyunji, entah kenapa, aku ingin sekali bertemu dengannya. Aku berhenti didepan kamar Hyunji, pintunya masih tertutup.</p>
<p>Aku mengetuknya… tak lama, dia membukanya, wajahnya suntuk melihatku.</p>
<p>“Annyeong…” sapaku tersenyum, aku melihat Hyunji sedikit kaget melihatku, dan langsung merubah raut wajahnya.</p>
<p>“Annyeong…kenapa kemari?” tanyanya, aku masuk kedalam kamar Hyunji tanpa ijinnya.</p>
<p>“Ingin melihat pemandangan yang dulu kulihat…” ujarku, aku membuka jendela Hyunji, ah!! Terlihat pemandangan yang indah …</p>
<p>“Aku ingin sisa hariku kugunakan untuk membuatmu tersenyum…” ujarku pelan melihat Hyunji yang berdiri disebelahku.</p>
<p>“Ya!! Bicara apa kau ini… bukankah kau akan sembuh?” tanyanya, aku tersenyum.</p>
<p>“Belum tentu…” “Kyu!! Aku tak menyukai bicaramu!” ujarnya ketus, aku tertawa kecil mengingat dulu dia sering berkata seketus itu padaku.</p>
<p>“Aku melihat Hyunji yang kukenal dulu…”</p>
<p>“Dan aku tak melihat Kyuhyun yang kukenal dulu” ujarnya, menyelaku, Hyunji melihatku.</p>
<p>Aku mengusap kepalanya, tapi dia diam.</p>
<p>“Kenapa diam?” tanyaku pelan, dia menggeleng. Biasanya dia paling tak suka jika aku mengusap kepalanya, katanya itu tak sopan.</p>
<p>“Aku juga tak melihat Hyunji yang dulu…” ujarku pelan.</p>
<p>“Aku tetap seperti dulu Kyu…” ujarnya, aku tersenyum.</p>
<p>Aku berjalan menuju meja kecil didekat tempat tidurnya.</p>
<p>Aku duduk ditempat tidurnya dan mengambil ponselnya diatas meja.</p>
<p>“Ayo!!” ajakku, menepuk ranjangnya, agar dia duduk disebelahku.</p>
<p>“Apa?” tanyanya, Hyunji duduk disebelahku.</p>
<p>“Dari dulu, aku ingin sekali berfoto denganmu…” ujarku pelan, aku memberanikan diri sedikit menarik  bahu Hyunji agar dia mendekat kearahku.</p>
<p>Dia tak menolaknya…</p>
<p>Aku memotret kami berdua. “JEPRET!!!”</p>
<p>Aku melihat hasilnya, dia tersenyum…cantik sekali.</p>
<p>“Lagi…” ujarku, lalu mengeluarkan ponselku.</p>
<p>Aku melihatnya yang diam.</p>
<p>“Ya!! Memberontaklah!!” ujarku, dia terlihat bingung.</p>
<p>“Aku ingin Hyunji yang dulu selalu kuganggu berteriak…” ujarku, Hyunji tersenyum.</p>
<p>“Ya!! Kyuhyun-ah!! Kau bisa mengirimnya dari ponselku kan!! Jika foto berdua akan menghabiskan waktu!!” ujarnya ketus, entah kenapa aku senang sekali melihatnya seperti itu lagi. Tapi matanya merah, aku tak tahu kenapa…</p>
<p>“Kau tak apa-apa?” tanyaku, Hyunji menggeleng.</p>
<p>“Aniyo!! Ayo!!! Jadi tidak?” tanyanya, aku mengangguk.</p>
<p>Aku memegang pundaknya dan bersiap memotret.</p>
<p>“Aku ikut!!” aku melihat Eunhyuk berlari keatas tempat tidur Hyunji dan langsung duduk diantara kami.</p>
<p>“Ah.. iya…” ujarku sedikit kesal. Aku memotret kami bertiga.</p>
<p>“JEPRET!!!”</p>
<p>Eunhyuk mengambil ponselku dan melihat hasilnya.</p>
<p>“Ah~! Aku ini memang sangat tampan…” ujarnya dengan penuh percaya diri. Hyunji langsung keluar kamarnya.</p>
<p>“Ya!! Hyunji-ah.. kenapa kau cemberut?? Ck… kau ini!!” celoteh Eunhyuk masih melihat foto itu, sepertinya dia juga tak tahu kalau Hyunji keluar kamarnya.</p>
<p>“Hyuk!! Ayo keluar…” ajakku menarik tangan Eunhyuk. Eunhyuk hanya mengikutiku dan terus mengomentari foto barusan.</p>
<p>“Ya! Kyuhyun-ah… kau itu tampan yah..” ujarnya, aku melihatnya yang masih melihat ponselku, tampan? Dia melihat fotoku yang mana?</p>
<p>Aku mengambil ponselku, aku melihat fotoku di ponsel, fotoku di pernikahan Jang Sem.</p>
<p>“Tapi, lebih tampan aku…” ujarnya, eh? Dia itu benar-benar penuh percaya diri.</p>
<p>“Kyu… jadi ikut?” tanya Yesung saat keluar kamarnya, aku mengangguk.</p>
<p>Aku melihat Hyunji mengotak atik ponselnya.</p>
<p>“Hyuk… aku pergi dulu…” pamit Yesung, Eunhyuk mengangguk dan langsung kembali menganggu Hyunji.</p>
<p>“Ck!” aku mendengar Hyunji berdecak setelah diganggu Eunhyuk.</p>
<p>Aku melihat Eunhyuk tetap menganggu Hyunji, dia melepas earphone dari telinga Hyunji, setelah Hyunji memasangnya, dia mencopotnya lagi.</p>
<p>“Hyunji-ah… Oppa pergi yah… kau ikut?” tanya Yesung menghampiri Hyunji, aku melihat Hyunji melirikku, lalu melihat Yesung lagi.</p>
<p>“Ani…” ujarnya sambil menggeleng.</p>
<p>“Baiklah… hati-hati dirumah…” ujar Yesung lalu mengusap kepala Hyunji yang manggut-manggut.</p>
<p>^^^^^</p>
<p>“Duduklah…” Yesung menarik kursi disebelahnya. Aku duduk dikursi itu.</p>
<p>“Nanti kabari aku jika tes sudah dibuka yah?” ujarnya, aku mengangguk.</p>
<p>“Pasti…kau akan memilih bersama Hyunji?” tanyaku, Yesung mengangguk.</p>
<p>“Aku belum bisa meninggalkannya. Mungkin sampai dia mendapatkan namja yang bisa membahagiakannya…” ujarnya,</p>
<p>“Aku?” tanyaku, “Atau Leeteuk?” lanjutku, Yesung tersenyum.</p>
<p>“Tak pernah terfikir nama Leeteuk dicalon adik iparku…” ujarnya…</p>
<p>“Wae?” tanyaku, “Kenapa kau berfikir Leeteuk?” tanyanya.</p>
<p>“Leeteuk selalu ingin dekat dengan Hyunji, begitu juga sebaliknya…iya kan?” tanyaku, Yesung tertawa kecil.</p>
<p>“Jadi karena itu, kau menganggap mereka berdua sedang jatuh cinta?” tanyanya, aku mengangguk.</p>
<p>“Kau itu mencintainya, tapi kau tak tahu orang yang dicintainya yah?” lanjutnya. Aku melihatnya bingung.</p>
<p>“Kyu…kau sudah membuatnya tetap memikirkanmu… kalau Leeteuk… Hyunji hanya menganggapnya sebagai kakak… harusnya akulah yang merasa tersaingi…” ujarnya, heh? Jadi Leeteuk bukan mencintai Hyunji?</p>
<p>“Jangan pernah berfikir Hyunji akan mencintai Leeteuk…” ujar Yesung, aku melihatnya.</p>
<p>“Wae?” tanyaku, fikirku selama ini, Hyunji dan Leeteuk adalah pasangan yang serasi…mereka benar-benar seimbang…</p>
<p>“Kau tahu…” “Yesung-ah… ayo!!” Yesung menghentikan bicaranya dan melihat orang yang memanggilnya.</p>
<p>“Aku naik…” ujarnya, aku mengangguk dan melihat Yesung naik keatas panggung.</p>
<p>Ah… apa yang aku tak tahu? Apa Leeteuk sebenarnya kakak Hyunji? Ah… tak mungkin…</p>
<p>Yesung mulai bernyanyi… suaranya indah… sangat indah…</p>
<p>Apalagi jika dia sedang berduet dengan Hyunji…ah.. rasanya mereka itu seperti melodi yang sempurna.</p>
<p>Setelah usai bernyanyi… Yesung kembali menghampiriku.</p>
<p>Sebenarnya dia baru menyanyikan dua lagu, tapi sepertinya tubuhku sudah tak kuat berlama-lama diluar. Jadi Yesung meminta ijin untuk mengantarkanku pulang.</p>
<p>^^^^^</p>
<p>“mian…” ucapku saat perjalanan pulang, Yesung melihatku.</p>
<p>“sudah berapa lama kau mengenalku Kyu? Jangan seperti baru mengenalku setahun atau dua tahun…” ujarnya.</p>
<p>“Tapi aku benar-benar merepotkanmu…” ujarku lagi, aku memang sedikit canggung pada Yesung sekarang… mungkin karena aku lebih sering merepotkannya sekarang.</p>
<p>“Ya!! Bukankah itu gunanya aku selalu disampingmu?” ujarnya, aku tersenyum melihatnya.</p>
<p>“Gumawo…” ucapku pelan.</p>
<p>Yesung mengantarkanku sampai kekamar.</p>
<p>“Kau ingin minum?” tawarnya, aku mengangguk. Yesung keluar kamarku.</p>
<p>Aku membenarkan dudukku, setelah Yesung keluar kamar, aku sangat merasakan sakitnya. Seluruh tubuhku rasanya sakit…</p>
<p>Apa aku sanggup menahan sakit ini… apa aku sanggup memenuhi janjiku pada Hyunji?</p>
<p>Ah… sebenarnya aku sangat tak ingin pergi jauh dari Korea… tapi aku harus berjuang…</p>
<p>“Kyu… kau sudah pulang?” Omma masuk kedalam kamarku, aku tersenyum dan mengangguk.</p>
<p>“Omma… apa aku bisa sembuh?” tanyaku pelan, Omma tersenyum dan mengelus rambutku.</p>
<p>“Tentu Kyu… Pamanmu kan tak kalah hebat…” ujar Omma kembali tersenyum.</p>
<p>“Kau tadi ikut kerumah Yesung?” tanya Omma, aku mengangguk.</p>
<p>“Berarti kau bertemu Hyunji… ah… anak omma sudah dewasa…” ujar Omma membuatku tersenyum kecil. Omma memang tahu bahwa aku sangat mencintai Hyunji, bahkan omma adalah teman curhatku saat dirumah.</p>
<p>“Aku ingin jika nanti bertemu Hyunji lagi, aku sudah sembuh Omma…” ucapku pelan, Omma mengangguk. “Itu pasti Kyu…”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>to be continued&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpopff.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpopff.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpopff.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpopff.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpopff.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpopff.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpopff.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpopff.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpopff.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpopff.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpopff.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpopff.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpopff.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpopff.wordpress.com/404/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=404&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d894cc18a2bded3c5d52729e7207421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">capcipcupu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Because Your Love [Part 4]</title>
		<link>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-4/</link>
		<comments>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 13:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lovels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jongwoon]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Hyukjae]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jungsoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpopff.wordpress.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Cast : Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ] Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs] Aku melihat Eunhyuk dan Hyunji memasuki kelas malam ini. Tunggu, kenapa masuk kekelas Junior High School? Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam. Aku melihat Eunhyuk duduk bersama murid lainnya? Eh? Ada apa ini? Teman satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=401&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://www.freeimagehosting.net/001c7"><img class="aligncenter" src="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" alt="" width="518" height="403" /></a></p>
<p>Cast :</p>
<p>Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ]</p>
<p>Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs]</p>
<p>Aku melihat Eunhyuk dan Hyunji memasuki kelas malam ini.</p>
<p>Tunggu, kenapa masuk kekelas Junior High School? Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam.</p>
<p>Aku melihat Eunhyuk duduk bersama murid lainnya? Eh? Ada apa ini? Teman satu ruangan itu tak sebaya dengannya.</p>
<p>“Apa masih ada yang membingungkan dari pelajaran kemarin?” aku mendengar Hyunji bertanya, suara itu lucu sekali. dia itu mengajar tapi seperti ingin mengajak bermain. Aku tersenyum melihat caranya mengajar… inilah salah satu alasan kenapa dia kuterima disini…<span id="more-401"></span></p>
<p>“Aniyo…” jawab anak-anak diruangan itu, termasuk Eunhyuk yang duduk dibangku paling belakang. Wajahnya terlihat senang sekali… seperti dia sedang menyukai Hyunji…</p>
<p>“Ne baiklah… kalau begitu… sekarang, kita kuis…” ujarnya lagi, mengangkat kertas dari mejanya.</p>
<p>Hyunji membagikan kertas itu satu persatu kesemua murid.</p>
<p>Aku melihat Hyunji juga membaginya ke Eunhyuk, tapi setelah itu EUnhyuk mengangkat tangan kanannya ke samping wajahnya. Eh? Kenapa diperban?</p>
<p>“Baiklah… kita mulai yah, dari sekarang…” ujarnya lagi namun tetap disamping Eunhyuk.</p>
<p>Hyunji duduk disamping Eunhyuk, eh? Ada apa ini? Kenapa dia menuliskan Eunhyuk?</p>
<p>“Unnie… aku belum mengerti yang ini…” ujar salah seorang anak, Hyunji berdiri dan menghampiri anak itu. Dia terlihat menjelaskan kepada anak itu, setelah itu dia kembali ketempat Eunhyuk.</p>
<p>“Noona… apakah ini begini?” Tanya salah satu anak lagi. Alhasil Hyunji bangun dari duduknya dan menghampiri anak itu lagi. Ah… kasihan juga…</p>
<p>Aku masuk kedalam ruangan itu.</p>
<p>“Annyeong!!” sapaku ramah. Anak-anak di ruangan itu menyambutku dengan senang.</p>
<p>“Ah… bagaimana jika kuis ini kita ganti saja!!” ajakku, Hyunji melihatku tersenyum, aku membalas senyumnya.</p>
<p>“Siapa yang bisa mengerjakan kuis ini didepan, akan kuberi permen… tapi jika gagal mengerjakan akan…” aku memperlihatkan bedak tabur kepada mereka “Kita coreng wajahnya…” ajakku. Anak-anak berantusias mengikuti permainanku.</p>
<p>Aku melihat Hyunji mengangguk, aku tersenyum dan mengedipkan sebelah mataku. Aku ingin tahu bagaimana reaksi Eunhyuk, kulirik dia, dan benar saja… wajahnya masam… hahaha…</p>
<p>“Ah… baiklah.. siapa yang akan mengerjakan soal pertama?” tanyaku, anak paling depan, seingatku namanya Geunrim, mengangkat tangannya. Aku memberikan spidol padanya.</p>
<p>“Ne. Geunrim.” Ujarku.</p>
<p>Aku melihat eunhyuk dan Hyunji sedang asik mengerjakan soal itu. Ternyata Hyunji sedang membantu eunhyuk untuk mengerjakan soal itu dan menulis jawaban eunhyuk dikertas itu? Ah, dia itu baik sekali…</p>
<p>Geunrim selesai mengerjakan soal, dia memang terbilang anak yang cerdas, hanya saja sedikit pemalas.</p>
<p>“Yup!! Kita lihat nasib Geunrim, akan diberi permen atau dicoreng?” tanyaku, membuat anak-anak tertawa.</p>
<p>Aku melihat jawaban Geunrim. Benar.</p>
<p>“Geunrim, kau pintar… ini untukmu…” ujarku memberikan lollipop lucu padanya. Geunrim terlihat sangat senang, sedangkan yang lain, langsung bekerja keras mengerjakan nomor selanjutnya.</p>
<p>“Nah!! Ada yang belum mengerti cara ini?” tanyaku pada mereka. Mereka menggeleng. Hyunji memang cepat mengajari mereka.</p>
<p>“Baiklah.. nomor selanjutnya. Siapa yang akan mengadu nasibnya?” tanyaku, sekali lagi anak-anak tersenyum mendengar pertanyaanku.</p>
<p>“Aku Oppa…” ujar salah seorang anak perempuan. Aku memberikan spidol padanya.</p>
<p>Setelah beberapa menit, dia terlihat masih bingung mengerjakan soal itu. Aku mendekatinya.</p>
<p>“Masih bingung?” tanyaku, dia mengangguk kecil. Aku tersenyum padanya.</p>
<p>“Baiklah… begini… ini, dikali kesini, lalu dibagikan dengan yang ini…” ujarku menjelaskan pelan pada anak itu, tanganku menunjuk beberapa angka yang harus dihitung di papan tulis.</p>
<p>“Mengerti?” tanyaku, dia terdiam melihatku. Ah, sepertinya belum mengerti.</p>
<p>“Jangan gugup begitu.. ini kalikan… enamn dikali Sembilan berapa?” tanyaku. Dia mengulum bibir bawahnya, wajahnya bingung. Aku tersenyum.</p>
<p>“Belum hapal perkalian yah?” tanyaku, dia mengangguk kecil, wajahnya gugup melihatku. Kenapa dia ini?</p>
<p>“Ah… tak usah gugup… cobalah hitung dulu…” ujarku pelan.</p>
<p>“Teuk… she loves you…” bisik Hyunji. Oh? Dia tahu aku tampan yah?? Aku melihat Hyunji, kulihat dia mengangguk.</p>
<p>“Ah.. tak usah gugup biasa saja yah… sepertinya kau harus lebih rileks…” ujarku, lalu menyentil pelan hidungnya.</p>
<p>^^^^^</p>
<p>“Annyeong… kapan-kapan, kita bermain lagi yah…” ujarku memberikan salam perpisahan pada mereka.</p>
<p>Aku keluar lebih dulu diikuti Hyunji.</p>
<p>“Thanks…” ucapnya pelan.</p>
<p>“Hm? Aku tak begitu mendengar…” ujarku memundurkan langkahku.</p>
<p>“Terimakasih tuan muda…” ujarnya, aku merubah raut wajahku.</p>
<p>Hyunji melihatku dan tersenyum.</p>
<p>“Jangan seperti itu.. kau kan sudah kuperingatkan untuk tidak memanggilku seperti itu…” ujarku pelan.</p>
<p>“Ne. Mianhe… terimakasih Leeteuk…” ujarnya, aku mengikutinya masuk kedalam ruangan pengajar.</p>
<p>“Hyunji… apa dia menanyakanku?” tanyaku pelan disebelahnya. Hyunji melihatku, lalu tersenyum.</p>
<p>“Memangnya dia tak menghubungimu?” tanyanya, aku menggeleng.</p>
<p>“Ya!! Bohong sekali… aku melihatnya… pesan masuk dan keluarmu itu… penuh dengan nama Special Doll…”</p>
<p>“Ya!! Kau mengutak-atik ponselku?” tanyaku menunjuk hidungnya.</p>
<p>“Hahaha… aniyo… untuk apa??” tanyanya, dia duduk dikursi dan memakai hoodie-nya.</p>
<p>“Untuk mengalihkan pembicaraan kita saat membahas Eunhyuk…” Hyunji melihatku kaget.</p>
<p>“Apa maksudmu? Aku tak pernah mengalihkan pembicaraan kita saat membahas Eunhyuk kan?” tanyanya. “Hm? Benarkah??” tanyaku.</p>
<p>“Lalu kenapa Eunhyuk masuk ke kelas Junior High School?” tanyaku pelan. Hyunji mencubit pipiku pelan.</p>
<p>“Itu Ommanya yang memasukkannya… bukan aku… aku juga baru tahu kalau dia masuk ke kelas Junior High School…” jawabnya. Oh… jadi begitu…</p>
<p>“Hm… lalu apa kau tahu perasaannya padamu?” tanyaku lagi. Hyunji bangun dari duduknya dan langsung menjitak kepalaku.</p>
<p>“Dia itu muridku… lagipula dia teman Yesung… mana mungkin aku menyukainya dan dia menyukaiku…” ujarnya.</p>
<p>“Siapa yang tahu hati seseorang Hyunji?” aku menaikkan kedua alisku.</p>
<p>“Hm… iya benar… seperti kau dan Inhyeong…” ujarnya, lalu tersenyum kecil dan meninggalkanku keluar ruangan itu.</p>
<p>Aku mengikuti Hyunji keluar ruangan itu.</p>
<p>“Mwo? Aku dan Inhyeong?? Tak tahu hati masing-masing?? Ya!! Aku tahu perasaannya…” ujarku.</p>
<p>“Benarkah??” tanyanya.</p>
<p>“Aku juga tahu perasaanmu…” ujarku lagi.</p>
<p>“Sudahlah… aku pulang…” pamitnya, aku menahan tangan Hyunji.</p>
<p>“Tak bersamaku?” tawarku, aku ingin tahu apakah dia memilih sahabatnya, atau Eunhyuk??</p>
<p>“Aku berangkat bersama Eunhyuk… aku pulangpun harus bersamanya…” ujar Hyunji.</p>
<p>aku melepaskan tangannya dan berjalan bersama menuju parkiran…</p>
<p>aku melihat Eunhyuk sudah didalam mobilnya.</p>
<p>“Aku duluan… Annyeong…” pamitnya. Aku mengangguk dan membalas lambaian tangannya, lalu masuk kedalam mobil.</p>
<p>Jika mereka benar-benar menjadi sepasang kekasih… betapa lucunya…</p>
<p>Aku melihat Hyunji melambaikan tangan dari dalam mobil Eunhyuk, kubalas lambaian tangannya. Kulihat mereka sampai menghilang dari pandanganku.</p>
<p>“Ddrrreetttt!!!!” ponselku bergetar. Pesan masuk dari Inhyeong.</p>
<p>Ah… entahlah, ini sudah sering terjadi, tapi kenapa aku selalu saja deg-degan dan penasaran dengan apa yang dikirimnya.</p>
<p>Aku membukannya…</p>
<p align="center"><em>“Teuk… mian aku baru membaca pesanmu…</em></p>
<p align="center"><em>Aku bisa keluar minggu ini…”</em></p>
<p>Ah… iya, aku tadi bertanya padanya, apa dia bisa keluar. dan jawabannya iya!!</p>
<p>Aku terus melajukan mobilku dan mengetik pesan untuk Inhyeong.</p>
<p align="center"><em>“Hm. Tak apa… aku juga baru selesai mengajar…</em></p>
<p align="center"><em>Minggu malam.”</em></p>
<p>*****</p>
<p>Aku menelpon Hyunji, biasanya setiap sabtu pagi, dia akan menelponku dan menyuruhku menjemputnya karena Yesung biasa membolos dan lebih memilih menyanyi.</p>
<p>Tak diangkat… apa aku langsung kerumahnya?</p>
<p>Ah… sebaiknya iya… daripada aku dan Hyunji telat.</p>
<p>Aku melajukan mobilku menuju rumah Hyunji, sambil mengetik pesan untuk menyapa Inhyeong. Ah!! Rasanya aku benar-benar dibuatnya gila!!</p>
<p align="center"><em>“Pagi… Inhyeong-ah.. sudah bangun??”</em></p>
<p>Kukirim…</p>
<p>Ah!! Ketahuan sekali hanya basa-basi?? Ck.</p>
<p align="center"><em>“Pagi Teuk.. ne, tentu saja sudah… hm, apa kau belum?” </em></p>
<p align="center"><em>“Haha.. tentu saja sudah… semoga harimu menyenangkan Inhyeong…”</em></p>
<p align="center"><em>“Ne… kau juga Teuk…”</em></p>
<p>Aku turun dari mobilku saat aku sampai didepan rumah Hyunji.</p>
<p>Hm,,, rumahnya sudah sepi, pasti Yesung sudah berangkat, dan Hyunji… pasti sedang menyiapkan makanan. Ah… dia itu benar-benar yeoja yang baik.</p>
<p>Aku melihat mobil asing parkir didepan rumah Hyunji. Mobil siapa? Seperti bukan mobil Eunhyuk.</p>
<p>Aku memberanikan diri masuk kedalam rumah Hyunji.</p>
<p>Sepi sekali… kenapa pintunya terbuka? Ck.</p>
<p>Aku mengurungkan niatku meneriaki Hyunji setelah aku mendengar suara seseorang.</p>
<p>“Ya!! Hyunji-ah!!! Keluarlah… ibumu menunggu sayang…” suara itu… yah… aku mengenalnya… suara Ayah tiri Hyunji?</p>
<p>Jangan-jangan dia mengganggu Hyunji lagi!!!</p>
<p>Aku berlari cepat menuju kearah suara itu. Aku menuju kekamar Hyunji. Dan benar… aku melihat sesosok mengerikka itu…</p>
<p>Seseorang dengan tubuh besar dan kekar, juga kumis beringasnya. Orang ini salah satunya yang membuat Hyunji tak tenang di hidupnya.</p>
<p>“Ya!! Menjauhlah!! Hyunji tak ingin pergi bersamamu!!”  aku berteriak dibelakangnya. Dia menoleh! Tatapannya tajam menatapku.</p>
<p>“Heh!! Kau… bocah ingusan!! apa yang kau tahu!! Aku ingin mengajak anakku pulang!!” teriaknya.</p>
<p>“Mengajaknya pulang?? Anakmu!!” tanyaku skeptis.</p>
<p>“Ya!!! Apa maksud nada bicaramu seperti itu??” Ryeonggi Ajusshi semakin berteriak.</p>
<p>“Hm? Maksudku… apa yang akan dilakukan Nyonya Kim, jika tahu suaminya mencintai anaknya dan berniat buruk pada anaknya??” tanyaku pelan, lalu mengeluarkan ponselku dan memperlihatkan padanya.</p>
<p>Ryeonggi Ajusshi mengerenyitkan keningnya, sepertinya dia tak mengerti apa yang kumaksud.</p>
<p>“Bagaimana jika Nyonya Kim mendengar ucapan Anda barusan??” tanyaku pelan.</p>
<p>“Pergi sekarang atau ku berikan ini pada Nyonya Kim!!!” aku menggeretak Ryeonggi Ajusshi.</p>
<p>“Awas kau bocah ingusan…” aku mendengar dia mengendus seperti itu, lalu meninggalkan rumah Hyunji dengan sedikit sempoyongan, aku yakin dia mabuk.</p>
<p>Setelah aku yakin Ryeonggi Ajusshi pergi, aku mengetuk pintu kamar Hyunji.</p>
<p>“Hyunji… keluarlah…” aku berbicara setelah mengetuk beberapa kali mengetuk pintu Hyunji.</p>
<p>Aku mendengar suara kunci dibuka dan aku melihat sosok Hyunji di depanku. Dia terlihat kacau.</p>
<p>“Kau baik-baik saja?” tanyaku, aku khawatir Ryeonggi Ajusshi melakukan hal yang tidak-tidak.</p>
<p>Hyunji mengangguk. Dia terlihat sangat ketakutan. Kemeja Hyunji juga berantakan, rambutnya juga.</p>
<p>“Tak usah masuk sekolah yah?” tanyaku, Hyunji menggeleng.</p>
<p>“Aku baik-baik saja…” ujarnya ditengah sengukannya.</p>
<p>“Dia benar-benar tak macam-macam padamu kan?” tanyaku, aku mengangkat wajah Hyunji dan merapikan rambutnya.</p>
<p>“Aniyo…” jawabnya singkat.</p>
<p>Aku menggiring Hyunji masuk kekamarnya dan mendudukkannya di tempat tidurnya.</p>
<p>Setelah itu aku mengambil air minum didapur, lalu kembali kekamar Hyunji.</p>
<p>“Minum…” tawarku. Hyunji meminumnya.</p>
<p>Kasihan sekali yeoja ini… kadang-kadang aku ingin sekali ada disampingnya, selalu ada untuknya.</p>
<p>Tapi itu tak mungkin… aku senang Yesung sangat menyayanginya, juga Inhyeong dan Hyerim, tapi aku ingin selalu ada saat dia membutuhkan siapapun… yah… mungkin perasaan sayangku ini pengaruh aku ingin sekali mempunyai seorang adik yang lucu seperti dia…</p>
<p>“Aku akan sekolah Teuk… aku ganti baju dulu…” ujarnya setelah tenang. Aku mengangguk dan mengambil gelas yang sudah kosong, lalu keluar kamar Hyunji untuk menunggunya ganti baju.</p>
<p>Aku melihat figura foto yang didalamnya ada foto Hyunji bersama Yesung, Mereka sangat gembira… tak seperti sekarang…</p>
<p>Beberapa menit kemudian, Hyunji keluar dari kamarnya, dia lebih rapi daripada sebelumnya.</p>
<p>“Ayo…” ajakku, Hyunji mengangguk dan mengikutiku masuk kedalam mobil.</p>
<p>“Pagi sekali Yesung berangkat…” aku memulai pembicaraan saat didalam mobil. Aku melihat Hyunji mengeluarkan ponsel ungunya.</p>
<p>“Ya!! Jawab dulu pertanyaanku Hyunji…” ujarku mengambil ponselnya yang akan dipasang earphonenya.</p>
<p>“Dia tak pulang…” jawabnya. Tak pulang lagi? Kemana Yesung?</p>
<p>“Hm? Memangnya dia kemana?” tanyaku pelan.</p>
<p>“Molla. Semalam waktu kuhubungi, ponselnya tak aktif” ujarnya. Jadi semalam Hyunji di rumah sendiri? Pasti dia menghabiskan semalam dengan menangis kencang… hm, mungkin.</p>
<p>Aku membuka pesan di ponsel Hyunji.</p>
<p>Dari Kyuhyun… dia masih berhubungan dengan Kyuhyun walaupun hanya dengan pesan.</p>
<p>Tak ada pesan dari Eunhyuk, berarti dia sama sekali tak berhubungan dengan Eunhyuk?</p>
<p>“Mencari pesan dari eunhyuk?” tanyanya, aku melihatnya dan tersenyum.</p>
<p>“Kau masih tak percaya kalau aku dan dia hanya sebatas teman yah?? Masih ingin mencari bukti?” tanyanya lagi. Aku mengembalikan ponselnya.</p>
<p>“Dia tak pernah sekalipun mengirimu pesan?” tanyaku. Hyunji menggeleng.</p>
<p>“Hm… sini…” ujarnya meminta padaku, “Apa?” tanyaku bingung</p>
<p>“Ponselmu… aku kan sudah memperbolehkanmu mengutak-atik ponselku… sekarang aku yang harus tahu isi ponselmu…” ujarnya. Aku tertawa kecil.</p>
<p>“Bukankah kau yang selalu tahu apa isi didalamnya… hanya ada nama itu Hyunji…” ujarku pelan.</p>
<p>“Hm? Benarkah?? Awas saja kalau sampai kutemukan nama lain!!” ujarnya, aku tersenyum melihat tingkahnya… tiga tahun bersama, rasanya tak ingin berpisah jika nanti dia akan pindah ke China.</p>
<p>Dia benar-benar sangat menyayangi kedua sahabatnya itu.</p>
<p>Sesampainya disekolah, aku langsung berpisah dengannya diparkiran. Hyunji langsung menuju kelas.</p>
<p>Setelah yakin Hyunji sudah jauh, aku berjalan menuju kekelasku.</p>
<p>Itu dia, aku melihat sosok Inhyeong sedang mengobrol bersama Hyerim, dia pasti sedang menunggu Hyunji didepan kelasku.</p>
<p>Menyapa tidak yah?? Kenapa jadi gugup seperti ini? Aku berusaha seperti biasa.</p>
<p>Aku tersenyum pada Inhyeong, dia membalas senyumku.</p>
<p>“Pagi…” sapaku. Inhyeong mengangguk, “pagi…”</p>
<p>“Uhuk!!” Hyunji batuk disebelahku. Aku tersenyum kecil padanya, lalu masuk kedalam kelas.</p>
<p>Aku mendengar Hyunji dan Hyerim membiacarakanku dan Inhyeong.</p>
<p>Aku melihat pagi ini Eunhyuk belum datang.</p>
<p>^^^^^</p>
<p>Saat istirahat, aku menuju ruang jurnalistik. Hari ini ada rapat untuk liburan Jurnalistik.</p>
<p>Tak berapa lama kemudian, aku melihat Hyunji, Inhyeong dan Hyerim masuk kedalam ruangan. Lagi-lagi pandanganku terpaku pada Inhyeong. Entah apa yang membuatku menyukainya, padahal, dua orang temannya itu lebih daripada Inhyeong.</p>
<p>Hyunji, dia cantik, Hyerim, dia pandai memotret. Tapi kenapa aku malah memilih Inhyeong?</p>
<p>Hyunji duduk sebelahku dan Inhyeong disebelahnya.</p>
<p>“Hoobae juga ikut?” tanyaku pada Hyunji, Hyunji menggeleng.</p>
<p>“Molla, tapi jika Hoobae ada yang ikut, mereka harus membayar lagi kan?” Tanya Hyunji. Aku mengangguk.</p>
<p>“Pasti sedih…” ujarku, Hyunji melihatku bingung.</p>
<p>“Tak ada dia…” ujarku, Hyunji tersenyum kecil.</p>
<p>Setelah semua berkumpul, rapat dimulai.</p>
<p>“Bagaimana kalau kepantai?” usulku saat kami membahas tempat yang akan dikunjungi.</p>
<p>“Hm, benar.. itu ide yang bagus, dipantai banyak pemandangan indah…” sahut Hyerim.</p>
<p>“Annyeong… mian aku terlambat…” aku melihat Ryeowook masuk kedalam ruangan, bersama Eunhyuk dibelakangnya. Eh? Eunhyuk kan tak ikut Jurnalistik? Kenapa dibawa kesini?</p>
<p>Ryeowook menyuruh Eunhyuk duduk disebelahku, sedangkan dia langsung mengambil kameranya.</p>
<p>Aku melihat tangan Eunhyuk masih diperban.</p>
<p>“Kenapa itu?” tanyaku menunjuk tangannya. Eunhyuk melihatku dan tersenyum lalu melirik Hyunji.</p>
<p>Heh? Ada apa ini? Aku melihat Hyunji yang melihat tangan Eunhyuk, saat dia tahu aku melihatnya, dia mengalihkan penglihatannya.</p>
<p>“Luka…” ujarnya. Aku manggut-manggut mendengar jawabannya.</p>
<p>“Eunhyuk akan ikut kita berlibur…” ujar Ryeowook.</p>
<p>“Tapi kan dia belum menjadi anggota Jurnalistik” ujar Hyerim.</p>
<p>“Memang, tapi dia sangat hebat saat menari, mungkin saja dia akan bisa menghibur kita. Lagipula, dia banyak tahu tempat wisata… bisa saja dia menjadi pemandu kita nanti…” ujar Ryeowook lagi.</p>
<p>“Hm…iya, aku setuju, jadi kita tak perlu keluar biaya untuk tersesat…” ujarku melihat Hyunji, dia tampak sedikit suntuk.</p>
<p>Setelah selesai rapat hari ini, aku dan Hyunji langsung menuju kelas, sedangkan Ryeowook dan Eunhyuk langsung pulang.</p>
<p>“Kenapa begitu tak ingin Eunhyuk ikut?” tanyaku saat dikelas, kelas sudah kosong, karena sudah waktu pulang sekolah.</p>
<p>“aku pulang…” pamitnya, heh?selalu saja mengalihkan pembicaraan jika sedang suntuk.</p>
<p>Aku menahan tangan Hyunji, dia melihatku.</p>
<p>“Jawab dulu pertanyaanku…berubahlah menjadi lebih dewasa….” Ujarku.</p>
<p>“Ck… aku hanya sedikit tak menyukainya…” ujarnya, aku melepaskan tangannya, Hyunji duduk di kursinya. Tak menyukainya? Bukankah Eunhyuk orang yang menyenangkan? Dikelas saja dia selalu membuat keonaran dengan leluconnya, atau membuat yeoja tak berkedip karena tariannya?</p>
<p>“Jangan bertanya kenapa, dia selalu menggangguku… kadang aku tak ingin dia ada dikelas ini… atau bahkan bermain bersama Yesung!” ujarnya, sebelum aku bertanya kenapa…</p>
<p>“Mungkin kau harus mempertimbangkan kata-kataku beberapa hari lalu Hyunji…” ujarku pelan.</p>
<p>Hyunji melihatku dan terlihat berfikir.</p>
<p>“Maksudku, tentang perasaan Eunhyuk…” tambahku…</p>
<p>“Mwo?? Maksudmu… dia menyukaiku?” tanyanya, aku tersenyum dan mengangguk-angguk.</p>
<p>“Hm… kalau aku sampai menyukainya, mungkin aku sudah gila!!” ujarnya ketus.</p>
<p>“Hm? Benarkah?? Hahaha… awas saja kalau pesonanya mampu membuatmu mencintainya…” ujarku pelan, menahan senyum.</p>
<p>“Tak mungkin… itu tak pernah mungkin!!” sanggahnya. Aku tertawa kecil.</p>
<p>“Berani taruhan??” tawarku.  Hyunji terdiam.</p>
<p>“Hm? Benar ‘kan? Kau hanya belum menyadarinya…” ujarku menahan tawaku.</p>
<p>“Ya!! Aku tak bercanda!!” ujarnya, memukul pundakku.</p>
<p>“Hahaha… jangan seperti itu!! Wajahmu lucu!!” ujarku tertawa kecil, menunjuk Hyunji yang suntuk.</p>
<p>“Ya!! Jangan tertawa Leeteuk!!” ujarnya kesal.</p>
<p>“Ayolah Hyunji… jangan berbohong lagi…” tawaku pelan.</p>
<p>“Aku tak berbohong Teuk… aku tak menyukainya…” jawabnya pelan. Aku mendekatkan telingaku kedepan wajahnya.</p>
<p>“Aku mendengar kau mengatakan kalau kau menyukainya, yah?” tanyaku pelan. Hyunji terdiam.</p>
<p>“Ayo katakan lagi…” godaku masih didepan wajahnya.</p>
<p>“Hyunji…” panggil Hyerim, aku berdiri dan menjauhkan wajahku. Aku melihat Hyerim datang bersama Inhyeong. Astaga!! Jangan bilang dia melihatku dan Hyunji.</p>
<p>“Aku pulang…” pamit Hyunji. Aku mengangguk.</p>
<p>“Teuk, kami duluan… annyeong…” Hyerim juga pamit padaku, aku membalasnya dan tersenyum. Tapi tidak dengan Inhyeong.</p>
<p><strong>Hyunji POV</strong></p>
<p>“Ayo katakan lagi…” godanya, Leeteuk masih menghadapan telinganya didepan wajahku.aish!! orang ini… dia memang sedikit keras kepala.</p>
<p>“Hyunji…” aku mendengar suara Hyerim, Leeteuk langsung menjauhkan wajahnya dan berdiri.</p>
<p>Hyerim datang bersama Inhyeong.</p>
<p>“Aku pulang…” pamitku, aku melihat Leeteuk mengangguk.</p>
<p>Aku menghampiri mereka berdua.</p>
<p>“Teuk, kami duluan…annyeong…” pamit Hyerim, aku melihat Inhyeong berjalan lebih dulu.</p>
<p>“Jadi kerumahnya?” Tanya Hyerim, aku mengangguk.</p>
<p>“Ne. tapi aku harus pulang dulu… aku ingin memeriksa apakah Yesung Oppa sudah pulang atau belum” tambahku.</p>
<p>Aku, Hyerim dan Inhyeong menuju ke Apartemenku.</p>
<p>“Hyunji…Yesung belum pulang?” Tanya Inhyeong, aku menggeleng.</p>
<p>“Aku tak tahu dia kemana…”</p>
<p>“Yesung tak menelponmu?” Tanya Hyerim, aku kembali menggeleng.</p>
<p>“Aku ganti baju dulu…” ujar Inhyeong lalu menuju kamarku.</p>
<p>Aku mengambil ponsel Inhyeong yang ada diatas meja, sedang Hyerim, masih sibuk dengan siaran TV.</p>
<p>Perlahan, aku membuka pesan di ponsel Inhyeong.</p>
<p>Penuh dengan nama yang sama… Special Doll…</p>
<p>Hyerim? Aku membuka pesan dari Hyerim, biasanya Inhyeong paling tak suka mengirimi pesan untukku dan Hyerim.</p>
<p>Aku hampir tak bisa bernafas membaca pesan dari Inhyeong untuk Hyerim.</p>
<p>Dia cemburu padaku? Ya Tuhan, apa ini??</p>
<p>Inhyeong menulis semua perasaannya dipesan teks itu, dia benar-benar menganggap aku dan Leeteuk saling menyukai? Dasar pabo!!</p>
<p>“Hyerim…Inhyeong sering bercerita padamu, tentang aku…dan Leeteuk?” tanyaku pelan, aku meletakkan ponsel Inhyeong di atas meja.</p>
<p>Hyerim terlihat celingukan.</p>
<p>“Ne. dia cemburu padamu Hyunji… dia fikir, Leeteuk menyukaimu…” akunya, heh? Leeteuk? Mana mungkin dia menyukaiku.. ck, dia ini ada-ada saja!!</p>
<p>“sejak kapan?” selidikku.</p>
<p>“Sudah lama Hyunji… aku mencoba menjelaskan tentang hubunganmu dengan Leeteuk, tapi tetap saja orang cemburu… yah…” aku tersenyum mendengar penjelasan Hyerim.</p>
<p>Hyerim melihatku dan mengerenyitkan alisnya.</p>
<p>“Kenapa ekspresimu seperti itu?” tanyanya, aku menggeleng.</p>
<p>“Itu benar-benar tak masuk akal… Inhyeong cemburu padaku…hah? Tapi itu aneh…” ujarku tak percaya.</p>
<p>“Tapi itu benar…” Aku mendengar suara Inhyeong, dia mendatangiku.</p>
<p>“Aku sepenuhnya mencintai Kyuhyun…dan hanya dia yang ada dihatiku… kau masih meragukan cintaku?” tanyaku bingung.</p>
<p>“Aniyo… sikap Leeteuk padamu… aku tak meragukanmu, tapi aku meragukan Leeteuk…” ujarnya.</p>
<p>“Ya!! Tiga tahun bersamanya membuatku dekat… dia menganggapku sebagai adiknya Inhyeong…lagipula dia tak pernah menyatakan perasaannya padaku… kau tahu, yang difikirannya hanya kau…” jelasku, aku menyelingi penjelasanku dengan sedikit tawa.</p>
<p>“Benarkah?” tanyanya, aku menjitak kepala Inhyeong.</p>
<p>“Bodoh atau apa? Masih kurang jelas selama ini?” tanyaku. Inhyeong memelukku.</p>
<p>“Mian…aku berjanji tak akan berfikiran seperti itu lagi… aku berjanji Hyunji…” ujarnya, aku membalas pelukannya.</p>
<p>“Ne…aku juga berjanji tak akan membuatmu cemburu padaku dan Park Jungsoo-mu itu lagi…” tawaku kecil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>to be continued&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpopff.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpopff.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpopff.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpopff.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpopff.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpopff.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpopff.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpopff.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpopff.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpopff.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpopff.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpopff.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpopff.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpopff.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=401&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d894cc18a2bded3c5d52729e7207421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">capcipcupu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Because Your Love [Part 3]</title>
		<link>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-3/</link>
		<comments>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 12:55:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lovels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jongwoon]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Hyukjae]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jungsoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpopff.wordpress.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[Cast : Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ] Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs] &#160; “Tak pulang?” tanyanya pelan. Aku menggeleng dan tersenyum, “menunggumu” ujarku pelan. “Hm? Kukira menunggu jemputan, ya sudah. Aku pulang. Annyeong…” ujarnya, meninggalkanku. Eh? Seenak itu? Sepertinya senyumnya itu hanya untuk murid-murid didiknya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=399&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://www.freeimagehosting.net/001c7"><img class="aligncenter" src="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" alt="" width="518" height="403" /></a></p>
<p>Cast :</p>
<p>Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ]</p>
<p>Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tak pulang?” tanyanya pelan. Aku menggeleng dan tersenyum, “menunggumu” ujarku pelan.</p>
<p>“Hm? Kukira menunggu jemputan, ya sudah. Aku pulang. Annyeong…” ujarnya, meninggalkanku. Eh? Seenak itu? Sepertinya senyumnya itu hanya untuk murid-murid didiknya yang lucu-lucu.</p>
<p>Aku bangkit dan mengikutinya.</p>
<p>“Aku pulang ya, Annyeong..” sapanya pada guru yang lain setelah meletakkan beberapa buku yang dia bawa diatas meja khusus.<span id="more-399"></span></p>
<p>Aku melihatnya duduk dikursi panjang depan gedung itu, karena kelasku adalah kelas terakhir jadi setelah mengajar dia bisa pulang.</p>
<p>Aku duduk disampingnya. Melihatnya mengotak atik ponsel ungu cantiknya.</p>
<p>“Kau itu, berbeda ya.” Ujarku pelan memulai pembicaraan. Aku melihat Hyunji yang masih asik dengan ponselnya. Aish!! Berubah lagi.</p>
<p>“Hyunji? Aku tak pernah membuat kesalahan padamu kan? Kenapa kau selalu bersikap seenaknya padaku. Kau sering menganggapku tak ada. Kau ini kenapa sebenarnya? Lee Hyunji!!” aku memanggilnya agak keras di akhir perkataanku.</p>
<p>Akhirnya Hyunji menoleh juga.</p>
<p>“Ada apa?” tanyanya pelan sambil melepas earphonenya. Astaga!! Kapan dia memakainya? Pantas saja tak mendengarku.</p>
<p>“Eh, aniyo… tak apa-apa… ku antar pulang?”tawarku, Hyunji membuka earphone-nya semua.</p>
<p>“Tak perlu, aku dijemput Yesung.” Ujarnya. Hanya itu? Dia tak bertanya kenapa aku tak pulang?</p>
<p>Huft!! Seadanya sekali.</p>
<p>“Em, kau dekat sekali yah dengan Leeteuk…” ujarku tersenyum kecil melihatnya, padahal Hyunji sama sekali tak melihatku.</p>
<p>“Hm, begitulah” singkat, lagi-lagi singkat.</p>
<p>“Ttiinnn!!” suara klakson mobil terdengar, Hyunji bersiap menuju mobil itu.</p>
<p>“Aku duluan. Annyeong.” Pamitnya tanpa melihatku.</p>
<p>Kulihat Hyunji berlari menuju mobil itu, dan masuk kedalam mobil itu, kulihat Yesung mengklakson dan melambaikan tangan padaku, oh? Hyunji memberitahunya?</p>
<p>Aku membalasnya. Dan kulihat mereka sampai menghilang.</p>
<p>Aku menelpon Omma dan memintanya menjemputku.</p>
<p>*****</p>
<p>Sewaktu istirahat, aku langsung menuju ketempat latihan dance.</p>
<p>Sejak beberapa minggu lalu, aku diangkat menjadi ketua tim dance satu sekolah.</p>
<p>Tempat latihan ramai, beberapa murid belajar tarian yang kuberi kemarin.</p>
<p>Kulihat Hyunji berjalan bersama Hyerim dan Inhyeong. Mereka akrab. Hyunji juga berbeda, dia tersenyum senang jika bersama mereka.</p>
<p>Aku ingin menyapanya.</p>
<p>“Hyunji…” itu bukan aku, itu Leeteuk. Leeteuk menghampiri mereka.</p>
<p>Aku melihatnya, dari jarak kurang dari 2 meter. Jadi aku bisa mendengar percakapan mereka.</p>
<p>“Nanti sore, jangan terlambat…aku jemput tepat jam 5” ujar Leeteuk</p>
<p>Hyunji mengangguk pelan.</p>
<p>“Ayo ikut kekantin…” ajak Hyunji, Leeteuk menggeleng.</p>
<p>“Aniyo, aku masih ada urusan… Annyeong…” ujar Leeteuk lalu setengah berlari meninggalkan mereka.</p>
<p>Aku masuk kedalam ruangan latihan.</p>
<p>Aku melihat mereka melewati ruangan latihan dari kaca kecil di pintu.</p>
<p>Huft!! Aku menghembuskan nafasku dan bergabung dengan anak-anak lain.</p>
<p>Aku ikut menari dibelakang anak-anak itu, sesekali kubenarkan gerakan mereka.</p>
<p>Aku berbalik arah dan tak sengaja melihat keluar pintu, Hyunji.</p>
<p>Eh? Benarkah dia? Dia melihatku?</p>
<p>Hyunji langsung berjalan terus saat dia mengetahui aku melihatnya.</p>
<p>Aku setengah berlari menuju kepintu itu, namun Hyunji tak menoleh lagi. Aish!! Itu benar-benar dia… ck.. apa sedari tadi dia melihatku?</p>
<p><strong>Hyunji’s POV</strong></p>
<p>“Astaga!! Dompetku tertinggal… duluan saja, aku akan menyusul..” ujarku, lalu berbalik arah.</p>
<p>Ada yang menarik perhatianku di dalam ruangan latihan. Seseorang meliukkan tubuh dengan yang lain, tapi dia berbeda… dia sangat keren.</p>
<p>Aku melihatnya, oh? Itu? Eunhyuk?</p>
<p>Aku baru tahu kalau dia bisa menari meliukkan tubuhnya sekeren itu.</p>
<p>Entah kenapa, bibirku rasanya ingin tersenyum melihatnya.</p>
<p>Eunhyuk berbalik arah dan melihatku, astaga!! Aku langsung berjalan menuju kearah kelasku.</p>
<p>Entah apa Eunhyuk melihatku atau tidak, aku tak berani menengok.</p>
<p>Setelah mengambil dompet, rasanya aku tak ingin makan. Entah tak selera.</p>
<p>Aku mengirim pesan pada Inhyeong, bilang kalau aku tak jadi makan.</p>
<p>“Hyunji,” Yesung Oppa memanggilku. Aku menoleh melihatnya berdiri disampingku.</p>
<p>“Tak makan?” tanyanya, aku menggeleng.</p>
<p>“Masih kenyang. Oppa?” tanyaku balik, “Sudah…”</p>
<p>“Heh? Cepat sekali… kemana saat jam pelajaran tadi?” tanyaku pelan, Yesung Oppa menggaruk kepalanya dan tersenyum kecil padaku. Selalu saja begitu. Tukang bolos!!</p>
<p>________</p>
<p>Aku meletakkan tubuhku di sofa, kulihat jam dinding menujukkan pukul 3 sore. Aku masih bisa beristirahat, sedangkan Yesung Oppa, mungkin sudah tidur di kamarnya.</p>
<p>Beberapa saat kemudian aku melihat jam dinding lagi, aku beranjak dari tempatku dan menuju dapur.</p>
<p>Aku memakai celemek dan mengambil beberapa bahan untuk dimasak dilemari es.</p>
<p>Belum selesai aku mengambil semua bahan, seseorang mengetuk pintu rumahku.</p>
<p>Aku menuju keluar, membuka pintu.</p>
<p>Kulihat Eunhyuk didepan pintu rumahku.</p>
<p>“Annyeong, tumben sekali kau yang membuka pintu. Yesung ada?” tanyanya dengan senyum gummy-nya, dia itu senang sekali tersenyum.</p>
<p>“Sedang tidur. Ingin kubangunkan?” tanyaku, Eunhyuk menggeleng.</p>
<p>“Apa baru saja?” tanyanya lagi, Aku menggeleng.</p>
<p>Eunhyuk melihatku memakai celemek itu.</p>
<p>“Kau sedang masak?” tanyanya, aku mengangguk.</p>
<p>“Aku bantu..”tawarnya, melebarkan senyumnya, lalu menyerudukku masuk kedalam rumah.</p>
<p>“Tak perlu, kalau ingin membangunkan Yesung, masuklah kekamarnya, kalau tidak, menonton TV saja” ujarku datar, lalu meninggalkannya.</p>
<p>Eunhyuk berlari, menyamakan langkahnya dengan langkahku.</p>
<p>“Apa?” tanyaku menghentikan langkahku, Eunhyuk menggeleng, “Aku tak memanggilmu” ujarnya pelan, astaga benar saja!! Dia memang tak memanggilku, tapi maksudku dia itu mau apa lagi!!!</p>
<p>Aku berjalan meninggalkannya.</p>
<p>Aku merasakan Eunhyuk tetap mengikutiku, aish! Kubiarkan dia. Aku tak peduli.</p>
<p>Aku menuju dapur dan melanjutkan pekerjaanku, aku mencuci tanganku, Eunhyuk beralih dari sampingku, mungkin dia akan pergi keluar dan pulang karena aku tak menggubrisnya.</p>
<p>Namun aku salah!! Dia mengambil celemek disamping lemari esku dan memakainya.  Mau apa lagi dia!!</p>
<p>Aku merebus air, setelah itu, aku memasukkan beberapa bumbu. Kulihat Eunhyuk masih melihatku sambil tersenyum.</p>
<p>Aku mempersiapkan bahan-bahan yang akan kupotong, setelah itu, aku mencari telenan.</p>
<p>“Ini…” ujar Eunhyuk menyodorkan telenan padaku, aku melihatnya, tersenyum memperlihatkan gigi juga gusinya. Aku mengambil telenan itu, setelah itu aku mencari pisau.</p>
<p>“Ini…” lagi-lagi Eunhyuk mendapatkannya lebih dulu. Bagaimana dia bisa tahu jalan pikiranku sih?</p>
<p>Aku mengambil ganggang pisau itu agak kasar.</p>
<p>“Au!!” dia berteriak. Astaga!! Aku lupa, mata pisau itu dipegang Eunhyuk, kulihat Eunhyuk kesakitan.</p>
<p>“Mian…” ujarku pelan, lalu menyentuh tangan kanannya yang berdarah.</p>
<p>Aku menggiringnya ke westafel dan mengguyurkan telapak tangannya yang berdarah di bawah keran.</p>
<p>“Aaa!!!” dia sedikit berteriak… “Diamlah…” ujarku pelan. Eunhyuk mengikuti perkataanku.</p>
<p>Kubersihkan perlahan darahnya yang mengalir, aku mencuri-curi meliriknya, yang menahan rasa sakitnya menutup mulutnya dengan telapak tangan satunya, sambil memejamkan matanya.</p>
<p>Setelah itu, aku mengambil serbet yang ada di dekatku dan mengikatkannya erat ditangannya.</p>
<p>“Pegang” ujarku pelan, lalu berjalan keruang tengah mengambil perban dan obat merah. Aku menyuruh Eunhyuk duduk disofa. Kubuka serbet yang tadi menutupi lukanya.</p>
<p>Kuganti serbet itu dengan perban yang sudah kuberi obat merah.</p>
<p>Setelah itu kubalut lukanya perlahan.</p>
<p>“Mianhe…pulanglah..” ujarku pelan. Lalu berdiri meninggalkannya, tapi saat aku akan melangkahkan kakiku, Eunhyuk menahan tanganku.</p>
<p>“Apa?” Tanyaku.</p>
<p>“Hm? Kau harus membayar ganti rugi…” ujarnya pelan, lalu mengangkat tangannya yang kulukai tadi.</p>
<p>“Aku tadi sudah minta maaf… kau mau apa lagi?” tanyaku.</p>
<p>“Kau harus tersenyum sekali saja…” ujarnya, aku melepaskan tangannya, dan berjalan kedapur.</p>
<p>Yesung’s POV</p>
<p>Aku meregangkan tubuhku, entah berapa lama aku tidur, aku keluar kamar, kulihat Eunhyuk sedang memegang tangan Hyunji. Eh? Apa yang terjadi?</p>
<p>“Apa?” Tanya Hyunji ketus.</p>
<p>“Hm? Kau harus membayar ganti rugi…” ujar Eunhyuk pelan sambil mengangkat tangan satunya, eh? Kenapa diperban? Ada apa ini?</p>
<p>“Aku tadi sudah minta maaf… kau mau apa lagi?” Tanya Hyunji lagi, dia benar-benar  tak bisa lembut sama sekali.</p>
<p>“Kau harus tersenyum sekali saja…” ujar Eunhyuk memperlihatkan senyumnya, sepertinya mencontohkan  cara senyum yang baik. Hyunji melepaskan tangan Eunhyuk dan berjalan kedapur.</p>
<p>Kulihat Hyunji masuk kedapur, setelah itu aku menghampiri Eunhyuk.</p>
<p>Aku tertawa kecil melihat wajah Eunhyuk kecewa.</p>
<p>“Benar kan?” tanyaku pelan. Eunhyuk berdecak dan menyandarkan tubuhnya di sofa.</p>
<p>“Kenapa itu?” tanyaku menunjuk tangan Eunhyuk yang diperban.</p>
<p>“Terluka” ujarnya pelan. “Aku tahu itu terluka! Maksudku terluka kenapa?” tanyaku lagi.</p>
<p>“Tanya saja adikmu yang ketus itu” ujarnya.</p>
<p>“Karena Hyunji?”</p>
<p>Eunhyuk mengangguk.</p>
<p>Benarkah? Hyunji setega itu? Aish!! Sepertinya tak mungkin. Aku menuju dapur dan mendatangi Hyunji.</p>
<p>“Hyunji, kenapa Eunhyuk?” tanyaku pelan melihatnya sedang sibuk menyiapkan makan malam kami.</p>
<p>“Tergores pisau” ujarnya pelan.</p>
<p>“Kenapa sampai bisa begitu?” tanyaku lagi.</p>
<p>“Hm, tanyakan saja pada dia, kenapa dia sampai seperti itu…” ujar Hyunji, eh? Benarkah Eunhyuk setega itu pada dirinya?</p>
<p>Aku menghampiri Eunhyuk dan duduk disampingnya yang sedang melihat tangannya.</p>
<p>“Kenapa sampai bisa tergores pisau?” tanyaku.</p>
<p>“Aku hanya ingin membantu adikmu, tapi ternyata dia itu kasar. Dia melukaiku…” ujarnya memperlihatkan tangannya yang diperban didepan wajahku.</p>
<p>“Oppa, makanlah, sebentar lagi kau berangkat kan?” Tanya Hyunji berdiri disampingku, aku berdiri dan mengangguk.</p>
<p>Beberapa langkah aku berjalan, aku mengingat ada Eunhyuk dirumahku. Bisanya aku lupa!!</p>
<p>Aku kembali ketempat Eunhyuk dan mengajaknya makan.</p>
<p>“Ayo makan…” ajakku, Eunhyuk menggeleng.</p>
<p>“Hm? Kenapa? Tak lapar?” tanyaku pelan, Eunhyuk kembali menggeleng.</p>
<p>“Bagaimana aku bisa makan, kalau tanganku sakit… rasanya semua badanku ikut sakit…” ujarnya lemas, aku melihat reaksi Hyunji melihat Eunhyuk, lalu pergi kekamarnya.</p>
<p>Aku mengikuti Hyunji masuk kedalam kamarnya.</p>
<p>“Hyunji,,, kau tak ingin…” “Oppa, aku kan sudah minta maaf pada Eunhyuk. Lagipula, lukanya tak seberapa kan?” sela Hyunji sebelum aku selesai bicara.</p>
<p>“Hyunji,.. Oppa mohon, Eunhyuk itu kan teman sekelas kita, tak ada salahnya kan, sesekali kau baik padanya…” aku menasehati Hyunji, dia melihatku.</p>
<p>“Baiklah…” ujarnya, akhirnya…</p>
<p>Aku mengajaknya keluar kamarnya, dan menemui Eunhyuk. Kulihat Eunhyuk masih kesakitan melihat tangannya.</p>
<p>“Ayo…” ajakku, menyuruh Hyunji berjalan duluan.</p>
<p>“Eunhyuk, ayo makan bersama kami…” ajakku, Eunhyuk kembali menunjukkan tangannya lagi.</p>
<p>“Aku bantu…” ujar Hyunji menawarkan diri, aku menuju kemeja makan duluan, kutinggalkan mereka berdua.</p>
<p>Sesaat kemudian, mereka menyusulku kemeja makan.</p>
<p>Kulihat Hyunji berjalan bersama Eunhyuk.</p>
<p>“Duduklah…” tawarku.</p>
<p>Kulihat Hyunji duduk disebelah Eunhyuk duduk.</p>
<p>“Hyunji…” aku mengisyaratkan Hyunji, sepertinya dia tahu maksudku.</p>
<p>“Kau ingin makan apa?” Tanya Hyunji.</p>
<p>“Aku ingin makan nasi dan telurmu itu…” Ujar Eunhyuk menunjuk telur mata sapi yang dibuat Hyunji dengan mulutnya, Hyunji mengambilkan nasi dan telur itu.</p>
<p>Kulihat Hyunji menyuapkan nasi kearah mulut Eunhyuk, wajahnya memang agak kesal, apalagi ditambah ekspresi Eunhyuk yang benar-benar senang.</p>
<p>^^^^^</p>
<p>“Eunhyuk, kau tak ikut?” tanyaku saat kulihat jam sudah menunjukkan pukul 4, aku harus ke café untuk bernyanyi. Eunhyuk menggeleng.</p>
<p>“Aku akan disini, sampai nanti waktu les” ujarnya.</p>
<p>“Ya sudah, aku titip Hyunji yah, sepertinya dia sedang tidur dikamarnya, nanti jika Hyunji berteriak, biarkan saja… dia pasti mengigau…” ujarku setengah berbisik. Eunhyuk menunjukkan sedikit tampang kagetnya, setelah itu dia mengangguk.</p>
<p>Eunhyuk’s POV</p>
<p>Aku bermain dengan kura-kura Yesung, sedangkan dia sedang ganti baju untuk pergi café.</p>
<p>“Eunhyuk, kau tak ikut?” tanyanya</p>
<p>“Aku akan disini, sampai nanti waktu les…” ujarku pelan melihatnya, Yesung sedikit berfikir.</p>
<p>“Ya sudah, aku titip Hyunji yah, sepertinya dia sedang tidur di kamarnya, nanti jika Hyunji berteriak, biarkan saja…dia pasti mengigau…” ujarnya setengah berbisik. Ah? Hyunji mengigau? Mimpi apa? Kenapa sampai mengigau? Aish!! Jadi ingin melihatnya mengigau, aku mengangguk.</p>
<p>Kuantar Yesung kedepan, dan kulihat sampai mobilnya tak terlihat, setelah itu aku masuk kedalam rumahnya lagi.</p>
<p>Aku baru beberapa bulan mengenal Yesung, tapi dia sudah sebaik ini padaku, dia sering memberiku makan, sering membolehkanku menginap dirumahnya, bahkan sekarang dia memperbolehkanku menjaga Hyunji… apa Yesung tahu tentang perasaanku pada Hyunji, jadi dia memperbolehkanku menjaga Hyunji?</p>
<p>Aku melangkahkan kakiku kekamar Hyunji.</p>
<p>Kulihat dia tertidur, wajahnya terlihat lelah… pintu kamarnya sedikit terbuka, jadi aku bisa mengintipnya.</p>
<p>Dia cantik.</p>
<p>Raut wajah Hyunji tiba-tiba berubah, aku tak mengerti dia kenapa, apa dia melihatku ada disini? Tapi, matanya masih terpejam?</p>
<p>“Ah!! Andwe!!! Andwe!!” Hyunji berteriak, aku membuka pintunya dan ingin menolongnya, namun aku mengingat kata Yesung, dia pasti mengigau.</p>
<p>Hyunji makin meraung, kulihat diujung matanya setetes air jatuh. Dia menangis?</p>
<p>Tangis dan raungannya makin jadi. Ya Tuhan,, aku tak sanggup melihatnya, ada apa ini??</p>
<p>Hyunji… tenanglah.. aku mohon…</p>
<p>Melihat Hyunji meraung dan menangis kenapa dadaku rasanya sakit? Aku ingin memeluknya, aku ingin dia menumpahkan ketakutannya di dadaku…</p>
<p>“Andwe… pergi…” suara Hyunji makin parau, setelah itu dia sadar dan langsung duduk.</p>
<p>Hyunji melihat keadaan sekitar, apa dia mencari seseorang?</p>
<p>Aku menyembunyikan kepalaku dibelakang tembok kamarnya, agar dia tak melihatku.</p>
<p>Tiba-tiba aku mendengar suara Hyunji menangis. Kuintip lagi, dan benar.</p>
<p>Hyunji menelenggelamkan wajahnya diantara kakinya yang ditekuk.</p>
<p>Aku memberanikan diri masuk kedalam kamarnya, Hyunji menyadari kedatanganku, dia mengangkat wajahnya.</p>
<p>“Kau?” aku tahu dia pasti bingung. Wajahnya terlihat sedikit kaget.</p>
<p>Hyunji cepat-cepat mengusap air matanya dan keluar kamar melewatiku.</p>
<p>Aku menahan tangan Hyunji, “Jangan sembunyikan kesedihanmu lagi…” ujarku pelan</p>
<p>“Aku tak apa-apa” ujarnya, melepaskan peganganku perlahan.</p>
<p>“Hyunji…” aku memanggilnya, Hyunji menoleh.</p>
<p>Aku tak tahu mendapat keberanian dari mana, aku menarik punggung Hyunji kedalam pelukanku.</p>
<p>“Menangislah…” ujarku menunduk melihat wajahnya.</p>
<p>Hyunji menangis, dia benar-benar menangis dipelukanku.</p>
<p>Ada kepuasan tersendiri karena aku bisa menemaninya disaat sekarang. Tapi yang aku belum tahu adalah penyebab dia menangis. Kurasakan tangan Hyunji mulai melingkar dipingganggku, setelah itu, tangisnya makin keras. Aku melihatnya yang menenggelamkan wajahnya didadaku.</p>
<p>Tak ada yang terdengar lagi, selain suara tangis Hyunji.</p>
<p>^^^^^</p>
<p>Aku dan Hyunji menuju ke tempat bimbingan belajar.</p>
<p>Aku cukup senang karena aku bisa satu mobil dengannya lagi.</p>
<p>“Tak apa?” tanyanya, aku melihatnya, “Apa?”</p>
<p>“Aku harus mengajar dulu, aku tak bisa menemanimu…” Hyunji dan aku berjalan masuk ke tempat bimbingan belajar yang masih ramai itu.</p>
<p>Aku mengangguk, “Aku bisa menunggu, sampai kau mengajarku…” ujarku pelan, Hyunji berjalan meninggalkanku.</p>
<p>Aish!! Lagi-lagi seperti tak ada orang. Dia langsung pergi meninggalkanku, tanpa pamit.</p>
<p>Aku mendengarkan music dari ponselku.</p>
<p>Kulihat anak-anak yang datang ketempat bimbingan belajar itu sudah mulai ramai.</p>
<p>Aku juga melihat mobil leeteuk… eh, tunggu!! Kenapa Mobil Leeteuk ada disini??</p>
<p>Mobil itu parkir disebelah mobilku. Leeteuk keluar dari mobil Audy putih itu. Benar. Itu Leeteuk?? Sedang apa disini?? Bukankah dia sudah cukup pintar??</p>
<p>Aku menutup wajahku dengan bukuku agar tak terlihat Leeteuk.</p>
<p>Aku merasakan Leeteuk berjalan disebelahku, untung saja dia tak mengenaliku.</p>
<p>“Hei!!” sapanya, siapa yang dia sapa?? Hyunji??</p>
<p>Aku melihat kedalam ruangan itu. Benar!! Leeteuk sedang bercanda dengan Hyunji.</p>
<p>“Ya!! Kau itu mengagetkanku!” Hyunji memukul bahu Leeteuk dengan buku tebal, sedang Leeteuk hanya tersenyum dan memegangi bahunya yang dipukul Hyunji.</p>
<p>“Kenapa tiba-tiba menolak kujemput?” Tanya Leeteuk. Eh? Menolak?</p>
<p>“Ne. aku berangkat dengan muridku…” jawabnya. Tunggu!! Dengan muridnya? Mereka sedang membicarakan apa sih??</p>
<p>“Murid?? Siapa? Memangnya muridmu ada yang tahu rumahmu?” Tanya Leeteuk lagi. Hyunji mengangguk dan tersenyum.</p>
<p>Apa yang Hyunji maksud aku? Aku kan memang muridnya… tapi, dia menolak ajakan Leeteuk berangkat bersama?? Berarti Hyunji lebih memilihku?</p>
<p>Benarkah??</p>
<p>Tapi, jika dibandingkan dengan sikap Hyunji selama ini… dia lebih terlihat menyukai Leeteuk daripada menyukaiku… jadi, mana mungkin Hyunji lebih memilihku?</p>
<p><strong>Leeteuk POV</strong></p>
<p>Muridnya? Siapa? Muridnya kan anak Junior High School… yang benar saja?</p>
<p>“Murid?? Siapa? Memangnya muridmu ada yang tahu rumahmu?” tanyaku menyelidikinya.</p>
<p>Hyunji hanya mengangguk dan tersenyum. Senyum yang biasa dia perlihatkan… tapi bukan senyum dari hatinya.</p>
<p>“Ya!! Beritahu aku… siapa??” tanyaku lagi.</p>
<p>“Hm? Memberitahumu?? Untuk apa??” ujarnya agak pelan.</p>
<p>“Untuk membalas hutangmu…” ujarku, Hyunji tersenyum lagi. Yah!! Dia berhutang menceritakan kejadian yang dia alami padaku. Karena aku sudah mengungkapkan semua perasaanku padanya. Hanya dia yang kupercaya untuk hal ini.</p>
<p>“Mwo? Hutangku?? Hahaha.. baiklah.. nanti kuceritakan…” ujarnya lalu masuk kedalam salah satu kelas.</p>
<p>“Tuan muda… ada apa kemari?” Tanya seseorang, aku menoleh. Kulihat namja yang merupakan salah satu pengajar di sini bertanya padaku. Aku tersenyum.</p>
<p>“Apa hari ini ada pengajar yang tak masuk?” tanyaku. Dia mengecek daftar hadir sebentar.</p>
<p>“Minjae tak masuk… sepertinya dia masih sakit.” Ujarnya, aku mengangguk.</p>
<p>“Aku akan masuk kelas Minjae…” ujarku pelan.</p>
<p>“Ah… baiklah… kelasnya akan dimulai 3menit lagi&#8230; hari ini pelajarannya Matematika dan IPA” ujarnya. Aku mengangguk.</p>
<p><strong>Eunhyuk POV</strong></p>
<p>Astaga!! Apa yang baru saja kudengar? Leeteuk? Tuan muda?</p>
<p>Ada apa ini?? Atau mungkin Leeteuk dan Hyunji dekat karena Leeteuk adalah Tuan Muda??</p>
<p>“Daemin… masukkan bajumu, ada Tuan Muda Leeteuk!!” ujar namja yang tadi berbicara pada Leeteuk. Sebenarnya yang dimaksud Tuan Muda itu… apa Leeteuk anak pemilik bimbingan belajar ini?</p>
<p>^^^^^</p>
<p>Jam pelajaran selesai. Giliran kelasku yang akan masuk.</p>
<p>Aku melihat anak-anak keluar dari kelas.</p>
<p>Aku berdiri dan siap-siap masuk kedalam kelasku. Langkahku terhenti saat aku melihat Leeteuk dan Hyunji lagi-lagi berdua dan bercanda.</p>
<p>“Kau!!” ujar Leeteuk menunjuk hidung Hyunji. “Bukan!! Kau!!” Hyunji membalas Leeteuk dan memegang tangan Leeteuk, lalu menjauhkannya.</p>
<p>Aku jadi tak ingin belajar!!</p>
<p>Aku melangkah berbalik arah, malas sekali melihat mereka berdua.</p>
<p>Aku mengeluarkan kunci mobilku dan berjalan menuju mobilku.</p>
<p>“Hyuk!!” aku mendengar Hyunji memanggilku. Aku menoleh. Kulihat Hyunji berjalan menuju ketempatku.</p>
<p>“Kemana?? Ingin membolos?” tanyanya, aku menggeleng.</p>
<p>“Aku tak enak badan…” jawabku malas. Hyunji menarik tanganku. Astaga!! Ini perdana dia menarik tanganku. Bagaimana aku tak gugup!!</p>
<p>Aku menghentikan langkahku.</p>
<p>Hyunji berhenti menarik tanganku.</p>
<p>“Ayo… sebentar lagi kelasmu mulai kan?” tanyanya, aku diam dan memandangnya.</p>
<p>“Hyunji!! Sudah bel…” aku mendengar suara Leeteuk memanggil Hyunji. Kulihat dia menuju kearah kami. Aish!! Dia itu menggangguku saja!!</p>
<p>“Hyunji…” Leeteuk memanggil Hyunji lagi, Hyunji melihatnya.</p>
<p>“Sebentar…” jawabnya. Ah.. tumben sekali dia begitu, bukankah biasanya dia selalu meninggalkanku saat melihat Leeteuk?</p>
<p>“Eunhyuk? Jadi…”Leeteuk melihatku dan melihat Hyunji, Hyunji menganggukkan perkataan Leeteuk. Aku tahu, pasti dia membicarakan tentang murid tadi.</p>
<p>“Kau…” “Jangan berfikir macam-macam!!” ujar Hyunji menyela Leeteuk yang berbicara dan menujuk aku dan dia.</p>
<p>“Ayo masuk… sudah bel!” ajaknya menarik tanganku, kali ini kuikuti kemauan Hyunji.</p>
<p><strong>Leeteuk POV</strong></p>
<p>Eunhyuk? Jadi murid yang dimaksud Hyunji adalah Eunhyuk? Tunggu!! Tapi kan, dia tak boleh mengajar untuk anak Senior High School… kenapa mengajar Eunhyuk??</p>
<p>“Ayo masuk… sudah bel!” ujar Hyunji menarik tangan Eunhyuk. Astaga!! Sudah dekat sekali yah?? Aku melihat mereka melewatiku.</p>
<p>Atau Hyunji sudah diperbolehkan mengajar murid Senior High School? Tapi kan, aku yang tak memperbolehkan itu, harusnya ada ijin kepadaku saat dia ingin mengajar murid Senior High School.</p>
<p>Aku melihat Eunhyuk dan Hyunji memasuki kelas malam ini.</p>
<p>Tunggu, kenapa masuk kekelas Junior High School? Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam.</p>
<p>Aku melihat Eunhyuk duduk bersama murid lainnya? Eh? Ada apa ini? Teman satu ruangan itu tak sebaya dengannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>to be continued&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpopff.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpopff.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpopff.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpopff.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpopff.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpopff.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpopff.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpopff.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpopff.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpopff.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpopff.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpopff.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpopff.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpopff.wordpress.com/399/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=399&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d894cc18a2bded3c5d52729e7207421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">capcipcupu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Because Your Love [Part 2]</title>
		<link>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-2/</link>
		<comments>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 12:44:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lovels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jongwoon]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Hyukjae]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jungsoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpopff.wordpress.com/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[Tara~ Semoga gak bosen sama ff saya yang selalu bingung di tengah cerita&#8230;. Cast : Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ] Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs] &#160; Saat aku sampai sekolah sudah hampir sepi. Aku segera mencari kelas baruku. Aku mengetuk pintu kelas itu dan menongolkan kepalaku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=396&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://www.freeimagehosting.net/001c7"><img class="aligncenter" src="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" alt="" width="518" height="403" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Tara~ Semoga gak bosen sama ff saya yang selalu bingung di tengah cerita&#8230;.</p>
<p>Cast :</p>
<p>Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ]</p>
<p>Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat aku sampai sekolah sudah hampir sepi. Aku segera mencari kelas baruku.</p>
<p>Aku mengetuk pintu kelas itu dan menongolkan kepalaku kedalam kelas itu. Aku tersenyum pada seorang guru didepan, lalu masuk kedalam kelas itu.</p>
<p>“Annyeong. Mianhe, aku terlambat. Aku murid baru disini” ujarku membungkukkan 90 derajat tubuhku.</p>
<p>“Ne. perkenalkan dirimu.” Ujarnya, aku mengangguk.<span id="more-396"></span></p>
<p>“Annyeong. Mian kami telat” aku belum bicara, dua orang yeoja dan namja masuk kedalam kelas tersebut. Tunggu!! Itu? Bukankah itu namja yang tadi kulihat?</p>
<p>Dan yeoja itu? Astaga!! Kenapa bisa satu sekolah, satu kelas!!</p>
<p>“Ya!! Kalian ini, bukankah pelajaran sudah dimulai? Kenapa terlambat?” tanyaku.</p>
<p>Namja itu melihatku dengan tatapan dingin, kubalas dengan senyuman gummyku.</p>
<p>Dan yeoja itu, seperti tak ada orang disini, dia memasang wajah datar. Pandangannya saja tak mengarah kemana-mana, dia hanya melihat lantai dan duduk didepanku. Setelah duduk, dia melepas sesuatu dari telinganya. Hm!! Patas saja dia tak merespon. Dia memakai headset, dan saat headset itu dilepas dari telinganya, aku juga bisa mendengar lagu “Dear Mom” itu dengan jelas, keras sekali dia memutarnya.</p>
<p>Aku rasa aku harus memperkenalkan diri. Kuhela nafas dan kulihat murid-murid yang ada didepanku.</p>
<p>“Ne. Annyeong… bisa kulanjutkan perkenalanku.” Ujarku tersenyum kecil. Sepertinya teman-temanku tersenyum saja.</p>
<p>“Namaku, Lee Hyuk Jae, kalian bisa memanggilku Eunhyuk, atau Hyuk saja.” Ujarku tersenyum.</p>
<p>“Mwo? Eunhyuk?” Tanya seorang yeoja di bangku belakang. Aku mengangguk.</p>
<p>Aku duduk dibangku disebelah namja yang kurasa dia itu tampan, namja yang tadi terlambat.</p>
<p>“Annyeong…” sapaku. Dia tersenyum padaku, Ommo!! Ini perasaan apa? Yang benar saja, tapi kurasa dia memang tampan. Apalagi wajahnya saat tersenyum. Struktur wajahnya sama seperti yeoja didepan tadi. Apakah mereka saudara?</p>
<p>“Eunhyuk-imnida,” ujarku.</p>
<p>“Ne. Yesung imnida” ujarnya. Oh, namanya Yesung? Lucu.</p>
<p>Yesung orang yang menarik, aku mulai dekat dengannya, padahal baru satu hari aku berteman dengannya.</p>
<p>Saat istirahat, Yesung mengajakku makan dikantin, bersama Ryeowook.</p>
<p>“Oppa.” Panggil yeoja itu, pada siapa? Yesung menoleh dan mendatanginya.</p>
<p>Oh? Yesung.</p>
<p>Kudengar namanya Hyunji, yeoja yang cantik. Tapi kenapa matanya bengkak begitu?</p>
<p>Saat Yesung kembali, wajahnya agak suntuk.</p>
<p>“Waeyo?” tanyaku.</p>
<p>“Dia takut aku bolos” ucapnya, aku tertawa kecil, lalu merangkulnya menuju kantin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Inhyeong POV</strong></p>
<p>Aku keluar dari kelas, menuju kekelas Hyunji, katanya hari ini dia akan menjenguk Kyuhyun. Bibi Park juga sudah menjenguk Kyuhyun kemarin.</p>
<p>Kulihat Hyunji sedang mengobrol dengan Leeteuk didepan pintu kelasnya.</p>
<p>Aku terdiam dan melihat mereka selesai berbicara.</p>
<p>“Ya!! Kau cemburu lagi?” Tanya Hyerim menyenggol tubuhku. Aku melihatnya.</p>
<p>“Huft!! Sepertinya aku harus memendam perasaan ini.” Ujarku pelan.</p>
<p>Hyunji melihatku dan melambaikan tangan pada kami. Hyerim membalas lambaian tangan Hyunji dan menarik tanganku kesana. Sebenarnya aku tak ingin kesana, apalagi perasaanku sedang tak enak pada Hyunji.</p>
<p>“Annyeong.. Hyunji, Leeteuk” sapa Hyerim pada mereka. Leeteuk tersenyum padaku, yang membuat aku tak bisa berkutik, melihat senyumnya juga matanya.</p>
<p>Aku tersenyum padanya.</p>
<p>“M, ayo” ajak Hyunji, aduh. Dia itu, baru saja aku bertemu Leeteuk.</p>
<p>“Hm? Mau kemana?” Tanya Leeteuk.</p>
<p>“Ke Mall, ikut?” Tanya Hyunji. Ke mall? Bukankah menjenguk Kyuhyun? Aku jadi bingung.</p>
<p>“Aniyo.” Ujar Leeteuk.</p>
<p>Hyunji menarik tanganku dan Hyerim menjauh dari Leeteuk.</p>
<p>“Annyeong Teuk” ujarnya melambaikan tangan. Kulihat Leeteuk membalas lambaian tangan Hyunji.</p>
<p>“Sebenarnya mau kemana?” Tanya Inhyeong.</p>
<p>“Kyuhyun” jawab Hyunji. Kulajukan mobilku menuju Rumah Sakit Kyuhyun.</p>
<p>Sesampainya diRumah Sakit. Hyunji mencari nomor kamar Kyuhyun. Sesampainya didepan kamar Kyuhyun, Hyunji menghentikan langkahnya.</p>
<p>“Hm? Wae Hyunji?” tanyaku. Kulihat wajah Hyunji sedih.</p>
<p>“Pulang saja ya” ujarnya, lalu berjalan kembali kearah sebelumnya.</p>
<p>“Ya! Bukankah kau ingin bertemu dengan Kyu. Ayolah. Beranikan dirimu” ujarku memberinya semangat, aku menahan tangannya.</p>
<p>Kutarik Hyunji menuju depan kamar Kyuhyun.</p>
<p>“Buka” ujarku melihat Hyunji menghela nafas.</p>
<p>“Kapan-kapan saja yah. Aku sangat tak enak badan, sepertinya aku sakit Inhyeong.” Ujarnya. Hem? Sakit? Aish!! Sampai kapan Hyunji akan seperti ini? Aku menggeleng, tanda tak setuju.</p>
<p>Kubuka pintu kamar Kyuhyun, sedang Hyunji tepat didepannya.</p>
<p>Hyunji melihatku takut.</p>
<p>“Masuklah. Ayo!! Sudah dibukakan…” ujarku, Hyunji menggigit bibir bawahnya, lalu memberanikan diri masuk kedalam ruang rawat Kyuhyun.</p>
<p>Aku dan Hyerim mengikuti Hyunji dari belakang.</p>
<p>Kulihat, Kyuhyun cukup terkejut melihat kami datang.</p>
<p>“Annyeong.” Sapa Hyunji, yang akhirnya bisa mengatasi rasa gugupnya.</p>
<p>“Annyeong.” Ujar Kyuhyun tersenyum kecil melihat Hyunji.</p>
<p>“Tanya bagaimana keadaannya?” bisikku dibelakang Hyunji. Hyunji berfikir sebentar, lalu menuruti kata-kataku.</p>
<p>“E..Kyu, bagaimana kabarmu?” tanyanya, agak gugup, kulihat Kyuhyun juga terlihat sama. Kenapa mereka berdua sama-sama kikuk? Ah!! Cinta!!</p>
<p>“Em. Baik. Kau?” Tanya Kyuhyun balik. Hm, rupanya Kyuhyun sudah mulai lupa kalau Hyunji datang bersama aku dan Hyerim. Kenapa yang ditanya hanya Hyunji.</p>
<p>Kulihat Hyunji mengangguk. “Sama” ujarnya pelan.</p>
<p>Kulihat keadaan Kyuhyun, memang sedikit memprihatinkan. Kini, tubuhnya penuh dengan bekas suntikan, terlihat jelas di lengannya. Ya Tuhan, aku tak tahu seberapa sakitnya perasaan Hyunji saat melihat orang yang dicintainya sebegini parah.</p>
<p>Aku, Hyunji dan Hyerim saling melihat.</p>
<p>“Hyunji-ah, kami keluar ya” ujarku, Hyunji menahan tanganku, dia menggeleng. Aku tahu, dia tak memperbolehkan aku dan Hyerim keluar.</p>
<p>“Ya! Nanti kita bergantian” bujukku. Perlahan Hyunji melepaskan tangannya, aku dan Hyerim beranjak keluar.</p>
<p>Aku duduk di kursi panjang dekat kamar Kyuhyun. Dari sinipun, Hyunji dan Kyuhyun yang kikuk masih terlihat jelas.</p>
<p>“Apa tak apa-apa meninggalkannya sendirian?” Tanya Hyerim. Aku mengangguk pasti, sambil menunggu mereka membuka mulut.</p>
<p>Ponselku bergetar. Kuambil dikantong kemejaku.</p>
<p>“Special” nama itu tertera dilayar ponselku. Dari Leeteuk. Aku membuka pesan itu.</p>
<p align="center"><em>“Annyeong… apa sedang sibuk?</em></p>
<p align="center"><em>Sudah makan siang?”</em></p>
<p>Astaga!! Aku menunduk meredam senyum di bibirku. Aku dan Leeteuk memang berkomunikasi diam-diam, kalau ada yang tahu aku sedekat ini dengan Leeteuk, pasti bisa bahaya. Yah, pantas saja. Leeteuk itu termasuk murid terpintar di sekolah, dia juga pernah menjabat ketua jurusan 3x.</p>
<p>Aku membalas pesannya.</p>
<p align="center"><em>“Annyeong… aniyo. </em></p>
<p align="center"><em>Aku hanya sedang menunggu Hyunji.</em></p>
<p align="center"><em>Belum.</em></p>
<p align="center"><em>Kau??”</em></p>
<p>Kirim.</p>
<p>Aku menunggu balasan dari Leeteuk tak cukup lama.</p>
<p align="center"><em>“Oh. Hyunji? Kalian dimana?</em></p>
<p align="center"><em>Sama.</em></p>
<p align="center"><em>Aku sedang ditempat les.”</em></p>
<p align="center">Aku membalasnya</p>
<p align="center"><em>“Di rumah sakit”</em></p>
<p>Kirim.</p>
<p>“Ehem!!” suara Hyerim mengagetkanku.</p>
<p>“Ya! Kau itu, tenanglah, ini di rumah sakit Hyerim!” ujarku ketus.</p>
<p>“Hm? Tenang? Itu pelan Inhyeong. Kau saja yang terlalu penutup” ujarnya.</p>
<p>Saat Hyerim duduk disebelahku, ponseku kembali bergetar.</p>
<p align="center"><em>“Oh. Di Rumah sakit.</em></p>
<p align="center"><em>Menjenguk Kyuhyun?”</em></p>
<p>“Kau bilang kalau kita di rumah sakit?” Tanya Hyerim yang melihat pesan yang kubaca, aku melihatnya dan mengangguk.</p>
<p>“Kalau Hyunji tahu bagaimana? Dia kan tak ingin Leeteuk tahu kalau dia menjenguk Kyuhyun!” ujar Hyerim, astaga!! Iya, aku lupa!!</p>
<p>“Ah… benar!! Aku lupa Hyerim. Aish!! Jangan katakan ini pada Hyunji aku mohon. Leeteuk juga tak akan menyindir Hyunji. Jebal Hyerim!!” pintaku pada Hyerim.</p>
<p>“Hm, bagaimana yah…” Hyerim mulai mengerjaiku. Aish!!</p>
<p>Aku sedikit berdebat dengan Hyerim, aku tak ingin Hyunji tahu bahwa aku sering menceritakannya kepada Leeteuk, tak heran kalau Hyunji sering sekali kesal jika bercerita denganku dan Hyerim karena Leeteuk tahu semua hal tentangnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hyunji’s POV</p>
<p>Lima menit. Yah, aku bisa mengira-ngira selama lima menit aku dan Kyuhyun hanya berpandangan tanpa bisa berbicara apapun, aku bingung aku harus mengeluarkan apa dari mulutku. Aku takut kalau aku berbicara sedikit air mataku akan keluar.</p>
<p>“Hyunji” Kyu memulai pembicaraan. Aku melihatnya</p>
<p>“Ne.” jawabku singkat.</p>
<p>“Gumawo kau sudah menjengukku” ujarnya tatapannya seperti lelah. Aku mengangguk.</p>
<p>“Bagaimana keadaanmu?” tanyaku mulai berani berdiri disamping Kyuhyun yang sejak tadi sudah duduk diranjangnya.</p>
<p>“Lumayan membaik. Oh iya, aku ingin minta do’amu” ujarnya lagi. Hm? Do’a?</p>
<p>“Untuk apa?” tanyaku penasaran</p>
<p>“Siang ini, kemungkinan aku akan cuci darah” ujarnya, Ya Tuhan!! Cuci darah? Separah itu kah? Matanya benar-benar sayu, aku tak kuat melihatnya.</p>
<p>Dia benar-benar berbeda. Mana Kyuhyun yang kukenal dulu? Kyuhyun yang senang menggodaku? Aku mengehela nafasku menahan air mataku keluar.</p>
<p>“ne. aku pasti mendo’akanmu, setiap saat juga aku mendo’akanmu” ujarku tersenyum. Aku melihatnya tersenyum, senyum yang terlalu dipaksakan.</p>
<p>Aku melihat ketakutan diwajahnya.</p>
<p>“Hyunji… sebenarnya, aku sangat takut. Aku takut jika nanti aku tak bisa menghirup udara lagi” Kyuhyun benar-benar putus asakah? Kenapa dia berkata seperti itu? Kyu!! Aku membencimu. Kenapa kau buat aku ingin mengeluarkan air mataku.</p>
<p>“Ya!! Jangan bicara seperti itu, kau pasti sehat. Dokter disini kan hebat! Mereka pasti bisa menyembuhkanmu” aku memberi semangat padanya.</p>
<p>“Kau yakin? Aku dengar dari orang-orang yang menjalaninya, itu sangat sakit. Aku takut aku tak bisa menahanya…” Kyu menunduk. Aku tak kuat. Aku ingin mengeluarkan air mata ini. Tapi kenapa aku yang rapuh? Harusnya aku mendukungnya. Harusnya aku tegar untuk memberinya semangat.</p>
<p>“Ya!! Mana Kyuhyun yang kukenal dulu? Mana Cho Kyuhyun yang sangat pemberani? Kenapa sekarang jadi begini?” tanyaku aku mencoba menggodanya, tapi ternyata air mataku lebih memilih keluar. Kyuhyun tersenyum melihatku menangis.</p>
<p>“Ya!! Apa kau senang melihatku terus menangis?” tanyaku pelan.</p>
<p>“Mianhe. Jeongmal Mianhe Hyunji” ujarnya, mengusap air mataku pelan, tangannya sangat panas. Dia mengusap pipiku lembut, membuatku ingin terus mengeluarkan air mataku.</p>
<p>“Aniyo. Aku yang harusnya minta maaf. Harusnya aku mendukungmu, bukan seperti ini” ujarku.</p>
<p>Kyuhyun menarikku kedalam pelukannya, Ya Tuhan apa yang dia lakukan. Aku hanya membeku diam saat Kyuhyun menarikku.</p>
<p>Aku makin menangis dipelukannya, sementara Kyuhyun mendekapku kuat, suhu tubuhnya panas, panas sekali. apa karena sakitnya?</p>
<p>“Aku harusnya mengatakannya dari dulu. Mianhe Hyunji…” suara Kyuhyun pelan.</p>
<p>“Saranghae… Jongmal Saranghaeyo…” ujarnya pelan, suaranya melemah, aku sedikit terkejut mendengarnya, dia menyatakan perasaannya padaku? Ya Tuhan!! Kyuhyun, kenapa baru sekarang kau mengatakannya?</p>
<p>Kenapa tak dari dulu? Kenapa dulu kau buat aku menangis!!</p>
<p>Kenapa baru sekarang Kyu? Apa yang harus kulakukan?</p>
<p>“Aku tahu kau sangat membenciku saat kugoda, kau marah saat aku terus mengerjaimu. Tapi aku hanya ingin kau melihatku. Aku hanya ingin kau tahu kalau aku menyukaimu.” Akunya. Dia membuatku makin menangis, aku tak bisa berhenti menangis. Aku menerimamu apa adanya, walaupun kau sering mengerjaiku.</p>
<p>“Hyunji?” aku mendengar suara Yesung Oppa, kulepaskan pelukan Kyuhyun dan mengusap air mataku cepat-cepat.</p>
<p>“Jangan menutupi  kesedihanmu lagi. Biarkan saja semua tahu kalau kau sangat tersakiti juga” ujar Yesung Oppa menahan tanganku, aku melihat kebelakang Yesung Oppa, Ryeowook dan Eunhyuk. Eunhyuk?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Eunhyuk’s POV</p>
<p>“Oh? Itu bukankah teman Hyunji?” tanyaku saat melihat Inhyeong dan Hyerim sedang melihat serius kedalam ruangan Kyuhyun.</p>
<p>Yesung mendatangi mereka.</p>
<p>“Mana Hyunji?” tanyanya, “Didalam” jawab Hyerim.</p>
<p>Yesung masuk kedalam ruang rawat Kyuhyun.</p>
<p>“Hyunji?” sepertinya Yesung melihat Hyunji, aku dan Ryeowook mengikuti Yesung dari belakang. Kulihat Hyunji bangun dari pelukan Kyuhyun dan membelakangi Yesung, apa dia menangis?</p>
<p>“Dia kenapa?” bisikku pada Ryeowook, “Sedang menangis” ujar Ryeowook. Aish!! Anak ini. Aku tahu dia menangis.</p>
<p>“Jangan menutupi  kesedihanmu lagi. Biarkan saja semua tahu kalau kau sangat tersakiti juga” ujar Yesung berjalan ketempat Hyunjiberdiri dan menahan tangan Hyunji untuk menyeka air matanya. Hyunji melihatku dan Ryeowook, aku tersenyum padanya, namun dia tak membalas.</p>
<p>Suasana jadi sedikit aneh. Aku tak berani berkata apa-apa karena Ryeowook baru menceritakan sebagian kejadian.</p>
<p>“Aku ingin pulang” ujar Hyunji lalu berjalan keluar.</p>
<p>Kulihat Yesung hanya diam, kenapa tak melarang?</p>
<p>“Kau mengatakan pada Hyunji?” Yesung mulai berbicara pada Kyuhyun, aku keluar ruangan itu dan menemui Hyunji.</p>
<p>Kulihat tangis Hyunji makin menjadi di pelukan Inhyeong.</p>
<p>“Biar aku yang mengantarnya pulang” tawarku, Inhyeong melihatku sedikit kaget juga Hyerim.</p>
<p>“Tak usah, aku membawa mobil” ujar Inhyeong.</p>
<p>“Tapi Yesung menyuruhku mengantarkan Hyunji pulang” ujarku lagi, akhirnya Inhyeong memperbolehkanku mengantarkan Hyunji pulang, tanpa bertanya pada Yesung? Dia terlalu percaya pada orang lain.</p>
<p>Inhyeong dan Hyerim mengantar Hyunji kemobilku.</p>
<p>Kulihat dia masih sesengukan.</p>
<p>“Gumawo Inhyeong, Hyerim. Annyeong…” ujarku tersenyum pada mereka.</p>
<p>Kulihat Hyunji, masih sama saat pertama kali aku bertemu dengannya, pandanganya kosong.</p>
<p>“Na Eunhyuk-imnida” ucapku memperkenalkan diri. Hyunji melihat kearahku, tatapannya sayu.</p>
<p>Aku tersenyum, tapi dia masih tetap seperti itu.</p>
<p>Kujalankan mobilku tanganku merayapi DVDku, dan kuputar lagu Super Junior Trot. Aku melihatnya melirik DVDku, apa dia tertarik?</p>
<p>“Kau mau kuantar pulang Hyunji?” tanyaku, tak ada jawaban dari Hyunji</p>
<p>“Hyunji?” tanyaku sekali lagi, Hyunji menoleh.</p>
<p>“Terserahmu” ujarnya pelan suaranya begitu pelan dibanding suara DVDku. Hm? Terserahku? Aku manggut-manggut tanda mengerti</p>
<p>Kuberhentikan mobilku didepan sebuah taman bermain. Hyunji tak bereaksi.</p>
<p>“Ayo turun” ujarku. Aku turun dan meregangkan tubuhku.</p>
<p>Kutunggu Hyunji turun, tapi sepertinya dia tak ingin turun.</p>
<p>Kubuka pintu mobilku ditempat Hyunji duduk.</p>
<p>“Ayo turun, udaranya segar sekali” ajakku. Hyunji menggeleng.</p>
<p>“Ya!! Ayolah…” ajakku lagi, aku menarik pergelangan tangannya untuk mengikuti langkahku.</p>
<p>Kuajak dia berlari menuju arena permainan.</p>
<p>“Ppalli, kita naik ini” ajakku berjalan kesalah satu arena permainan.</p>
<p>Aku tak akan memaksanya kali ini, kubiarkan dia melihatku saat aku naik permainan itu. Karena berputar, aku jadi sedikit pusing dan kehilangan keseimbangan.</p>
<p>“Oh..” aku hampir saja jatuh. Kulirik Hyunji tersenyum melihat tingkahku. Ah!! Manis sekali saat tersenyum.</p>
<p>Setelah selesai, aku turun tubuhku sempoyongan.</p>
<p>“Oh!! Aku pusing!” ujarku memegang kepalaku dan berusaha menyeimbangkan tubuhku.</p>
<p>Kudengar suara Hyunji tertawa kecil. Aku tak suka pusing, tapi aku suka melihatnya tertawa.</p>
<p>Saat aku berjalan, kakiku tersandung dan akhirnya aku jatuh.</p>
<p>“Aish!!” aku berusaha bangun.</p>
<p>Hyunji berjalan kearahku dan mengulurkan tangannya. Aku melihatnya. Dia kembali tersenyum.</p>
<p>Kusambut tangannya dan berdiri.</p>
<p>“Gumawo” ujarku tersenyum, dia kembali tak merespon.</p>
<p>Hyunji berjalan menjauh dariku. Kuikuti dia dari belakang.</p>
<p>Hyunji mendekat kedanau ditaman bermain itu, di danau itu ada sampan.</p>
<p>“Kau ingin naik?” tanyaku, Hyunji melihatku dan mengangguk.</p>
<p>Aku menggenggam tangannya, lalu menariknya.</p>
<p>Kubantu dia masuk kedalam sampan itu.</p>
<p>Kudayung sampan itu, Hyunji juga ikut membantuku.</p>
<p>Ternyata dia tak semudah yang kubayangkan. Dia masih saja tak tersenyum. Sayang sekali. padahal aku ingin sekali melihatnya tersenyum lagi.</p>
<p>*****</p>
<p>Aku turun di sebuah café, tempat Yesung bernyanyi.</p>
<p>“Yesung-ah…” ujarku pelan sambil melambaikan tangan pada Yesung didepan. Yesung membalas lambaian tanganku dan berjalan menuju ketempatku.</p>
<p>“Hyunji mana?” tanyanya, “Di mobil. Sepertinya dia kelelahan, dan tertidur” ucapku tersenyum.</p>
<p>“gumawo Hyuk”</p>
<p>Aku mengangguk dan tersenyum.</p>
<p>“Dia orang yang ramah sebenarnya”</p>
<p>“Iya, dulu memang begitu. Tapi banyak orang yang membuatnya berubah.” Yesung menunduk.</p>
<p>“Ah, kau sudah menyanyi?” tanyaku mengalihkan perhatiannya. Yesung mengangguk.</p>
<p>“Hari ini sampai jam 5 saja” ujarnya.</p>
<p>“Baiklah, ayo antar Hyunji pulang” ajaknya. Aku mengangguk dan keluar mengantar Hyunji pulang.</p>
<p>*****</p>
<p>Aku semakin penasaran dengan Hyunji. Dia tak seperti gadis lain yang bahagia bersama teman-temannya, rasanya dia menopang beban berat. Beberapa hari ini aku sering memergokinya menangis saat di kamarnya, karena aku dan Ryeowook sering berkumpul di Apartemen Yesung. Aku juga sedikit terganggu karena Yesung sering sekali membandingkanku dengan Kyuhyun yang sekarang tak berkumpul bersama mereka lagi, untungnya mereka melihatku sebagai orang yang berbeda.</p>
<p>“Eunhyuk-ah.” Sapa Ryeowook. Aku tersenyum melihatnya.</p>
<p>“Ya! Kau ini, pagi-pagi sedang melamun apa?” tanyanya. Aku menggeleng.</p>
<p>Aku melihat Hyunji datang, karena dia datang dari pintu belakang, aku bisa melihatnya.</p>
<p>“Annyeong. Hyunji..” sapaku tersenyum ceria padanya, namun sepertinya dia sedang sedih. Seperti pertama bertemu, padangannya masih dingin dan lurus.</p>
<p>“Hahaha!! kau tak akan mungkin bisa membuatnya tersenyum…” Yesung tertawa melihatku.</p>
<p>Aku melihatnya suntuk lalu duduk ditempatku.</p>
<p>“Kenapa lagi Hyunji?” tanyaku pelan, melihat Hyunji meletakkan tasnya dan duduk, lalu memasang headsetnya.</p>
<p>“dia tak apa-apa, bukankah dia selalu seperti itu?” Tanya Yesung.</p>
<p>“Beberapa hari kemarin aku melihat senyumnya” ujarku pelan. Yesung melihatku curiga.</p>
<p>“Ya!! Jangan melihatku seperti itu.” Ujarku pelan.</p>
<p>Yesung menunjukku namun tak berbicara.</p>
<p>“Ya!! Yesung-ah, apa-apaan kau ini?” tanyaku memegang tangannya.</p>
<p>“Aniyo!” ujarnya lalu mengeluarkan ipodnya dan larut didalam alunan lagu yang didengarkannya. Aish!! Mereka cocok! Kakak adik yang mirip.</p>
<p>Kulihat Leeteuk mendatangi Hyunji. Dia sering sekali menggoda Hyunji, dan Hyunji, dia tampak senang jika dekat dengan Leeteuk. Apa mereka saling menyukai? Atau malah sudah menjadi sepasang kekasih? Aish!! Kenapa aku ciut? Leeteuk kan tak punya kemampuan sepertiku.</p>
<p>*****</p>
<p>“Omma!! Aku kan bisa privat saja” rengekku, saat aku tahu aku dimasukkan ketempat bimbingan belajar.</p>
<p>“Tidak, sudah beberapa guru mengajarimu tapi kau selalu gagal Hyuk. Omma tak ingin kau jadi orang yang gagal. Kau tahu, kau satu-satunya anak Omma” ujar Omma, aku tahu itu semua demi kebaikanku, tapi kan tak harus disana!! Aku cemberut.</p>
<p>“Ayo berangkat Hyuk. Nanti kau telat” ujar Omma, aku mengikuti Omma.</p>
<p>aku dan Omma menuju salah satu bimbingan terbesar di Seoul. Omma menggandengku masuk kedalamnya.</p>
<p>“Annyeong, dimana kelas malam untuk Junior High School?” Tanya omma, Mwo? Tunggu dulu JHS? Ya! Aku ini sudah senior high school!! Kenapa dimasukkan Junior High School? Aish!! Omma!!!</p>
<p>“Ah, disana Nyonya. Silahkan” ujar salah satu resepseonis itu, menunjuk ruangan di ujung.</p>
<p>Omma menggandengku masuk kedalam ruangan itu.</p>
<p>“Omma! Aku kan sudah bukan anak-anak lagi. Aku sudah sekolah di senior high school” ujarku pelan.</p>
<p>“Ya! Tapi kan otakmu itu tak sampai di Senior High School” ujar omma lagi. Aku menghembuskan nafasku mendengar perkataan Omma.</p>
<p>“Permisi, aku ingin mengantarkan anakku. Maaf terlambat.” Omma berbicara pada orang didalam ruangan itu. Omma menyuruhku masuk.</p>
<p>Aku masuk kedalam ruangan itu, ruangan yang cukup mengasikkan, udaranya segar, ditambah ruangan ini cukup cerah. Aku melirik anak-anak yang sebentar lagi menjadi temanku ini, anak Junior High School, aku lebih keren daripada mereka, lalu aku memberi salam pada guruku itu.</p>
<p>“Annyeong…” ujarku menunduk.</p>
<p>“Mw..mwo? kau?” suara itu? Aku mengenalnya, aku mendongak, astaga!! Aku memang tahu dia bekerja sebagai guru di bimbingan belajar, tapi tak disini? Aish!!</p>
<p>“Annyeong, Hyunji-ah, aku murid barumu. Mohon bimbingannya” ujarku membungkukkan badanku lagi. Hyunji masih terlihat shock.</p>
<p>“Ah, iya, baiklah. Duduklah dimana kau suka” ujarnya, kulihat tempat duduk disitu, memang longgar, di kelas ini hanya menerima 7 anak. Dan aku anak terakhir yang diterima. Aku memilih duduk di bangku paling depan.</p>
<p>“Ya! Temanmu tak bisa melihatku Hyuk, tolong pindah” ujarnya, aku menengok ke belakang, dan benar saja, anak itu jauh lebih pendek daripada aku yang sudah pendek. Jadi aku duduk di sebelah anak itu.</p>
<p>“Baiklah, Hyuk tolong perkenalkan dirimu dulu” ujarnya. Mwo? Aku menunjuk diriku, dan Hyunji mengangguk.</p>
<p>“Ah, baiklah. Namaku Eunhyuk. Terimakasih” ujarku singkat. Hyunji tersenyum kecil melihat tingkahku yang sedikit suntuk.</p>
<p>“Ne. Itu teman kalian, satu tahun kedepan. Baiklah. Sekarang kita lanjutkan.” Ujarnya, lalu mengambil spidol di atas mejanya.</p>
<p>Dia mulai mengajar. Ah, tidak, bermain, tepatnya sharing. Dia tak ingin menjadi guru, tapi menjadi tempat berbagi ilmu. Cara mengajarnya menyenangkan, aku menikmatinya. Hem. Kenapa tak dari dulu Omma memasukkanku disini?</p>
<p>Hyunji selalu melempar senyumnya pada semua anak didiknya, ah bukan, dia lebih suka memanggil semua disini teman.</p>
<p>Aku memperhatikannya, rasanya waktu begitu cepat.</p>
<p>Saat aku sadar bel selesai telah berbunyi.</p>
<p>“Baiklah. Tetap semangat belajar ya… Annyeong..” ujarnya, kembali memperlihatkan senyumnya yang jarang terlihat disekolah.</p>
<p>Aku memang sengaja tak beranjak dari dudukku, rasanya aku tak ingin meninggalkan sisi lainnya yang benar-benar berbeda ini.</p>
<p>Dia melihatku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>to be continued&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpopff.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpopff.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpopff.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpopff.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpopff.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpopff.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpopff.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpopff.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpopff.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpopff.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpopff.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpopff.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpopff.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpopff.wordpress.com/396/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=396&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d894cc18a2bded3c5d52729e7207421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">capcipcupu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Because Your Love [Part 1]</title>
		<link>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-1/</link>
		<comments>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 12:38:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lovels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jongwoon]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Hyukjae]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jungsoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpopff.wordpress.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Tara~ Semoga gak bosen sama ff saya yang selalu bingung di tengah cerita&#8230;. Cast : Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ] Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs] &#160; Hyunji’s POV Entah sampai kapan aku harus menahan sakit ini, di cinta pertamaku aku harus mengalami ini? Namja yang kucintai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=394&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://www.freeimagehosting.net/001c7"><img class="aligncenter" src="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" alt="" width="518" height="403" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Tara~ Semoga gak bosen sama ff saya yang selalu bingung di tengah cerita&#8230;.</p>
<p>Cast :</p>
<p>Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ]</p>
<p>Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hyunji’s POV</p>
<p>Entah sampai kapan aku harus menahan sakit ini, di cinta pertamaku aku harus mengalami ini? Namja yang kucintai divonis gagal ginjal, keadaannya buruk sekali.</p>
<p>Padahal, beberapa bulan lalu, Cho Kyuhyun, namja yang sangat kucintai sekarang, masih menjadi seseorang yang selalu mengusik hidupku, seakan tak mau kalau aku tak berteriak memanggil namanya kesal.</p>
<p>“Hyunji-ah, cepat keluar, nanti kita terlambat” suara Yesung Oppa, kakak laki-lakiku satu-satunya. Aku keluar menemui Yesung Oppa.</p>
<p>“Kau menangis lagi?” Tanya Yesung Oppa, memeriksa air mata di pipiku, aku menggeleng, lalu menuju keluar rumah, dan masuk kedalam mobil.<span id="more-394"></span></p>
<p>“Hari ini, aku dan Ryeowook akan kerumahnya. Kau ikut?” Tanya Oppa, aku menggeleng.</p>
<p>“Kau takut menangis?” tanyanya lagi, aku mengangguk pelan, aku tahu aku sangat rapuh saat melihat keadaannya.</p>
<p>“Lalu sampai kapan kau akan menahan ini?” tanyanya lagi, aku terdiam sebentar.</p>
<p>“Oppa, sudahlah… aku sedang malas membahas ini.” Ujarku, lalu keluar mobil, menuju kekelasku</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Yesung’s POV</strong></p>
<p>Hyunji keluar dari mobil, seperti biasanya, kalau diajak berbicara tentang Kyuhyun, dia selalu saja menghindar, Hyunji memang susah untuk membicarakan masalahnya dengan orang lain, tapi dia sering menangis sendiri karena masalahnya. Dia cengeng, tapi keras kepala.</p>
<p>Dering “Happiness” terdengar dari ponselku, aku mengangkatnya.</p>
<p>“Ne” suaraku.</p>
<p>“Yesung-ah, kau dimana?” suara Ryeowook terdengar cemas.</p>
<p>“Aku diparkiran, kenapa?” tanyaku.</p>
<p>“Tadi malam, keadaan Kyuhyun down, dan sekarang dia di rumah sakit” ujar Ryeowook.</p>
<p>“Mwo? Aku segera kekelas.” Ujarku, lalu berlari kekelasku, aku, Ryeowook dan Kyuhyun adalah teman dari kecil, Kyuhyun, dia sebenarnya tak bisa diam, namun sejak terkena penyakit ini, dia seakan tak mempunyai semangat hidup lagi, apalagi Hyunji.</p>
<p>Aku melihat Ryeowook didepan kelas menungguku.</p>
<p>“Keadaan Kyuhyun tadi malam drop, dan hari ini dia harus dirawat lagi di Rumah Sakit.” Ujarnya, wajahnya khawatir, Ryeowook memang orang yang paling sayang pada Kyuhyun.</p>
<p>“Kita akan menjenguknya hari ini?” tanyaku, Ryeowook langsung mengangguk.</p>
<p>Kutinggalkan tasku di atas mejaku, lalu menghampiri Ryeowook lagi.</p>
<p>“Ayo…” ajakku menarik tangan Ryeowook.</p>
<p>“Oppa!!” suara Hyunji terdengar, aku mencari arah datangnya suara.</p>
<p>“Ingin membolos lagi?” tanyanya, aku menggeleng, sepertinya Hyunji masih mengira aku hura-hura seperti dulu.</p>
<p>“Ani, Oppa hanya pergi sebentar.” Ujarku, aku memang tak ingin Hyunji tahu kalau kondisi Kyuhyun kembali turun.</p>
<p>Aku tak menunggu jawaban dari Hyunji dan langsung menari Ryeowook.</p>
<p>Benar-benar tak enak sekelas dengan Hyunji, walaupun dia itu lebih muda dariku 1 tahun, tapi dia harus sekelas denganku karena dia sangat pintar. Sedang aku, aku hanya pelajar biasa yang sering membolos bersama Kyuhyun dan Ryeowook.</p>
<p>Setelah sampai di kamar rawat Kyuhyun, aku menemui Ibunya, sedang Ryeowook langsung menemui Kyuhyun.</p>
<p>“Annyeong, ajjuma” sapaku melihat Minri Ajjuma, Ibu Kyuhyun</p>
<p>“Annyeong, Yesung-ah.” Ujarnya, matanya masih terlihat lebam, pasti semalam menangis lagi.</p>
<p>“Apa kata Dokter?” tanyaku. Minri Ajjuma terlihat menahan air matanya.</p>
<p>“Ajjuma, jangan pendam perasaanmu. Kalau kau ingin menangis keluarkan saja, bukankah aku ini bukan orang lain?” tanyaku.</p>
<p>“Dokter menyarankan cuci darah…” ujarnya, air matanya mengalir.</p>
<p>“Aku dan Ryeowook akan menemaninya seharian ini, jadi kami akan menghiburnya” ujarku mengusap air mata di pipi Minri Ajjuma.</p>
<p>“Gumawo Yesung” ujarnya memelukku. Aku memang sudah lama tak merasakan dipeluk seorang Ibu, karena sejak aku dan Hyunji memutuskan untuk tinggal sendiri, aku tak pernah lagi dekat dengan Ayah dan Ibu, mungkin bertemu mereka jika Hyunji merengek memintaku menjenguk mereka,, ah bukan mereka, hanya Ibu, karena Ayah sudah tak tinggal dengan Ibu lagi.</p>
<p>Aku mengelus punggung Minri Ajjuma, meredakan rasa sedihnya.</p>
<p>Aku meminta ijin pada Minri Ajjuma ke kamar rawat Kyuhyun.</p>
<p>“Kyu…” sapaku, Kyuhyun menengok kearahku dan tersenyum.</p>
<p>“Hai.” Sapanya, aku melihat senyum diwajah Kyu.</p>
<p>“Jangan bilang kalian bolos lagi?” tanyanya, aku tertawa kecil.</p>
<p>“Kami tak bolos, kami ijin menjengukmu” ujarku.</p>
<p>Dering Happiness terdengar dari ponselku, aku melihat nama di layar ponselku, “Hyunji” aku mengangkatnya.</p>
<p>“Ne. kenapa Hyun?” tanyaku, kurasa dia akan marah karena sampai jam pelajaran dimulai aku belum kembali kekelas.</p>
<p>“Oppa!! Kau dimana? Ini sudah jam istirahat dan kau belum kembali juga” ujarnya sedikit ketus tapi juga khawatir.</p>
<p>“Oppa masih ada urusan Hyunji, nanti kau catatkan saja ya, nanti malam Oppa akan privat denganmu lagi” ujarku lalu menutup teleponnya.</p>
<p>Kyuhyun melihatku, pandangannya sekana menanyakan Apa itu Hyunji atau bukan?</p>
<p>“Iya ini Hyunji, aku sengaja tak memberitahukan padanya tentang keadaanmu” ujarku. Kyu mengalihkan pandangannya.</p>
<p>“Apa dia masih sering menangis?” tanyanya. Aku mengangguk.</p>
<p>“Ne, benar. Tapi sekarang menangisnya sudah tak seperti dulu lagi” ujarku tertawa kecil. Kyuhyun menatapku bingung.</p>
<p>“Dulu, Hyunji menangis karena ulah usilmu, sekarang Hyunji menangis karena dia sadar dia mencintaimu” ujarku. Kyuhyun menatapku datar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hyunji’s POV</p>
<p>Bel masuk berbunyi, tapi Yesung Oppa belum kembali juga. Aku duduk di kursiku sambil mendengarkan lagu “Forever Love” lagu kesukaanku.</p>
<p>“Hyunji-ah” suara seseorang memanggilku, aku menengok kebelakang tempat dudukku, aku melihat Leeteuk melambaikan tangannya didepan wajahku, aku melepas satu headsetku agar bisa mendengar suaranya lebih jelas.</p>
<p>“Ne.” jawabku, Leeteuk menggeleng, selalu saja begitu, setelah memanggil selalu menggeleng. Leeteuk, dia memang lebih tua daripada aku, tapi semua siswa di kelas ini kupanggil tanpa embel-embel Oppa ataupun Unnie, karena mereka teman sekelasku kecuali Yesung Oppa, Yesung, nama pemberian Ibu kini telah dipakai semua orang untuk memanggilnya, karena nama itu memang cocok untuknya. Dia memiliki suara emas yang indah, berkat suaranya itulah aku dan dia sampai hari ini bisa menjalani kehidupan tanpa orang tua kami.</p>
<p>“Hyun-ah” suara Leeteuk kembali terdengar, aku tak menggubrisnya kubesarkan volume ipodku, agar tak mendengar suaranya.</p>
<p>Leeteuk berdiri didepan mejaku, dan melambaikan tangannya, euh!! Dia itu usil sekali!! Leeteuk, sama seperti namanya, special, dia orang unik, kaya, tampan, dan sangat pintar. Dia cerdas, salah satu sainganku dikelas, posisiku dan Leeteuk dikelas sama, sama-sama memiliki kedudukan yang tak dimiliki oleh murid lain, aku dan dia adalah saingan sejak Sekolah menengah, hingga kini aku dan dia selalu bergantian menduduki ranking di kelas. Targetku sekarang adalah mengejar peringkat satu dan beasiswa. Walaupun bersaing tapi kadang aku menyenanginya, dia ramah, kadang aku dan dia sering berlajar bersama sebelum ulangan. Dia juga memiliki hati yang lembut, dia sering menjadi tempat curhatku saat aku ada masalah, Karena aku tak mungkin curhat dengan Yesung Oppa yang terbilang “ember”.</p>
<p>Leeteuk tak menghentikan aksinya. Dia duduk disebelahku dan memandangiku.</p>
<p>Aku melepas headsetku, dan melihatnya.</p>
<p>“Hari ini setelah pulang sekolah, teman sekelas akan menjenguknya. Kau ikut?” tanyanya, aku dan Leeteuk memang sepakat tak mengatakan nama Kyuhyun didepan umum.</p>
<p>Aku menggeleng. “Takut menangis?” tanyanya, Leeteuk dan Yesung Oppa benar-benar sehati, pertanyaan mereka sama. Aku menggeleng.</p>
<p>“Aku tak ada waktu, hari ini aku ada jadwal mengajar.” Ujarku, Leeteuk tertawa.</p>
<p>“Kau mau berbohong? Bukankah jadwal mengajarmu hari Jum’at, sabtu dan Minggu, ini kan masih hari rabu?” tanyanya, astaga, aku lupa!! Bagaimana aku bisa lupa kalau dia yang memberiku pekerjaan itu. Leeteuk mempunyai lembaga bimbingan belajar terbesar, dan terkenal, karena yang mengajar disitu harus dites dan mempunyai serfitikat tertentu, untungnya aku temannya jadi dia bisa memasukkanku tanpa beberapa persyaratan tertentu.</p>
<p>“Sudahlah Teuk, aku sedang tak ingin membahas itu.” Ujarku.</p>
<p>Seoran guru masuk kedalam kelas. Leeteuk kembali ke tempat duduknya, dibelakangku.</p>
<p>“Annyeong…” sapa Guru itu.</p>
<p>“Ah!! Hari ini, ada rapat, jadi Leeteuk, tolong kau sampaikan materi ini pada temanmu yah.” Ujarnya, guru itu meletakkan bukunya diatas mejaku dan Leeteuk menghampiri guru itu.</p>
<p>“Ini, tolong kau jelaskan, Hyunji, tolong bantu Leeteuk yah…”</p>
<p>Aku melihat Leeteuk yang tersenyum dan memainkan alisnya, lalu aku melihat guru itu, “Ne.” ujarku tersenyum.</p>
<p>Setelah guru itu pergi, Leeteuk mencatat beberapa rumus dipapan tulis, tanpa melihat buku itu, dia memang sangat hebat dalam menghapal.</p>
<p>“Ya! Chinguya!! Catat rumus ini, setelah itu kalian bebas memilih siapa yang akan menjelaskan. Park Jungsoo atau Kim Hyunji?” tanyanya, lalu memandangku dan tersenyum. Huft!! Selalu saja, pasti dia ingin mengetahui cara mengajarnya atau cara mengajarku yang diinginkan oleh teman-teman.</p>
<p>“Hyunji!!” ucap seorang murid, beberapa murid mengikuti perkataan namja itu.</p>
<p>“Park Jungsoo!!” ujar seorang yeoja di bangku paling belakang.</p>
<p>Leeteuk mendatangiku.</p>
<p>“Bagaimana?” tanyanya, aku memandangnya dan menggeleng.</p>
<p>“Aku sedang tak Mood” ujarku lemas. Leeteuk kembali kedepan kelas.</p>
<p>“Chinguya!! Sepertinya Hyunji lebih sering menjelaskan daripada aku, jadi bagaimana jika hari ini aku saja…” ujarnya, melihatku, aku tersenyum kecil.</p>
<p>Leeteuk menjelaskan pelajaran, cara mengajarnya menyenangkan, ramai.</p>
<p>*****</p>
<p>“Ayo!!” Leeteuk menarik tanganku mengajakku pergi, aku menahannya dan tetap duduk dikursiku.</p>
<p>“Aniyo, kubilang hari ini aku ada urusan” ujarku melepaskan tangannya.</p>
<p>“Urusan apa?” tanyanya. Apa yang harus kukatakan?</p>
<p>Aku mencari alasan yang tepat, untungnya Hyerim sudah menunggu didepan kelasku.</p>
<p>“bersama Hyerim” ujarku melihat Hyerim yang berdiri didepan kelas.</p>
<p>Aku meninggalkan Leeteuk sendiri dan bergabung bersama Hyerim.</p>
<p>“Kenapa?” tanyanya, “Ayolah, kekantin saja” ujarku.</p>
<p>Aku menarik tangan Hyerim menuju kantin.</p>
<p>“Temanmu akan menjenguk Kyuhyun lagi?” tanyanya di perjalanan.</p>
<p>“Ne.” ujarku pelan.</p>
<p>Hyerim hanya mengikutiku, sesampainya dikantin aku langsung mencoba menelpon Yesung Oppa.</p>
<p>“Ya!! Kenapa tak diangkat?” tanyaku kesal sendiri, aku mencoba menelpon lagi, tapi tetap saja tak diangkat.</p>
<p>“Hyunji-ah! Kau itu kenapa?” tanyanya. Aku menggeleng.</p>
<p>“Aku lapar.” Ujarku.</p>
<p>“Sampai kapan kau akan seperti ini? Sejak Kyuhyun sakit kau jadi tak semangat hidup. Bukankah dulu kau sangat dekat dengan Leeteuk? Bukankah dulu kau senang sekali mengganggunya? Kenapa sekarang jadi terbalik?” Tanya Hyerim.</p>
<p>“Ya! Kau ini tak bisa diam? Kau itu sudah mirip dengan Yesung Oppa” ujarku memakan mie yang sudah kupesan.</p>
<p>“Oh? Oppamu? Hahaha, berarti aku jodoh denganya?” Tanya Hyerim, eh? Aku lupa kalau dia itu sangat senang kalau disamakan dengan Yesung Oppa, gara-gara suara Yesung Oppa, dia jadi tergila-gila padanya.</p>
<p>“Ah, terserahmu.” Ujarku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Leeteuk’s POV</p>
<p>Aku bergegas mengikuti teman-teman untuk menjenguk Kyuhyun.</p>
<p>Aku celingukan mencari sosoknya, kemana dia? Kenapa tak muncul?</p>
<p>Mungkinkah aku rindu padanya?</p>
<p>“Teuk, ayo!!” ajak salah satu temanku, aku mengangguk dan masuk kedalam mobilku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yesung’s POV</p>
<p>Aku pamit pulang pada Minri Ajjuma, sekarang sudah hampir jam 7 malam, Ryeowook sudah pulang duluan karena ada urusan.</p>
<p>“Kyu, aku pulang yah” aku pamit pada Kyuhyun.</p>
<p>“Ne, gumawo Yesung.” Ujarnya. Aku mengangguk.</p>
<p>“Istirahatlah, kau sangat kelelahan hari ini, anak-anak tadi sangat ramai” saranku. Kyuhyun mengangguk.</p>
<p>*****</p>
<p>Sesampainya di rumah, kubuka pintu kamar Hyunji, dia terlihat menangis di pojok kamarnya.</p>
<p>Perlahan aku mendatanginya. Aku duduk di belakangnya.</p>
<p>“Hyunji…” ujarku. Hyunji melihatku dan langsung memelukku. Dia menangis dipelukanku.</p>
<p>“Kyuhyun baik-baik saja. Tenanglah…” ujarku, sambil mengelus punggung Hyunji agar tangisnya reda.</p>
<p>“Bukan itu Oppa.” Ujarnya, hm? Bukan itu? Lalu?</p>
<p>“Lalu kenapa menangis?” tanyaku mengangkat wajahnya.</p>
<p>“Tadi Ibu menelpon, katanya Ayah menemuinya lagi, dan Ayah memarahi Ibu lagi” ujarnya lalu menangis lagi.</p>
<p>“Sssttt.. sudahlah, tenang Hyunji… nanti biar Oppa yang bicara pada Ayah.” Ujarku aku memeluk erat Hyunji, dia benar-benar menderita karena perceraian Ayah dan Ibu.</p>
<p>Suara Bel rumahku berbunyi. Aku meninggalkan Hyunji yang mengusap air matanya dan membuka pintu.</p>
<p>Leeteuk berdiri di depan pintu.</p>
<p>“Annyeong…” sapanya lalu tersenyum, aku membalas senyumnya.</p>
<p>“Annyeong.” Ujarku.</p>
<p>“Hyunji ada?” tanyanya, aku menggeleng. Aku tak ingin Leeteuk tahu kalau Hyunji sering menangis.</p>
<p>“Kemana?” tanyanya,</p>
<p>“Kerumah Hyerim. Ada apa? Tumben sekali mencarinya?” tanyaku, dia memang sering kerumah, tapi tumben sekali dia tak membuat janji dengan Hyunji.</p>
<p>“Ah, baiklah. Kalau pulang, bilang saja aku mencarinya. Gumawo Yesung.” Pamitnya, lalu pergi.</p>
<p>Aku mengangguk.</p>
<p>Aku berbalik arah, kembali kekamar Hyunji.</p>
<p>Hyunji tepat didepanku.</p>
<p>“Kenapa bilang aku tak ada?” tanyanya, air matanya mengering di pipinya.</p>
<p>“Kau mau Leeteuk melihatmu dalam keadaan seperti ini?” tanyaku, aku mengelus rambutnya dan melihatnya. Hyunji menggeleng.</p>
<p>“Tidurlah” ujarku. Hyunji tetap diam ditempat dan menunduk.</p>
<p>“Hyunji, tidurlah. Besok kau harus berangkat pagi.” Kataku lagi. Tapi Hyunji tetap diam.</p>
<p>“Kau ingin Oppa buatkan susu?” tanyaku melihat wajahnya yang menunduk.</p>
<p>Hyunji mulai menggeleng. Tiba-tiba, suara tangisnya terdengar. Kenapa lagi Hyunji?</p>
<p>Hyunji menangis dan langsung memelukku. Ya Tuhan. Kenapa dia? Aku benar-benar tak ingin melihat dan mendengarnya menangis. Suara tangisnya sangat menyiksaku. Kurasakan dia benar-benar sakit. Tapi kenapa??</p>
<p>“Hyunji-ah, tenanglah… apa yang kau mau?” tanyaku berbisik sambil mengelus rambut dan punggungnya.</p>
<p>“Aku rindu pada Ibu…” ujarnya ditengah tangisnya. Aku memeluk Hyunji erat. Dia sekarang begitu cengeng, dia dulu memang cengeng, tapi tak secengeng ini.</p>
<p>“Ne. Oppa juga Rindu pada Ibu… kau ingin Oppa antar kesana?” tanyaku. Hyunji menggeleng. Dia pasti takut pada Ayah tiri kami. Dia pasti takut Ryeonggi Ajjusshi melecehkannya lagi.</p>
<p>“Oppa antar tidur yah…” ujarku, sambil menggendongnya menuju kamarnya.</p>
<p>Kutidurkan Hyunji di kasurnya, kulihat dia masih sesengukan.</p>
<p>Kurapikan rambut Hyunji dan kuselimuti tubuhnya. Aku turun dari tempat tidurnya.</p>
<p>Hyunji menahan tanganku. Aku melihatnya.</p>
<p>“Oppa, temani aku tidur.” Ucapnya, aku tersenyum dan naik keatas tempat tidurnya, aku berbaring dibelakang punggung Hyunji.</p>
<p>Kumasukkan tubuhku keselimut Hyunji.</p>
<p>Hyunji membalikkan tubuhnya lalu memelukku, Hyunji menenggelamkan wajahnya kepelukanku.</p>
<p>“Ingin Oppa nyanyikan lagu?” tanyaku, kulihat kepala Hyunji mengangguk.</p>
<p>“Oneureun waenji himdeulgo jichyeo<br />
Begaereul kkeureo aneun chae honja bangane nama<br />
Jeonhwagil majijakgeorineun naui maeumi<br />
Wenji oneul ttara weroungeojyo…”</p>
<p>Kunyanyikan salah satu lagu kesukaannya ini. Kurasakan tangisnya perlahan reda, dan mulai tidur.</p>
<p>*****</p>
<p>Kulihat Hyunji keluar dari kamarnya. Matanya agak bengkak karena menangis semalam.</p>
<p>“Pagi nae dongsaeng” sapaku tersenyum. Hyunji tersenyum “Pagi Oppaku tersayang” ujarnya, lalu mendekatiku.</p>
<p>Hyunji melihat roti yang kuolesi selai, lalu mencolek selai itu.</p>
<p>“Eits!! Mandi dulu sana.” Suruhku. Hyunji mengangguk, dan langsung menuju kekamar mandi.</p>
<p>Suara Bel rumahku berbunyi. Siapa yang bertamu pagi-pagi begini? Kubuka celemekku dan segera kubuka pintu.</p>
<p>“Ibu!!” aku kaget saat kulihat Ibu babak belur, tubuhnya sudah sempoyongan. Aku memegangi tubuh Ibu agar tak jatuh.</p>
<p>“Ibu!! kenapa bisa begini?” tanyaku panic, aku membawa Ibu kedalam rumah.</p>
<p>Kududukan disofa dan kuambilkan Ibu minum juga es batu untuk mengobati luka Ibu. Pasti Ryeonggi Ajushi!!</p>
<p>Kuseka wajah Ibu dengan kain basah, Ibu meringis, pasti masih sakit. Luka itu terlihat masih basah. Darah juga keluar dari hidung Ibu.</p>
<p>“Mana Hyunji?” Tanya Ibu, “Sedang mandi.” Ujarku, terus menyeka darah Ibu.</p>
<p>“Kau sudah jauh lebih dewasa dari sebelumnya, Yesung” ujar Ibu, aku hanya tersenyum. Aku memang menyadari bagaimana susahnya mencari uang setelah lepas dari Ayah dan Ibu. Dulu aku seorang anak yang manja, karena segalanya terpenuhi, tapi sejak Ayah dan Ibu cerai, karena Ibu berselingkuh dengan namja lain. Sejak itulah, aku tak pernah lagi berurusan dengan Ibu juga Ayah, juga Hyunji yang terus menangis karena perceraian Ayah dan Ibu. Karena Hyunji jugalah aku akhirnya bisa berubah menjadi orang yang bertanggung jawab.</p>
<p>“Dia melakukannya lagi?” tanyaku. Aku tahu pasti yang dilakukan Ryeoggi Ajushi, dia selalu saja menyiksa Ibu saat ibu tak bisa melakukan yang diinginkannya. Ibu hanya mengangguk.</p>
<p>“Ibu tak apa-apa.” Ujarnya mencoba tersenyum, padahal terlihat jelas dimatanya, kesedihan itu.</p>
<p>“Soal Sohyun, ibu sedang membicarakan dengan orang tuanya” ujar Ibu. Sohyun lagi? Ternyata ibu masih bersikeras menjodohkanku dengan Sohyun.</p>
<p>“Ibu, bukannya aku menolak, tapi sepertinya Sohyun dan aku tak serasi” ujarku menolak.</p>
<p>“Yesung-ah, kalian itu serasi.” Ujar Ibu lagi.</p>
<p>“Oppa, kau meletakkan dimana?” suara Hyunji terdengar dari dalam kamarnya. Kulihat Hyunji berjalan menuju kami berdua, dia sedikit kaget dengan kedatangan Ibu, bukan kedatangannya, kondisi Ibu yang membuat Hyunji panic.</p>
<p>“Ibu!!” Hyunji kaget dan langsung mendatangi Ibu.</p>
<p>“Ibu kenapa? Kenapa begini?” tanyanya, Hyunji mengecilkan suaranya, sebenarnya dia hanya menahan air matanya agar tak jatuh. Ibu menggeleng.</p>
<p>“Ibu aku rindu..hiks” akhirnya dia menangis lagi. Ibu membalas pelukan Hyunji dan menenangkannya.</p>
<p>“Ibu, kenapa tak tinggal bersama kami saja? Aku dan Yesung Oppa sama-sama bekerja jadi, kebutuhan kita semua bisa terpenuhi…” ujarnya. Ibu menggeleng.</p>
<p>“Aniyo sayang…. Ibu tak bisa meninggalkan Ayah kalian sendirian.” Ujar Ibu, mengelus kepalaku.</p>
<p>“Atau Ayah saja yang pindah kesini?” Tanya Ibu, Hyunji menggeleng, dan langsung melepaskan pelukannya.</p>
<p>“Aniyo. Dia kan bukan keluarga kita” ujar Hyunji. Aku mengerti kenapa Hyunji sampai sebegitu bencinya pada Ryeonggi Ajushi.</p>
<p>“Ya!! Kau itu. Dia kan sudah menjadi suami Ibu. Kenapa kau selalu saja membencinya Hyunji? Memangnya kau diapakan?” Tanya Ibu. Hyunji menggeleng. Sebenarnya aku ingin sekali mengatakan apa yang sering Ryeonggi lakukan pada Hyunji. Tapi Hyunji selalu melarangku mengatakan itu, karena Hyunji tak ingin melihat Ibu makin menderita. Ryeonggi Ajusshi orang yang sangat keras, sedikit saja Ibu salah, dia pasti memukul Ibu.</p>
<p>“Kalau begitu, kalian harus tinggal dirumah” ajak Ibu. Hyunji kembali menggeleng.</p>
<p>“Ya!! Bukankah Ibu sudah baik! Kau tahu Ayah itu sangat baik. Cobalah menerimannya Hyunji” ujar Ibu. Hyunji menangis.</p>
<p>“Kenapa tak kembali pada Ayahku saja” ujarnya, perkataan Hyunji itu membuat Ibu naik pitam, dia memang tak ingin kalau salah satu dari anaknya menyebut nama Ayah, Ayah kandung kami.</p>
<p>“Hyunji-ah!! Kau itu!! Kenapa selalu membela Ayahmu yang tak bertanggung jawab itu!!” Ibu berteriak. Berteriak memang gaya marah Ibu. Setiap kali marah, selalu saja berteriak.</p>
<p>“Ibu. Mianhe, tapi kan Ayah sudah minta maaf pada Ibu” ujar Hyunji lagi.</p>
<p>“Ya!! Tapi kan tetap saja. Ayahmu itu terus saja mengungkit-ungkit masalah Ibu”</p>
<p>“Ibu, sudahlah. Hyunji-ah, sarapanlah. Oppa sudah buatkan susumu” aku berusaha melerai Ibu dan Hyunji.</p>
<p>Aku menggandeng Hyunji menuju kemeja makan.</p>
<p>“Sstt!! Tenanglah, jangan menangis lagi Hyunji” aku mengelus kepalanya, saat kami sudah di meja makan. Hyunji mengangguk tapi masih juga sesengukan.</p>
<p>Tiba-tiba aku dan Hyunji dikejutkan dengan seseorang yang menggedor pintu rumahku.</p>
<p>Aku dan Hyunji saling melihat. “Tak akan apa-apa” ujarku menenangkannya.</p>
<p>“Biarkan Ibu yang buka” ujar Ibu berdiri dan langsung membuka pintu.</p>
<p>Ryeonggi Ajusshi berdiri di depan pintu, wajahnya geram melihat Ibu. Ditariknya lengan Ibu.</p>
<p>Aku melihat Hyunji yang melihat kejadian ini. Aku sebenarnya tak ingin Hyunji melihatnya.</p>
<p>Aku mendatangi Ryeonggi Ajushi yang menarik paksa lengan Ibu.</p>
<p>Aku langsung mencengkram tangannya dan melepaskan cengkramannya dari lengan Ibu.</p>
<p>“YA!!! Beraninya kau!!” Ryeonggi Ajushi makin geram, tapi aku tak mungkin kalah begitu saja.</p>
<p>“Biarkan Ibu tinggal disini” aku mengatur emosiku agar tak meluap.</p>
<p>“Heh… apa urusanmu, dia sekarang istriku dan aku ber hak melakukan apapun!!” ujarnya lagi, lalu menarik tangan Ibu lagi.</p>
<p>Yah, dia memang suami Ibu, tapi kan aku anaknya? Mungkinkah Ibu tetap memilihnya jika dia terus bersikap seperti itu?</p>
<p>Ryeonggi Ajusshi melempar Ibu kedalam mobil dan menjalankan mobilnya, sedang aku,hanya bisa iba melihat Ibu diperlakukan seperti itu.</p>
<p>Hyunji berlari keluar rumah dan mengejar mobil Ryeonggi Ajusshi.</p>
<p>“Ibu!!” teriaknya, Hyunji terduduk lemas ditengah jalan. Aku berlari mendatanginya.</p>
<p>“Hyunji-ah…” ujarku lemas melihat Hyunji menangis.</p>
<p>Aku jongkok di depan Hyunji, kuseka air matanya. Aku tak bisa mengatakan apapun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hyuk Jae’s POV</p>
<p>Aku mengambil tasku dan langsung berlari kedalam mobil. Kulihat jam tanganku. Jam 7 lewat! Gawat!! Yang benar saja, dihari pertama sekolahku aku terlambat.</p>
<p>Kulajukan mobilku menuju sekolah baruku.</p>
<p>Aku melihat seorang yeoja menangis ditengah jalan. Hue? Kenapa?</p>
<p>Dan seorang namja sedang menghampirinya, aish!! Jangan bilang mereka sedang bertengkar… ckckck… sepasang kekasih yang aneh!!</p>
<p>to be continued&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpopff.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpopff.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpopff.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpopff.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpopff.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpopff.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpopff.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpopff.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpopff.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpopff.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpopff.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpopff.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpopff.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpopff.wordpress.com/394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpopff.wordpress.com&amp;blog=10311782&amp;post=394&amp;subd=kpopff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpopff.wordpress.com/2011/12/27/because-your-love-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d894cc18a2bded3c5d52729e7207421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">capcipcupu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.freeimagehosting.net/newuploads/001c7.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
